Praktik gaya hidup dan tingkah laku dapat memiliki efek positif ataupun negatif bagi kesehatan. Praktik dengan efek yang negatif merupakan faktor resiko. Ada beberapa kebiasaan pola hidup yang menjadi faktor resiko terjadinya kanker, yaitu merokok, mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak, daging yang diawetkan, meminum minuman yang beralkohol, kurang aktivitas fisik, terpapar polutan, hingga stress berpengaruh pada kejadian kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya hidup pasien kanker di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif analitik dan menggunakan pendekatan metode survey (kuesioner). Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah responden adalah 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan gaya hidup aktivitas fisik sebagian besar beresiko (75,0%), stress sebagian besar beresiko (58,3%), konsumsi alkohol sebagian besar tidak beresiko (80,6%), merokok sebagian besar tidak beresiko (69,4%), pola nutrisi sebagian besar beresiko (58,3%), dan menghirup polusi/polutan sebagian besar beresiko (69,4). Dari 6 variabel gaya hidup hanya 4 variabel gaya hidup (aktivitas fisik, stress, pola nutrisi, menghirup polusi/polutan) menunjukkan sebagian besar penderita kanker masuk dalam kategori beresiko dan 2 variabel gaya hidup lainnya (konsumsi alkohol dan merokok) menunjukkan hanya sebagian kecil yang masuk dalam kategori beresiko. Dengan demikian Perawat diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai kanker serta kebiasaan-kebiasaan untuk menjaga kesehatan yang akan dijadikan gaya hidup penderita kanker. Kata kunci: Gaya Hidup, Kanker