Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Memahami kualitas sumber daya manusia OAP berdasarkan pendekatan people-centered : Studi di Kabupaten Tambrauw dan Sorong Gusti Ayu Ketut Surtiari; Haning Romdiati; Luh Kitty Katherina; Dwiyanti Kusumaningrum; Ari Purwanto Sarwo Prasojo
Masyarakat Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v46i1.870

Abstract

Kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua saat ini belum banyak dibahas. Indeks Pembangunan Manusia yang selama ini digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui  gambaran kualitas sumber daya manusia merupakan gambaran agregat di tingkat provinsi. Berdasarkan angka Indeks Pembangunan Manusia atau IPM, Provinsi Papua Barat dan Papua merupakan terendah di Indonesia. Pertanyaannya adalah apakah hal tersebut menunjukkan kualitas sumber daya manusia OAP memang rendah dan bagaimana jika tidak dilakukan perbandingan dengan daerah lain yang memiliki latar belakang sosial budaya dan ekonomi yang berbeda? Tulisan ini bertujuan untuk memahami lebih mendalam kualitas OAP dengan menggunakan pendekatan yang berfokus pada OAP atau people-centered. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi terpumpun serta observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia OAP tidak terlepas dari persepsi mereka terkait dengan kesejahteraan. Kecukupan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan dapat melakukan aktivitas rutin dengan baik merupakan gambaran penilaian OAP terhadap kesejahteraan dan kemudian mempengaruhi motivasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan banyak ditemui di daerah yang sudah terpapar pembangunan infrastruktur dan juga hidup berdampingan dengan migran dari luar Papua. Tulisan ini  menyimpulkan bahwa penting memahami kualitas SDM berdasarkan karakter wilayah dan budaya setempat. Sehingga upaya meningkatkan kualitas SDM tidak semata bersifat instruksi tetapi lebih partisipatif dan kolaboratif. Tulisan ini memberikan gambaran yang signifikan terkait dengan keadilan dalam menilai kondisi kualitas SDM kelompok masyarakat tertentu.
URBANISASI DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KOTA TANGERANG Gusti Ayu Ketut Surtiari
Widyariset Vol 12, No 3 (2009): Widyariset
Publisher : Pusbindiklat - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.263 KB) | DOI: 10.14203/widyariset.12.3.2009.171-180

Abstract

The purpose of this article is to know the condition of the carrying capacity of Tangerang City. The background is that Tangerang City has rapidly increased in development and population growth according to its location as a Buffer zone ofD KI Jakarta and a central of industry. A Buffer zone is hoped to be able to counter the high population growth in Jakarta by creating a harmonious development between Jakarta and its surroundings. Tangerang City acts as housing for commuters to Jakarta and have to accommodate migrants who want to work in Tangerang City. The development of housing and its facilities increase the utilization of natural resources such as land and water. Otherwise, the natural resources have limitation of capacity. The over utilization will encourage the risk of land degradation that can threaten a sustainable urban development. For its purpose, this article used data from BPS publication and other related sources, and it was analyzed descriptively.   
URBANISASI DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KOTA TANGERANG Gusti Ayu Ketut Surtiari
Widyariset Vol 12, No 3 (2009): Widyariset
Publisher : Pusbindiklat - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.263 KB) | DOI: 10.14203/widyariset.12.3.2009.171-180

Abstract

The purpose of this article is to know the condition of the carrying capacity of Tangerang City. The background is that Tangerang City has rapidly increased in development and population growth according to its location as a Buffer zone ofD KI Jakarta and a central of industry. A Buffer zone is hoped to be able to counter the high population growth in Jakarta by creating a harmonious development between Jakarta and its surroundings. Tangerang City acts as housing for commuters to Jakarta and have to accommodate migrants who want to work in Tangerang City. The development of housing and its facilities increase the utilization of natural resources such as land and water. Otherwise, the natural resources have limitation of capacity. The over utilization will encourage the risk of land degradation that can threaten a sustainable urban development. For its purpose, this article used data from BPS publication and other related sources, and it was analyzed descriptively.