Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEBERTAHANAN NILAI RELIGI DAN KEBERLANJUTAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PERGELARAN MAENGKET MAKAMBERU Jultje Aneke Rattu
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.723

Abstract

This research discusses religious value’s survival and women’s leadership sustainability of Minahasan in Maengket Makamberu oral tradition. Religious ceremony performances that became on of the performing arts in globalization era has reappeared and integrated with the performing arts in glocalization one. This research usesa qualitative approach and ethnography method with multidisciplinary concepts, such as oral tradition of Vansina, Ong, and Finnegan, mentalité of Braudel, and gender of Oakley. The results has found that the performances cannot be generalized because their forms are influenced by cultural, social, situational, and ideological contexts. The religious performances have resurfaced in glocalization because the Minahasan’s mentalité has survived. It leads to women’s leadership in performances has continued, although the ideological context has been influenced bypatriarchal system of Christian or Catholic religion. Therefore, it can be concluded that Minahasan performance forms are influenced by the survival of their contexts and religious values and the continuation of women’s leadership caused by their mentalité.Keywords: Maengket Makamberu, oral tradition survival, women’s leadership, Minahasa religious valueABSTRAKDisertasi ini membahas kebertahanan nilai religi dan keberlanjutan kepemimpinan perempuan Minahasa dalam pergelaran tradisi lisan Maengket Makamberu. Pergelaran upacara religi yang telah menjadi pertunjukan seni pada era globalisasi muncul kembali dan berintegrasi dengan pertunjukan seni tersebut pada era glokalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi dengan konsep yang multidisipliner, seperti konseptradisi lisan dari Vansina, Ong, dan Finnegan, mentalité dari Braudel serta gender dari Oakley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergelaran tradisi lisan tersebut tidak dapat digeneralisasi karena bentuknya dipengaruhi oleh konteks budaya, sosial, situasi, dan ideologi. Pergelaran religi tersebut muncul kembali pada glokalisasi karena bertahannya mentalité Minahasa. Hal itu menyebabkan kepemimpinan perempuan Minahasa dalam pergelaran tersebut berlanjut walaupun konteks ideologinya telah dipengaruhi oleh religi Kristen atau Katolik yang bersifat patriarkal. Dapat disimpulkan bahwa bentuk pergelaran tradisi lisan Minahasa dipengaruhi oleh konteksnya dan nilai religi yang bertahan serta kepemimpinan perempuan yang berlanjut disebabkan oleh mentalité mereka.Kata kunci: Maengket Makamberu, kebertahanann tradisi lisan, kepemimpinan perempuan, nilai religi Minaha