AbstractProphet Muhammad is the last prophet messenger sent by Allah for implement da’wah as well as closing the prophet. In the process of da’wah, the prophet Muhammad was faced with various problems of the ummah through a series of questions that had relevance to aqidah, worship, and morality in the scope of social life, economy, house hold, problems and even personal problem that were secret. In responding to these questions the prophet Muhammad provided answers and problem solving. The main purpose of this research is to analyze and find how counseling as a process is implemented in da’wah activities of the prophet Muhammad. This research is a field research using qualitative descriptive analysis. The results of study show that the answers or response of the prophet Muhammad turned out to be an activity which in modern times is called counseling. Thus the prophet Muhammad had practiced counseling long before this knowledge was born and developed. However, what must be understood is that the prophet Muhammad was a prophet, that he was said to be a counselor because he had done so in da’wah. This is an added value or advantage that God has given him because he is the best example and axample for all mankind, including an example in counseling.Keywords : The roots of counseling, da’wah activities, prophet Muhammad AbstrakNabi Muhammad merupakan rasul terakhir yang diutus Allah untuk melaksanakan dakwah sekaligus sebagai penutup para rasul. Dalam proses dakwah tersebut, Nabi Muhammad dihadapkan dengan berbagai problematika umat melalui serangkaian pertanyaan yang memiliki relevansi dengan aqidah, ibadah dan akhlaq dalam lingkup kehidupan sosial, ekonomi, masalah rumah tangga bahkan masalah-masalah pribadi yang sifatnya rahasia. Dalam merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut Nabi Muhammad memberikan jawaban-jawaban dan pemecahan masalah. Tujuan utama penelian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan bagaimana konseling sebagai suatu proses terimplementasi dalam aktivitas dakwah Nabi Muhammad. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawaban-jawaban atau respon Nabi Muhammad tersebut ternyata merupakan suatu kegiatan yang dalam zaman modern saat ini dinamakan dengan konseling. Dengan demikian Nabi Muhammad telah melakukan praktik konseling jauh sebelum ilmu ini lahir dan berkembang. Akan tetapi yang harus dipahami adalah Nabi Muhammad merupakan seorang rasul, bahwa beliau dikatakan sebagai konselor karena telah melakukannya dalam dakwah. Hal ini merupakan nilai tambah atau kelebihan yang dianugerahkan Allah kepadanya karena dia merupakan teladan dan contoh terbaik bagi semua umat manusia, termasuk contoh dalam konseling. Kata Kunci: Akar Konseling, Aktivitas Dakwah, Nabi Muhammad