Dwi Nur Yunianti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN METODE TOPSIS UNTUK PENENTUAN PEMASOK BIJI KOPI PADA PT. BERKAT MUKMIN MANDIRI KARTIKA SARI; DWI NUR YUNIANTI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.353 KB)

Abstract

Perkembangan pasar yang semakin pesat membuat perusahaan harus menetapkan pemasok yang tepat agar kualitas produk dapat diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemasok terbaik dengan cara menyeleksi pemasok oleh beberapa kriteria yang telah ditentukan. Nilai bobot yang digunakan pada metode Techique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) menggunakan defuzzifikasi dengan bobot harga (0,26), kualitas biji (0,26), waktu pengiriman (0,21), persediaan barang (0,13) dan jenis biji (0,21). Metode Techique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk merangking pemasok agar mendapatkan perusahaan yang tepat sebagai pemasok tetap. Kata kunci : TOPSIS, fungsi keanggotaan, defuzzifikasi, matriks keputusan, pemilihan supplier.
IMPLEMENTASI METODE FCM DAN TOPSIS DALAM PENGELOMPOKAN DAN PEMERINGKATAN PERUSAHAAN F&b DI INDONESIA Regita Putri Adilia Likyanah; Dwi Nur Yunianti
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p263 - 276

Abstract

Perusahaan Food and Beverage (F&B) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyaknya jumlah perusahaan F&B tersebut memerlukan adanya pemetaan yang dapat memberikan gambaran terkait karakteristik perusahaan berdasarkan rasio keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan dan melakukan pemeringkatan perusahaan F&B berdasarkan rasio keuangan. Metode Fuzzy C-Means (FCM) digunakan untuk mengelompokkan perusahaan menjadi lima klaster, yaitu solva-profit, klaster likuid-pasar, klaster profit-pasar, klaster likuid-solva, dan klaster likuid-profit. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa terdapat 3 perusahaan pada klaster solva-profit, 7 perusahaan pada klaster likuid-pasar, 26 perusahaan pada profit-pasar, 33 perusahaan pada klaster likuid-solva, dan 8 perusahaan pada klaster likuid-profit. Selanjutnya, metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) diterapkan untuk melakukan pemeringkatan perusahaan dalam tiap klaster. Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa WMPP, ADES, TAYS, CRAB, dan AMMS menempati peringkat satu pada masing-masing klaster. Melalui kombinasi metode FCM dan TOPSIS, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakteristik perusahaan F&B serta menjadi alat bantu strategis bagi manajemen perusahaan, investor, dan pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci: food and beverage, rasio keuangan, FCM, TOPSIS.
PEMILIHAN STRATEGI MITIGASI TERBAIK UNTUK MENGATASI URBAN HEAT ISLAND DI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN METODE FERMATEAN FUZZY SWARA-TOPSIS Ismatu Laila Syifa'; Dwi Nur Yunianti
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p113-126

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan permasalahan lingkungan yang muncul akibat dominasi Pembangunan dan berkurangnya ruang hijau di kawasan perkotaan. Kondisi ini menyebabkan peningkatan suhu udara, menurunnya kualitas lingkungan, serta mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi yang tepat untuk meminimalisasi dampak UHI, khususnya di kota besar seperti Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode fermatean fuzzy SWARA-TOPSIS untuk mengevaluasi dan menentukan strategi mitigasi UHI yang paling efektif berdasarkan lima aspek utama, yaitu lingkungan, ekonomi, soial, teknis, dan kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek lingkungan memiliki bobot kepentingan tertinggi sebesar 0.2426, diikuti aspek teknis sebesar 0.2003 dan kebijakan sebesar 0.1927, sedangkan aspek ekonomi menempati bobot terendah sebesar 0.1773. Pada subkriteria, dukungan pemerintah menjadi faktor paling dominan, sementara sumber pendanaan dan kontrol ekonomi menempati bobot terendah. Alternatif strategi mitigasi yang terbaik adalah penghijauan melalui ruang terbuka hijau dengan nilai sebesar 0.7607, diikuti dengan adanya green building dengan nilai sebesar 0.6593 lalu ruang terbuka biru dengan nilai sebesar 0.6029 dan pengurangan emisi kendaraan dengan nilai sebesar 0.5752, sedangkan regulasi pembangunan gedung baru berada pada posisi terakhir dengan nilai sebesar 0.4306. Hasil tersebut menyatakan bahwa upaya mitigasi UHI perlu diprioritaskan pada strategi berbasis lingkungan yang didukung oleh regulasi serta kebijakan pemerintah, sehingga dapat mewujudkan tata kota yang lebih indah dan ramah lingkungan.