Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gender, Konsumsi Berita COVID-19 dan News Fatigue di Jakarta Michelle Natasya Azari; Yearry Panji Setianto
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31587

Abstract

Di era ‘banjir’ informasi saat ini, masyarakat berlomba-lomba ingin menjadi yang tercepat mengetahui dan membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan pandemi COVID-19. Terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah metropolitan seperti Jakarta (dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak per Januari 2021) yang selalu dituntut untuk up to date. FOMO (Fear of Missing Out), merupakan perasaan cemas atau tidak aman atas kemungkinan kehilangan atau ketinggalan sesuatu. FOMO akan membuat seseorang semakin gencar dalam mengakses informasi yang pada akhirnya dapat berujung pada news fatigue, yaitu kondisi di mana seseorang merasa stres atau kelelahan karena informasi yang berlebihan. Peneliti mencoba melihat bagaimana perbedaan praktik news fatigue di Jakarta berdasarkan gender dalam konteks pandemi. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratificats 2.0 dengan konsep news fatigue to news avoidance serta konsep gender dan berita. Sebagai riset deskriptif-kualitatif dengan metode studi kasus, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa media diary dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan perempuan menyikapi pengalaman news fatigue berbeda daripada partisipan laki-laki. Dalam konteks berita COVID-19, partisipan perempuan melaporkan merasa lelah dengan topik tersebut terutama karena kebanyakan beritanya bernada negatif dan diberitakan terus-menerus. Selain itu, faktor pekerjaan dan beban ganda partisipan memainkan peran penting dalam praktik news fatigue di Jakarta berdasarkan gender. Kelelahan yang dirasakan ini mendorong partisipan perempuan untuk menghindari berita tentang COVID-19.
IMPROVING DATA LITERACY AMONG JOURNALISTS THROUGH WORKSHOP AND CONFERENCE TO ADVANCE THE ANALYTICAL SKILLS IN REPORTING Utami diah kusumawati; yearry panji setianto
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 3 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i3.8001

Abstract

In an extraordinary situation such as pandemic and disaster, journalists perform a beneficial function in presenting accurate and reliable information. Information is passed on to the public who are in dire need of guidance during an emergency situation especially when the public is overloaded with unreliable information. Therefore, journalists have an obligation to present truth and eliminate disinformation by providing fact-based storytelling to the public as stated in one of the elements of journalism. The practice of data journalism has become popular as we are becoming more familiar with the presence of data as well as the development of technology. Thus, improving data literacy among journalists has become essential. The creation of Data and Computational Journalism Conference and Workshop Indonesia (DCJ-CI) 2022 aims to enhance the data skills of journalists nationwide by presenting a series of hands-on workshops, talk shows, seminars, and networking sessions to journalists, journalism students and lecturers, as well as data enthusiasts in Indonesia. This event was attended by hundreds of participants throughout the country and joined by speakers and experts from countries like U.S., England, India, Singapore, Nepal, and Indonesia. DCJ-CI resulted in data journalism and computational products published in several media in Indonesia.