Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE CHINESE AND CRIME IN THE OMMELANDEN OF BATAVIA 1780-1793 Devi Riskianingrum
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i1.299

Abstract

Batavia dan wilayah Ommelanden pada era akhir abad ke-18 berada dalam krisis keamanan di mana angka kriminalitas terus meningkat. Kejahatan dalam berbagai bentuk, mulai dari perampokan, pembunuhan, pencurian, sampai perkelahian antar-etnis menjadi suatu pemandangan yang biasa di wilayah ini. Kondisi VOC yang mulai runtuh saat itu berdampak pada runtuhnya keamanan publik di daerah koloni. Lebih jauh, kondisi ini merefleksikan semakin melemahnya kontrol administrasi pemerintah kolonial terhadap Batavia dan Ommelanden. Meningkatnya angka kriminalitas di wilayah Ommelanden juga memengaruhi masyarakat Cina, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban dari kejahatan tersebut. Kedudukan dan status mereka yang cenderung lebih tinggi dalam hal finansial dari masyarakat lokal menjadi sumber pemicu kebencian antaretnis di Ommelanden. Masyarakat Cina menjadi rentan terhadap tindak kejahatan. Paper ini mengeksplorasi berbagai kasus kriminal di Ommelanden Batavia yang terkait masyarakat Cina, baik sebagai korban maupun pelaku, yang terekam dalam arsip Schepenbank. Paper ini memberikan sebuah gambaran relasi masyarakat Cina dengan etnis lainnya di Ommelanden Batavia dalam kasus-kasus hukum, sifat dan kekhasan kriminalitas di Ommelanden Batavia, serta sistem yudisial VOC di Ommelanden Batavia.Kata Kunci: Batavia, Chinese Community, Schepenbank Archives, Crime, Ommelanden.
The Application of Transfer Knowledge of Exjapan Trainees from Indonesia: Alternative Solution for Rural Development in South Sulawesi And East Java Devi Riskianingrum; Gusnelly Gusnelly
Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol 7, No 1 (2017): General Issue: Indonesian Social Sciences and Humanities
Publisher : Deputy of Social Sciences and Humanities, the Indonesia Institute of Sciences (LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2893.8 KB) | DOI: 10.14203/jissh.v7i1.76

Abstract

International migration has changed the lives of many people and households in the villages by the value of remittance sent home by migrant workers. Japan is one of many destination countries for Indonesian migrant workers. Since 1993, Indonesian migrant workers have come to Japan on two available schemes, namely the Technical Internship Program (TIP) and the Industrial Training Program (ITP). The remittance in this study does not refer to money but more to knowledge, either in the form of ideas of social cultural values, work ethics, or business ideas obtained by trainees while working in Japan. Trainees not only receive economic but also social remittance whilst working in Japan. These trainees are expected to return with benefits to their social neighborhoods. Hence several subjects are posed in this study which identify the forms and structures of knowledge transferred from Japan to the trainees, the applicability of the knowledge received from the host country to their home country and the challenges and obstacles in managing their economic remittances.