Muhammad Fakhry Ghafur
Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT DI PERBATASAN : STUDI KASUS DI PULAU SEBATIK Muhammad Fakhry Ghafur
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.669

Abstract

The border is a strategic area that has an important role to build and to defend a country’s sovereignty. Through this concept, the role of a border is very important, especially if it was associated with the improvement of a quality of society’s life in terms economic, social, political, cultural, environment, defense, and security. A border is an interaction area between globalization and locality which happens in daily life. The progress of a community life in border areas is expected to improve the social resilience in responding the most significant global pressure. Therefore, in order to build a border area, social resilience is needed as it is a very important aspect, especially in Sebatik Island. This paper reviews the potential of social resilience in border area, especially in Sebatik Islandthat is directly adjacent with Malaysia in both land and sea, by using the qualitative analysis approach and how to manage any potential in the border area to support economic, social, and political development for other areas.Keywords: social resilience, border areas, SebatikABSTRAKDaerah perbatasan merupakan suatu kawasan yang sangat strategis dan berperan penting dalam membangun serta mempertahankan kedaulatan wilayah negara karena merupakan garda terdepan suatu negara bangsa modern. Melalui arsitektur batas wilayah ini, peran perbatasan sangat strategis, terutama jika dikaitkan dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, budaya, lingkungan maupun pertahanan dan keamanan. Wilayah perbatasan merupakan arena interaksi antara globalisasi dan lokalitas yang terjadi setiaphari. Kemajuan kehidupan masyarakat perbatasan diharapkan akan meningkatkan ketahanan masyarakat dalam merespons tekanan global yang paling nyata. Oleh karena itu, membangun daerah perbatasan secara optimal sangat penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, tulisan ini mengkaji potensi ketahanan masyarakat di perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung,baik darat maupun laut, dengan Malaysia dan metode pengelolaan setiap persoalan yang ada di perbatasan sehingga dapat menjadi pendorong perkembangan ekonomi, sosial, politik, dan budaya bagi daerah lainnya.Kata kunci: ketahanan sosial, perbatasan, Sebatik