Usman Tarigan
Program Studi Magister Administrasi Publik Universitas Medan Area

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA KOMPUTER TIME MEDAN Ferry Hidayat; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v4i2.1386

Abstract

Begitu penting faktor sumber daya manusia sehingga didalam strategi pencapaian tujuan organisasi perlu membentuk iklim organisasi yang dapat meningkatkan kinerja karyawan agar tercapainya tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor iklim organisasi pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer TIME Medan. Faktor-faktor yang membentuk atau menentukan iklim organisasi yang diteliti yaitu faktor hubungan kerja, faktor gaya kepemimpinan, dan faktor pengembangan karyawan. Bentuk penelitian ini adalah penelitian survey dan deskriptif dengan jumlah populasi 27 orang dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian dari ketiga variabel dapat diketahui bahwa variabel yang paling besar adalah faktor hubungan kerja yaitu 83% dengan kategori baik dan faktor ini adalah faktor yang paling tinggi kemudian variabel faktor gaya kepemimpinan 72% dengan kategori cukup dan terakhir adalah variabel yang paling rendah yaitu faktor pengembangan karyawan 65% dari dengan kategori cukup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja sebagai faktor yang paling baik dalam membentuk iklim organisasi yang kondusif sehingga kinerja karyawan tetap baik kemudian faktor gaya kepemimpinan masih kurang dalam menciptakan iklim organisasi yang kondusif dan faktor ketidakpastian, yakni faktor pengembangan karyawan adalah faktor yang dapat menurunkan kinerja karyawan.
PENGARUH MOTIVASI DAN KREATIFITASTERHADAP KINERJA PAMONG BELAJAR DI BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL REGIONAL I MEDAN Nurlela Nurlela; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v4i1.1363

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara motivasi dan kreatifitas secara tersendiri maupun bersama-sama dengan kinerja Pamong Belajar BPPNFI Regional I Medan. Metode penelitian bersifat deskreftif korelatif yaitu bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada saat penelitian dilakukan Populasi penelitian adalah Pamong Belajar BP-PNFI Regional I Medan sebanyak 40 orang dan mennggunakan sampel total sebanyak 40 orang. Variabel terikat penelitian adalah Kinerja Pamong Belajar dan variabel bebasnya adalah motivasi dan kreativitas. Data kinerja diperoleh melalui instrumen yang disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsi Pamong Belajar. Motivasi dan kreativitas menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama terdapat pengaruh positif yang sangat berarti antara motivasi dengan kinerja Pamong Belajar dengan persamaan regreri y = 1,53 + 0,014 X1. Koefisien korelasi 0,53 dan koefisien determinasi 0,28 yang berarti konstribusi motivasi terdapat kinerja sebesar 28%. Kedua terdapat pengaruh positif yang berarti antara kreativitas dengan kinerja Pamong Belajar dengan persamaan regresi y = 1,302 + 0,016X2, koefisien korelasi 0,51 dan koefisien determinasi 0,26 yang berarti konstribusi kreativitas 26%. Ketiga terdapat pengaruh positif yang sangat berarti antara motivasi dan kreativitas secara bersama-sama dengan kinerja pamong Belajar dengan persamaan regresi ganda y = 0,013 + 0,012X1 + 0,013X2, koefisien korelasi ganda 0,74 dan koefiisien determinasi 0,55 yang berarti konstribusi motivasi dan kreativitas secara bersama-sama terhadap kinerja Pamong Belajar 55%.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SUB.DOLOG WIL.IV PADANGSIDIMPUAN (STUDI PADA KANTOR SUB.DOLOG WIL.IV PADANGSIDIMPUAN) Tri Eva Juniangsih Ritonga; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v5i1.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Sub.Dolog Wil.IV Padangsidimpuan.Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian deskriptif, disini dimaksudkan sebagai cara untuk melakukan penelitian dalam rangka memperoleh data dan informasi yang relevan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Kantor Sub. Dolog Wil.IV  Padangsidimpuan yaitu sebanyak 26 orang. Data diambil dari angket atau kuesioner pada objek yang diteliti dan laporan-laporan lainnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisis deskriptif variable kepemimpinan yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Sub. Dolog Wil.IV Padangsidimpuan adalah apabila pimpinan melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan, memberi keteladanan yang baik terhadap bawahan, dan pemimpin memberi alternative pemecahan masalah yang belum ada aturannya.
ANALISIS HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI DI KABUPATEN NIAS UTARA Kasiria Gea; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v3i2.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar  hubungan kebijakan kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru-guru SMA Negeri di Kabupaten Nias Utara. Metode yang digunakan merupakan penelitian eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif dan dengan sumberdata diperoleh melalui kuesioner. Sampel diambil secara proporsional random sampling sebanyak 63 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung 45,2 persen. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung sebesar 21,3 persen. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung sebesar 10,4 persen. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama sebesar 76,9 persen. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan, maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SUB.DOLOG WIL.IV PADANGSIDIMPUAN (STUDI PADA KANTOR SUB.DOLOG WIL.IV PADANGSIDIMPUAN) Tri Eva Juniangsih Ritonga; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v5i1.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Sub.Dolog Wil.IV Padangsidimpuan.Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian deskriptif, disini dimaksudkan sebagai cara untuk melakukan penelitian dalam rangka memperoleh data dan informasi yang relevan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Kantor Sub. Dolog Wil.IV  Padangsidimpuan yaitu sebanyak 26 orang. Data diambil dari angket atau kuesioner pada objek yang diteliti dan laporan-laporan lainnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisis deskriptif variable kepemimpinan yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Sub. Dolog Wil.IV Padangsidimpuan adalah apabila pimpinan melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan, memberi keteladanan yang baik terhadap bawahan, dan pemimpin memberi alternative pemecahan masalah yang belum ada aturannya.
ANALISIS HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI DI KABUPATEN NIAS UTARA Kasiria Gea; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v3i2.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar  hubungan kebijakan kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru-guru SMA Negeri di Kabupaten Nias Utara. Metode yang digunakan merupakan penelitian eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif dan dengan sumberdata diperoleh melalui kuesioner. Sampel diambil secara proporsional random sampling sebanyak 63 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung 45,2 persen. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung sebesar 21,3 persen. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung sebesar 10,4 persen. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama sebesar 76,9 persen. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan, maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun.
PENGARUH MOTIVASI DAN KREATIFITASTERHADAP KINERJA PAMONG BELAJAR DI BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL REGIONAL I MEDAN Nurlela Nurlela; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v4i1.1363

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara motivasi dan kreatifitas secara tersendiri maupun bersama-sama dengan kinerja Pamong Belajar BPPNFI Regional I Medan. Metode penelitian bersifat deskreftif korelatif yaitu bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada saat penelitian dilakukan Populasi penelitian adalah Pamong Belajar BP-PNFI Regional I Medan sebanyak 40 orang dan mennggunakan sampel total sebanyak 40 orang. Variabel terikat penelitian adalah Kinerja Pamong Belajar dan variabel bebasnya adalah motivasi dan kreativitas. Data kinerja diperoleh melalui instrumen yang disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsi Pamong Belajar. Motivasi dan kreativitas menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama terdapat pengaruh positif yang sangat berarti antara motivasi dengan kinerja Pamong Belajar dengan persamaan regreri y = 1,53 + 0,014 X1. Koefisien korelasi 0,53 dan koefisien determinasi 0,28 yang berarti konstribusi motivasi terdapat kinerja sebesar 28%. Kedua terdapat pengaruh positif yang berarti antara kreativitas dengan kinerja Pamong Belajar dengan persamaan regresi y = 1,302 + 0,016X2, koefisien korelasi 0,51 dan koefisien determinasi 0,26 yang berarti konstribusi kreativitas 26%. Ketiga terdapat pengaruh positif yang sangat berarti antara motivasi dan kreativitas secara bersama-sama dengan kinerja pamong Belajar dengan persamaan regresi ganda y = 0,013 + 0,012X1 + 0,013X2, koefisien korelasi ganda 0,74 dan koefiisien determinasi 0,55 yang berarti konstribusi motivasi dan kreativitas secara bersama-sama terhadap kinerja Pamong Belajar 55%.
ANALISIS IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA KOMPUTER TIME MEDAN Ferry Hidayat; Usman Tarigan
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v4i2.1386

Abstract

Begitu penting faktor sumber daya manusia sehingga didalam strategi pencapaian tujuan organisasi perlu membentuk iklim organisasi yang dapat meningkatkan kinerja karyawan agar tercapainya tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor iklim organisasi pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer TIME Medan. Faktor-faktor yang membentuk atau menentukan iklim organisasi yang diteliti yaitu faktor hubungan kerja, faktor gaya kepemimpinan, dan faktor pengembangan karyawan. Bentuk penelitian ini adalah penelitian survey dan deskriptif dengan jumlah populasi 27 orang dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian dari ketiga variabel dapat diketahui bahwa variabel yang paling besar adalah faktor hubungan kerja yaitu 83% dengan kategori baik dan faktor ini adalah faktor yang paling tinggi kemudian variabel faktor gaya kepemimpinan 72% dengan kategori cukup dan terakhir adalah variabel yang paling rendah yaitu faktor pengembangan karyawan 65% dari dengan kategori cukup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja sebagai faktor yang paling baik dalam membentuk iklim organisasi yang kondusif sehingga kinerja karyawan tetap baik kemudian faktor gaya kepemimpinan masih kurang dalam menciptakan iklim organisasi yang kondusif dan faktor ketidakpastian, yakni faktor pengembangan karyawan adalah faktor yang dapat menurunkan kinerja karyawan.