Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS MINERAL TEMBIKAR DI GUA KUYA DESA PONDOA KABUPATEN KONAWE UTARA Isra Isra; La Ode Ahmad
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 5 No. 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1426

Abstract

Dalam penelitan ini fokus pada analisis unsur mineral tembik di situs Gua Kuya Desa Pondoa, Kabupaten Konawe Utara. Dengan tujuan menjawab permasalahan mineral apa sja yang terkandung, jumlah mineral dan kualitas kandungan unsur mineral tembikar dengan mengunakan metode analisis mineralogi. Jenis unsur-unsur yang terdeteksi oleh sinar X melalui analisis XRF dengan lima sampel dengan kriteria motif lingkaran, bulat ganda, garis, titik, menyerupai ujung mata panah, dan bentuk bela ketupat. menghasilkan 17 komposisi kandungan unsur mineral, yaitu Alumenium (A1), Silikon (Si*), Fasfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca*), Titanium (Ti*), Vanadium (V), Chromium (Cr), Mangan (Mn), Ferium/Besi (Fe), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Rubidium (Rb), Europium (Eu), iterbium (Yb) dan Renium (Re). Unsur yang paling dominan adalah unsur Silikon (Si) yang rata-ratanya sacara berturut-turut 45,2%, 43,4%, 43,4%, 44,3%, 47,8% dan unsur besi (Fe) 30,0%, 32,2%, 31,6%, 28,5%, 29,6%. Memberikan gambaran bahwa tembikar tersebut dari analisis laboratorium, menujukan dari sampel berbagai motif, merupakan salah satu gambaran tembikar yang dibuat oleh para pengrajin pada masa lampau. Tembikar-tembikar tersebut dikategorikan sebagai perkakas rumah tangga berupa periuk dan mangkuk yang berfungsi untuk wadah mengolah kebutuhan hidup sehari-hari berkualitas sedang dengan presentasi porositas kandungan mineral 40% keatas.
ANALISIS MINERAL TEMBIKAR DI GUA KUYA DESA PONDOA KABUPATEN KONAWE UTARA Isra Isra; La Ode Ahmad
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1426

Abstract

Dalam penelitan ini fokus pada analisis unsur mineral tembik di situs Gua Kuya Desa Pondoa, Kabupaten Konawe Utara. Dengan tujuan menjawab permasalahan mineral apa sja yang terkandung, jumlah mineral dan kualitas kandungan unsur mineral tembikar dengan mengunakan metode analisis mineralogi. Jenis unsur-unsur yang terdeteksi oleh sinar X melalui analisis XRF dengan lima sampel dengan kriteria motif lingkaran, bulat ganda, garis, titik, menyerupai ujung mata panah, dan bentuk bela ketupat. menghasilkan 17 komposisi kandungan unsur mineral, yaitu Alumenium (A1), Silikon (Si*), Fasfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca*), Titanium (Ti*), Vanadium (V), Chromium (Cr), Mangan (Mn), Ferium/Besi (Fe), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Rubidium (Rb), Europium (Eu), iterbium (Yb) dan Renium (Re). Unsur yang paling dominan adalah unsur Silikon (Si) yang rata-ratanya sacara berturut-turut 45,2%, 43,4%, 43,4%, 44,3%, 47,8% dan unsur besi (Fe) 30,0%, 32,2%, 31,6%, 28,5%, 29,6%. Memberikan gambaran bahwa tembikar tersebut dari analisis laboratorium, menujukan dari sampel berbagai motif, merupakan salah satu gambaran tembikar yang dibuat oleh para pengrajin pada masa lampau. Tembikar-tembikar tersebut dikategorikan sebagai perkakas rumah tangga berupa periuk dan mangkuk yang berfungsi untuk wadah mengolah kebutuhan hidup sehari-hari berkualitas sedang dengan presentasi porositas kandungan mineral 40% keatas.
Dual-Chamber Microbial Fuel Cell for Bioelectricity Generation Using Coastal Sediments: A Case from Kendari Bay La Ode Ahmad; Muhammad Iqbal Sya'bani Istianandar; Wa Ode Novi Haryanti; Ahmad Zaeni; Alwahab; La Ode Ichlas Syahrullah Yunus; Yusuf Ahmad Husaeni; Robby Sudarman
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2086

Abstract

This study evaluates the potential of Kendari Bay sediment as an alternative source of electrical energy through the dual-chamber Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) technology. The research focused on sediment characterization, performance analysis using an aerator and KMnO₄, post-operation substrate changes, and the identification of electrogenic bacteria. The results showed that the sediment contained 43.24% moisture, 4.23% organic carbon, 1.08% total nitrogen, a C/N ratio of 3.92, pH 7.38, and conductivity of 11.56 mS. The SMFC generated a voltage of 0.404 V (aerator) and 1.628 V (KMnO₄), along with a current of 5.0 µA. After SMFC operation, organic content decreased, with 42.65% moisture, 4.06% organic carbon, 0.97% total nitrogen, a C/N ratio of 4.19, pH 7.86, and conductivity of 15.78 mS. Identified bacteria were Gram-positive Bacillus spp. These findings demonstrate that aerator and KMnO₄ application in dual-chamber SMFC significantly enhance energy conversion efficiency using marine sediment.