Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penambahan CuO Sebagai Sintering Aid pada Elektrolit Padat Neodymium Doped Ceria (NDC) Anindityo Anindityo Arifiadi; Syoni Soepriyanto
Jurnal Metalurgi dan Material Indonesia Vol. 2 No. 1 (2019): April
Publisher : Badan Kerja Sama Pendidikan Metalurgi dan Material (BKPMM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research, NDC powder with a chemical formula of Ce0,75Nd0,25O1,875 added with 0, 0,5, 1, ad 1,5 wt% CuO is synthesized. Powder is mixed by stirring at an ethanol medium. Mixed powder is compacted to form a pellet and then sintered at 1000oC, 1200oC, and 1400oC for 4 hours. Sintering time variation of 2, 3, and 4 hours is also performed at 1200oC. Result shows that the highest relative density of 65,21% is achieved by 0,5wt% CuO addition sintered at 1200oC for 4 hours. Without CuO addition, pellet shrink through grain boundary diffusion and with CuO addition, liquid phase sintering occurs. Electrochemical impedance analysis shows that CuO lowers grain boundary resistance. The highest conductivity (1,52 x 10-2 S/cm) at 700oC with an activation energy of 0,85 eV is achieved by pellet added with 0,5 wt% CuO.
Studi Pengaruh Rasio Konsentrasi Nikel Sulfat/Nikel Klorida dan Rapat Arus Terhadap Efisiensi Arus pada Sintesitas Serbuk Nikel dengan Metode Elektrolisis Soleh Wahyudi; Syoni Soepriyanto; Satrio Panji Anggolo
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.799 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v4i2.307

Abstract

Dalam penelitian ini dipelajari tentang pengaruh rasio konsentrasi nikel sulfat (NiSO4) dengan nikel klorida (NiCl2) serta rapat arus terhadap efisiensi arus pada sintesis serbuk nikel dengan metode elektrolisis. Proses elektrolisis serbuk nikel dilakukan dengan menggunakan nikel murni sebagai anoda dan stainless steel 316L sebagai katoda, waktu proses elektrolisis selama 5 menit dan suhu elektrolit 25꙳C. Parameter yang divariasikan adalah rasio konsentrasi NiSO4/NiCl2 dan rapat arus. Variasi rasio konsentrasi NiSO4/NiCl2 adalah NiSO4; 19:1; 9:1; 1:1 dan 1:9 dengan konsentrasi ion nikel dalam larutan dibuat tetap sebesar 1,2 M. Sedangkan variasi rapat arusnya adalah 0,5; 0,6; 0,7 dan 0,8 A/cm2. Serbuk yang mengendap di permukaan katoda di-scrapping lalu dibilas dengan aquades dan dikeringkan pada suhu 100꙳C dalam atmosfir udara. Serbuk yang dihasilkan diuji Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui morfologi dan ukuran partikel serbuk, Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS) untuk mengetahui komposisi unsur serbuk dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui senyawa serbuk. Efisiensi arus terbesar sebesar 83,36% diperoleh pada kondisi rasio konsentrasi NiSO4/NiCl2 sebesar 9:1. Pada kondisi tersebut dihasilkan serbuk nikel dengan bentuk angular dan memiliki ukuran partikel rata-rata sebesar 1,95 μm.
KARAKTERISTIK FISIK DAN KONDUKTIVITAS SPESIFIK BATAS BUTIR DARI ELEKTROLIT PADAT GADOLINIUM CERIA UNTUK APLIKASI INTERMEDIATE TEMPERATURE SOLID OXIDE FUEL CELL Agung Nugroho; Syoni Soepriyanto
Metalurgi Vol 35, No 1 (2020): Metalurgi Vol. 35 No. 1 April 2020
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.021 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v35i1.467

Abstract

Pada penelitian ini, serbuk elektrolit padat dengan komposisi Ce0,8Gd0,15Sm0,05NdxO1,9 dibuat dengan variasi x = 0; 0,025; 0,05; dan 0,075. Serangkaian percobaan dilakukan untuk menghasilkan elektrolit padat dengan ukuran butir mencapai skala nanometer (nm). Percobaan-percobaan ini diawali dengan preparasi serbuk elektrolit menggunakan metode sol-gel dengan prekursor berupa Rare Earth Nitrates. Sampel pengujian dibuat dalam bentuk pelet dengan dimensi 1 cm dengan cara dikompaksi dengan gaya 40 kN untuk menghasilkan green pellet. Selanjutnya, proses sintering dilakukan terhadap green pellet dengan variasi suhu yaitu 1200, 1300, dan 1400oC dengan waktu penahanan selama 5 jam. Perubahan dimensi dari pellet sebelum dan sesudah sintering diukur untuk menentukan nilai densitas relatif dari setiap sampel. Pengujian EIS dengan menggunakan impedance analyzer dilakukan pada rentang temperatur 350-600oC pada selang pengukuran 50oC dan frekuensi 2 MHz-20 Hz. Data-data impedansi kemudian dimodelkan dan dilakukan simulasi fitting dengan bantuan paket program Zview. Beberapa pelet elektrolit hasil sintering pun dianalisis dengan menggunakan X-ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mendapatkan karakteristik fisik dari elektrolit padat hasil sintering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sol-gel telah berhasil membuat elektrolit padat dengan ukuran butir rata-rata sebesar ±500 nm. Struktur kristal yang dihasilkan dari pellet hasil proses sintering berupa cubic fluorite. Terakhir, dalam paper ini juga dibahas mengenai hubungan strukur mikro hasil sintesis dengan konduktivitas ionik batas butir dari 2 struktur mikro yang berbeda.