Edwin Ballu
IAKN Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kurikulum PAK Tingkat SMA Acuan K-13 Edwin Ballu
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v2i2.53

Abstract

There is a decline in character values as indicated by an increase of moral decadence indicators, such as dropouts due to promiscuity, gambling, drug abuse among students, brawls between students, and gangs that unsettle the public, and other social issues that involve students. These issues are a barometer that character education has not optimally implemented. The study concentrated on the research question and research objectives of how to optimize character education through K-13. The strategy implementation to maximize the embed of character values can realize through three main approaches: integrating character values through PAK subjects, extracurricular activities, and school culture. Theories are used in action research by referring to curriculum theory and character education using qualitative research methods. Kemerosotan nilai karakter yang ditunjukkan dengan meningkatnya indikator dekadensi moral, seperti; kasus putus sekolah karena pergaulan bebas, perjudian, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, tawuran antar pelajar, geng yang meresahkan masyarakat dan masalah sosial lainnya yang melibatkan pelajar. Isu-isu tersebut menjadi barometer bahwa pendidikan karakter belum dilaksanakan secara optimal. Kajian dikonsentrasikan pada pertanyaan penelitian sekaligus tujuan penelitian bagaimana mengoptimalkan pendidikan karakter melalui K-13. Proses implementasi sebagai strategi dengan maksud optimalisasi penanamam nilai-nilai karakter dapat terwujud dengan baik, melalui tiga strategi utama yaitu melalui pengintegrasian nilai-nilai karakter melalui mata pelajaran PAK, melalui kegiatan ekstrakurikuler, dan melalui budaya sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian tindakan dengan merujuk pada teori kurikulum dan pendidikan karakter dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.
Otoritas Kristus dalam Pendidikan di Era AI: Analisis Teologis-Pedagogis Peran Guru PAK dalam Menghadapi Degradasi Moral Peserta Didik Edwin Ballu
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v6i2.289

Abstract

Abstract: Technological advances with the presence of Artificial Intelligence (AI) have had a major impact on the world of education. Technological advances also impact the character of students, with a tendency for moral degradation to increase. This condition poses a challenge for Christian Religious Education, particularly the affirmation of Christ's authority (the Bible) as the basis of teaching. This study aims to analyze the theological-pedagogical presence of Christian Religious Education teachers in their roles and impacts in responding to moral degradation in the world of education nationally. The method used in this study is a qualitative method based on literature studies and analysis of national education policy documents, and educational theory with a Biblical basis as its evaluation framework. The presence of Christian Religious Education teachers is not merely an agent of knowledge transformation. However, the presence of Christian Religious Education teachers must be present in a prophetic, pastoral, and behavioral change role based on the truth of God's word. The presence of AI is an opportunity to develop strengthening pedagogical, spiritual, social, and professional competencies in shaping students who know, love, and live according to God's word. The presence of AI does not replace the authority of Christ through exemplary behavior, ethical wisdom, and relevant and liberating contextual learning. Abstrak : Kemajuan teknologi dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI), berdampak besar bagi dunia pendidikan. Kemajuan teknologi, berdampak pula pada karakter peserta didik, ada kecenderungan meningkatnya degradasi moral. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pendidikan Agama Kristen (PAK), khususnya penegasan otoritas Kristus (Alkitab), sebagai dasar pengajaran. Adapun Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehadiran Guru PAK secara teologis-pedagogis dalam peran dan dampaknya dalam merespon degradasi moral dalam dunia pendidikan secara nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berbasis studi literatur dan analisis dokumen kebijakan pendidikan nasional, dan teori pendidikan dengan landasan Alkitan sebagai kerangka evaluasinya. Kehadiran guru PAK bukan semata sebagai agen transformasi pengetahuan. Akan tetapi, kehadiran guru PAK harus hadir dalam peran profetik, pastoral, dan perubahan perilaku dengan berdasar pada kebenaran firman Tuhan. Kehadiran AI menjadi peluang dalam pengembangan penguatan kompetensi pedagogik, spiritual, sosial, dan profesional yang dalam membentuk peserta didik yang mengenal, mengasihi, dan hidup sesuai firman Tuhan. Kehadiran AI tidak menggantikan otoritas Kristus melalui keteladanan, kebijaksanaan etis, dan pembelajaran kontekstual yang relevan dan membebaskan.