Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REISLAMIZING LOMBOK: CONTESTING THE BAYANESE ADAT Erni Budiwanti
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i2.632

Abstract

Masyarakat Bayan di Lombok Utara dikenal sebagai kelompok yang masihmempertahankan tradisi dan kebudayaan setempat yang bersumber pada nilainilai adat leluhur. Meski secara nominal mengaku Islam, namun kenyataanhidup mereka sangat kental diwarnai oleh praktik-praktik adat yang tidaksenantiasa selaras dengan monoteisme Islam. Secara kuantitatif, masyarakatBayan bisa dikategorikan sebagai kelompok minoritas Sasak Muslimsinkretik yang masih bertahan sampai saat ini. Dalam adat-istiadat mereka,terdapat fgur pondok pesantren dari Lombok Barat dan Lombok Timur yangdipimpin oleh Tuan Guru dan didukung oleh pengikut-pengikut setianya yangsekaligus merupakan arbituren (alumnus) pondok pesantren. Tuan Guru danpara dai merupakan agen-agen perubahan yang menjalankan misi untukmentransformasikan adat-istiadat Bayan yang dinilai tidak relevan denganIslam. Misi dakwah ini memiliki dua sisi yang dilematik bagi masyarakatBayan. Di satu pihak mereka menyentuh wilayah sakral keagamaan dankebudayaan yang dinilai sangat sensitif, namun di lain pihak mereka jugamembantu komunitas Bayan mengentaskan persoalan lingkungan hidupdan kemiskinan melalui pendidikan. Infltrasi gerakan mereka merupakanfenomena religius-kultural yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Bayan.Para agen perubahan tersebut sangat diperlukan untuk memperbaiki kualitashidup, namun sekaligus juga dikhawatirkan mengancam kelangsunganidentitas kultural-keagamaan masyarakat Bayan.Keywords: adat, Islam, dakwah, pondok pesantren, Tuan Guru, dai