Ary Wahyono
Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETAHANAN SOSIAL NELAYAN: UPAYA MERUMUSKAN INDIKATOR KERENTANAN [VULNERABILITY] TERKAIT DENGAN BENCANA PERUBAHAN IKLIM Ary Wahyono
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.665

Abstract

Studies on the impact of climate change on the vulnerability of fishermen communities are still rare. The vulnerability studies highlight the physical dimensions whereas the social dimensions with climatic change are rarely performed. This paper attempts to obtain an understanding about the issue of the vulnerability offishermen communities with climate change context. Vulnerability caused as a result of climate change is an important component of any effort to determine the magnitude of the threat posed by its natural phenomenon. Measuring the social vulnerability indicators starts from the understanding about social vulnerability refers to theexposure that is an exposure acceptance of a danger or stress conditions in groups or individual level. The level of social vulnerability is strongly influenced by access factor to natural resources and diversity of income sources. Vulnerability changes all the time, both in short or long term, depending on how much adaptation changes, as in the character threats, exposure to the threats, sensitivity, and capacity to response or recovery efforts that produce results quicker. Vulnerability analysis is useful for determining the effective instrument to propose the correctiveactions with defensive strategies and facilitate the adaptation. One of the important things is vulnerability happens when the fishermen do not have the anticipation capacity to make any adjustments or efforts to overcome the impact of natural disasters due to weather anomalies or extreme weather. Reduced income plus the growing debt-ridden life sustaining household is vulnerability characteristic. Meanwhile, there is no mechanism solutions to overcome the marginalization of fishermen, there is no diversification of the fishing gear, and no other activities outside the fishery. The social relations pattern on a patron-client fishing community does not help fishermen (workers) from the slump caused by climate change. Collectivity do not provide an insurance for lower groups, while institutional foundations are underprivileged to provide social durability to fishermen communities as a whole.Keywords: fishing vulnerability, exposure, adaptive capacity, climate changeABSTRAKStudi tentang dampak perubahan iklim terhadap kerentanan masyarakat nelayan masih jarang dilakukan. Studi tentang kerentanan lebih menyoroti dimensi kerentanan fisik, sedangkan dimensi sosial terkait dengan perubahan iklim kurang sekali dilakukan. Tulisan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai isu kerentanan masyarakat nelayan yang kontekstual dengan perubahan iklim. Kerentanan yang ditimbulkan sebagaidampak perubahan iklim merupakan komponen penting dari setiap upaya untuk menentukan besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh fenomena alam dari perubahan iklim. Upaya mengukur indikator kerentanan sosial (social vulnerability) berangkat dari pemahaman bahwa kerentanan sosial merujuk pada keterpaparan, yaitu penerimaan terhadap terpaan suatu bahaya atau terdapatnya kondisi stress di tingkat kelompok atau perorangan akibat terpaansuatu bencana. Tingkat kerentanan masyarakat tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor akses terhadap sumber daya alam dan diversitas sumber pendapatan. Kerentanan dapat berubah setiap saat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tergantung seberapa besar perubahan adaptasi, seperti karakter ancaman, exposure to the threats, sensitivitas, dan capacity to response atau usaha pemulihan yang menghasilkan hasil lebih cepat. Analisis kerentanan sangat bermanfaat untuk menentukan instrumen apa yang efektif untuk mempromosikan tindakan perbaikan dengan strategi bertahan dan memfasilitasi adaptasi yang dilakukan. Salah satu temuan penting adalah kerentanan terjadi jika nelayan tidak memiliki kapasitas mengantisipasi dengan melakukan penyesuaian atau upaya mengatasi dampak dari bencana alam akibat anomali cuaca atau cuaca ekstrem. Penghasilan yang berkurang ditambah dililit utang yang semakin membesar untuk menopang kehidupan rumah tangga adalah karakteristik kerentanan. Sementara itu, tidak ada mekanisme solusi untuk mengatasi terjadinya marginalisasi nelayan, tidak ada diversivikasi alat tangkap, dan tidak ada kegiatan mata pencaharian di luar perikanan. Pola relasi sosial patron-client pada komunitas nelayan tidak menolong nelayan (buruh) dari keterpurukan akibat perubahan iklim. Kolektivitas yang ada tidak memberikan asuransi bagi kelompok lapisan bawah, sementara pranata kelembagaan kurang mampu memberikan daya tahansosial masyarakat nelayan secara keseluruhan.Kata kunci: kerentanan nelayan, keterpaparan, kapasitas adaptasi, perubahan iklim