Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO Ach. Muhib Zainuri; Anang Takwanto; Amir Syarifuddin
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4292

Abstract

KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVEDI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGOAch. Muhib Zainuri1, Anang Takwanto2, Amir Syarifuddin 31Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang 2Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas MuhammadiyahMalangE-mail : 1) muhibzain@gmail.com, 2)a.takwanto@gmail.com, 3)amir@umm.ac.idABSTRAKHutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya. Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tindakan silvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya. Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar. Hal ini dilakukan melalui pemulihan kualitas lingkungan, melalui: (a) Penilaian kawasan mangrove, (b) Peningkatan kualitas habitat, (c) Peningkatan kualitas kawasan hijau, dan (d) Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan yang dilakukan adalah (1) Pembuatan bibit mangrove, (2) Penanaman dan penyulaman bibit mangrove, (3) Pemberdayaan masyarakat, dan (4) Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Perlu penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian kawasan mangrove guna menjamin keberlanjutan ekologi pantai.Kata kunci : Mangrove, Konservasi, Pesisir, Pemberdayaan.
Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Wahyu Prihanta; Amir Syarifuddin; Ach. Muhib Zainuri
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4304

Abstract

Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis MasyarakatWahyu Prihanta1, Amir Syarifuddin 2, Ach. Muhib Zainuri31Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang 2Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang 3Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang 1wahyuprihanta@gmail.com, 2amir@umm.ac.id, 3muhibzain@gmail.comABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pembentukan kawasan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.Permasalahan yang dijumpai dalam upaya pembentukan kawasan ekonomi adalah ketiadaan rencana induk pengembangan pariwisata kawasan ekowisata yang dilandasi tata ruang kawasan, kelembagaan ekowisata yang tidak kondusif dan kondisi budaya masyarakat yang cenderung subsistem. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan daya tarik wisata di Pantai Taman. Hal yang sudah dilakukan adalah (1) Penguatan daya tarik wisata yang sudah ada dan(2) Pembangunan objek wisata baru. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa (1)Para pelaku ekowisata sangat terbantukan, (2) Kegiatan telah mencapai sasaran yang diinginkan, (2) Pelaku ekowisatamemiliki keterampilan pemasaran produk-produk ekowisata.Kata kunci : Konservasi, Ekowisata, Ekologi, Pemandangan, Pantai.
Revitalisasi Kawasan Pulau Giliyang sebagai Destinasi Wisata Kesehatan di Kabupaten Sumenep Ach. Muhib Zainuri; Akhmad Faizin; Salamet Salamet
Jurnal Dedikasi Vol. 15 (2018): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v15i0.6442

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pengembangan wisata kesehatan yang mengkombinasikan aspek sosial, ekologi dan ekonomi dalam pengembangankepariwisataan di kawasan Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep. Untuk mencapai tujuan ini, terdapat beberapamasalah yang nampak di dalam menerapkan strategi kawasan wisata kesehatan yaitu lemahnya institusi pariwisatadan sumberdaya manusia, kurangnya tingkat partisipasi masyarakat dan belum optimalnya penggunaan lahan.Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis kebutuhan seluruhpemangku kepentingan, dan mengembangkan pendekatan sistem melalui kuesioner dan wawancara mendalamdengan semua pemangku kepentingan, misalnya institusi pemerintah dan dengan teknik prospektif. Hasilpelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa beberapa kriteria seperti konservasi dan pemeliharaan, dampak negatifminimum, dan kenyaman pengunjung menunjukkan nilai positif. Sedangkan kriteria pada pengaruh terhadapperekonomian lokal dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan nilai negatif. Fenomena ini terjadi karena zonasiwisata masih baru. Sehingga masih dibutuhkan cara yang strategis untuk mencapai pengembangan pariwisata yangberkelanjutan.
Desain dan Analisa Pengaruh Jumlah Mata Pisau Serta Ukuran Mesh terhadap Kapasitas Bubuk Cabai yang dihasilkan pada Mesin Penepung Cabai Tipe Disk Mill Ffc 15 Haidar Alia Fika Rahma; Ach. Muhib Zainuri
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7668

Abstract

Post-harvest handling of chili in Indonesia is still largely done manually, requiring a relatively long processing time and producing products with a non-uniform level of fineness. This condition impacts low production efficiency and the quality of processed chili. Therefore, the application of appropriate technology in the form of a chili flour machine is needed to increase production capacity and consistency. This study aims to analyze the effect of the number of blades and mesh size on the production capacity of a disk mill type FFC 15 chili flour machine. The research method used was an experiment with a factorial design, involving two variations in the number of blades, namely three and four blades, and three variations in mesh size, namely 0.5 mm, 1 mm, and 3 mm. Each treatment combination was carried out three times. The results showed that the number of blades and mesh size had a significant effect on the machine's production capacity. The best treatment combination was obtained by using four blades with a mesh size of 3 mm, which resulted in a production capacity of 6.84 kg/hour and a Composite Desirability value of 0.983. These results indicate that proper arrangement of machine components can increase the efficiency of post-harvest chili processing.  
Pengaruh Kecepatan Mata Pisau dan Jumlah Bahan Terhadap Waktu Produksi Cabai Bubuk Pada Mesin Disc Mill FFC15 M. Caesar Miftakhul Falah; Ach. Muhib Zainuri
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7820

Abstract

One of the most profitable horticultural crops, but it spoils quickly due to its high water content. Processing chili peppers with a disc mill into chili powder is a great way to increase the added value of the product while extending its shelf life. The purpose of this study was to determine how the blade rotation speed and amount of material affected the production time of chili powder in an FFC15 Disc Mill. The blade rotation speed varied between 2100 rpm and 3500 rpm, and the amount of material varied between 5% and 500 g. The data were analyzed using statistical analysis to determine the effect of each component and their relationship with each other. The results showed that the blade rotation speed and the amount of material had a significant effect on the production time of chili powder. However, the relationship between these two factors did not have a significant effect. The best operating conditions were achieved with 500 grams of material and a speed of 3500 rpm, which resulted in the fastest production time of 4.367 minutes.