Martinus Jimung
Akademi Keperawatan Fatima Parepare

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UJUNG LERO Martinus Jimung; Hartati H
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic fever (DHF) merupakan salah satu masalah kesehatan yang cenderung meningkat jumlah angka kesakitannya di Indonesia serta semakin luas penyebarannya. Kendala yang masih sering terjadi sehingga angka kesakitan DBD terus meningkat dikarenakan kurangnya pegetahuan orang tua tentang upaya pencegahan DBD. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang upaya pencegahan DBD pada anak. Menggunakan metode deskriptif, dengan teknik observasi dan lembar kuesioner, Subjek penelitian menggunakan 32 responden. Tingkat pengetahuan orang tua dari 32 responden terdapat 5 responden dengan tingkat pengetahuan baik, 10 responden dengan tingkat pengetahuan cukup dan 17 responden dengan tingkat pengetahuan kurang. Darihasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 32 responden, paling banyak responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang yakni 17 responden. Tingkat pengetahuan responden tersebut terjadi karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan dalam hasil penelitian ini berdasarkan analisa peneliti, tingkat pengetahuan yang kurang terjadikarena faktor tingkat pendidikan responden, dimana dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SD dan SMP. Tingkat pendidikan yang relatif rendah tersebut berpengaruh terhadap kemampuan responden dalam menerima dan memahami informasi-informasi tentang DBD.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, DBD, Upaya PencegahanABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) or Dengue Hemorrhagic fever (DHF) is one of the health problems that tends to increase the number of illnesses in Indonesia and the wider spread. The scarcity that still often occurs so that the number of dengue fever continues to increase due to lack of parents’ knowledge about dengue prevention efforts. To find out the level of parental knowledge about the prevention of DHF in children. Using descriptive methods, with observation techniques and questionnaire sheets, research subjects used 32 respondents. The level of knowledge of parents of 32 respondents there were 5 respondents with a good level of knowledge, 10 respondents with a sufficient level of knowledge and 17 respondents with a lack of level of knowledge. From the results of the study it can be concluded that of the 32 respondents, the most respondents with a lack of knowledge level were 17 respondents. The respondents level of knowledge occurs due to factors that influence knowledge and in the results of this study based on the analysis of researches, the level of knowledge that is lacking occurs to the factor of the respondents educatinal level, which in this study show that the majority of respondents have elementary and junior high school education. The relatively low level of education affects the ability of respondents to receive and understand information about DBD.Keywords: Knowledge Level, DHF, Prevention Measures
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN BUKIT INDAH KECAMATAN SOREANG KOTA PAREPARE Martinus Jimung; Febrian Febrian
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebiasaan merokok keluarga di dalam rumah menjadikan balita sebagai perokok pasif yang selalu terpapar asap rokok. Menurut Rahmayatul (2013), “rumah balita yang keluarganya mempunyai kebiasaan merokok cukup tinggi berpeluang meningkatkan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebesar 7,83 kali dibandingkan dengan rumah balita yang keluarganya tidak merokok di dalam rumah”. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kebiasaan merokok keluarga, (2) untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok keluarga di dalam rumah yang tanpa memperhatikan balita di sekitarnya dan (3) untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok keluarga dengan kejadian (ISPA) pada balita. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 30 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita yangmenderita lebih banyak pada kelompok usia 13-59 bulan daripada balita kelompok usia 0-12 bulan dan balita laki-laki yang menderita ISPA lebih banyak daripada balita perempuan. Kejadian setiap keluarga mempunyai 1 balita mengalami gangguan ISPA sebagian besar balita yang memiliki anggota keluarga dengan kebiasaan merokok 22 keluarga (73,3%). Sedangkan gambaran kebiasaan merokok keluarga berdasarkan lokasi merokok yang tidak memperhatikan balita di sekitarnya sebanyak 18 keluarga (81,8%). Hasil uji Chi Square test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kebiasaan merokok keluarga tanpa memperhatikan balita di sekitarnya (p = -0,237) dengan kejadian ISPA pada Balita (p = 0,000) dengan masing-masing nilai P < 0,05. Kata Kunci: Rokok, Keluarga, Infeksi Saluran pernafasan Akut (ISPA) dan Balita.ABSTRACTFamily smoking habits in the house make toddlers as passive smokers who are always exposed to cigarette smoke. According to Rahmayatul (2013), “homes of toddlers whose families have a high smoking habit have the opportunity to increase the incidence of Acute Respiratory Infections (ISPA) by 7.83 times compared to homes of toddlers whose families do not smoke in the house”. This study aims: (1) to determine family smoking habits, (2) to determine the relationship between family smoking habits in the house without paying attention to the toddlers around them and (3) to determine the relationship between family smoking habits and the incidence of ISPA in toddlers. This study used an observational method with a cross sectional design. Samples were taken as many as 30 toddlers. Data collection is done by observation, interviews and documentation. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis with Chi Square test with a significance level of = 0.05.The results of this study indicate that toddlers suffer more from the age group of 13-59 months than toddlers in the age group 0-12 months and boys suffer from ISPA more than girls. The incidence of each family having 1 toddler experiencing ISPA disorders, most of the toddlers who have family members with smoking habits are 22 families (73.3%). While the description of family smoking habits based on smoking locations that did not pay attention to the toddlers around them were 18 families (81.8%). The results of the Chi Square test with a significance level of = 0.05 showed that there was a significant relationship between family smoking habits  without regard to the toddlers around them (p = -0.237) and the incidence of ISPA in children under five (p = 0.000) with each P value < 0.05.Keywords: Cigarettes, Family, Acute Respiratory Infection (ISPA) and Toddlers
PENGARUH GURU SEBAGAI ROLE MODEL TERHADAP MOTIVASI PENERAPAN PHBS SISWA DI SMP FRATER PAREPARE Martinus Jimung
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGuru sebagai salah satu role model dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memiliki multi fungsi, tidak terbatas hanya ‎sebagai ‘pengajar’ yang melakukan transfer pengetahuan, tetapi juga bisa menjadikan dirinya sebagai role ‎model bagi siswa yang dapat menampilkan kepribadian yang mampu manjadi teladan bagi ‎siswa (Pakpahan, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan gambaran empiris tentang pengaruh ‎guru sebagai role model dengan motivasi penerapan PHBS siswa, (2) mengetahui motivasi belajar ‘meniru’ ‎penerapan PHBS siswa dan (3) menganalisis seberapa besar pengaruh hubungan antara guru sebagai role ‎model dengan motivasi penerapan PHBS siswa  dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Penelitian ‎ini merupakan studi deskriptif  dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling non test dari ‎populasi 61 siswa kelas III SMP Frater Parepare tahun ajaran 2018/2019 dengan sampel sebanyak 32 ‎responden di yang didapat dari rumus penentuan sampel menurut Winarno (1994:100). Pengambilan data ‎dilakukan dengan menggunakan metode angket. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan statistik ‎parametrik, yaitu uji hubungan dua variable yang mempunyai hubungan (V.Wiratna Sujarweni, 2014). Hasil ‎penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 siswa (78,1%) dari 32 reponden yang mengatakan bahwa guru ‎berpengaruh  sebagai role model dan yang tidak berpengaruh sebanyak 7 siswa (21,9%).  Hasil penelitian ‎motivasi menerapkan PHBS  siswa di SMP Frater karena belajar meniru keteladanan guru sebanyak 26 orang ‎‎(81,3%) dan tidak belajar meniru  sebanyak 6 orang (18,7%). Sedangkan hasil analisis statistik inferensial ‎dengan regresi terhadap pengaruh guru sebagai role model melalui pendekatan statistik parametric, maka ‎diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara guru sebagai role model terhadap ‎motivasi penerapan PHBS siswa di SMP Frater Parepare dengan nilai p = 0,001 untuk α = 0,05. Itu berati nilai  ‎R square adalah 0,001  adalah pengkuatdratan dari koefisien korelasi atau nilai R (0,032 x 0,032 = 0,001). R ‎square dapat disebut koefisien determinasi yang dalam hal ini berarti 0,01%, maka  motivasi meniru siswa ‎dipengaruhi oleh keteladanan Guru sebagai role model sebesar 0,01%, selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. ‎Kesimpulan bahwa pengaruh guru sebagai role model dan kesadaran meniru siswa terhadap motivasi ‎penerapan PHBS di SMP Frater  masih rendah. Saran dari peneliti adalah diperlukan suatu upaya keberanian ‎guru dalam menunjukkan keteladanan yang berkesinambungan terhadap penerapan PHBS di lingkungan ‎sekolah agar siswa kontinyu belajar meniru.‎ABSTRACTThe teachers as one of the role models in the application of Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) has multiple functions, not only as ‘teachers’ who carry out knowledge transfer, but also make themselves as role models for students who can display a personality that can become a role models for students (Pakpahan, 2001). This study aims to: (1) get an empirical description  of the teachers as role models with motivation to apply students PHBS action, (2) knowing motivation to learn ’to imitate’ the application of students PHBS action, (3) to analyze how much the influence between teachers as role models with the motivation of applaying studen’t PHBS in maintaining the the health of the school environment. This research is a descriptive study with a non-test stratified random sampling technique from a population of 61 third grade junior high school students in Parepare 2018/2019  with the amont sample of 32 respondents obtained from Winarno’s (1994:100). Statistical approach wich is  a test of the relationships between two variables that have a relationship (V.Wiratna, 2014). The result of the study showed that as many as  25 students (78.1%) from  32 respondents said that the influential teacher as many as 7 students (21.9%). The results of research on motivation  to applay PHBS students in senior high school because learning to imitate the example of the teacher as many as 26 people (81.3%) and not learning to imitate as many as 6 people (18.7%). While the results of inter ferential statistical approach, then conclude that there is a significant influence between the teacher as a role model to motivate the application of  PHBS action in Frater Junior High School of  Parepare with a value p = 0.001 for α = 0.05. That means the value of  R square is 0.001 is strengthening of the correlation coefficient or R value (0.032 x 0.032 = 0.001). R square can be called the coefficient of determination which in this case means 0.01%, then the motivation to imitate students is influenced by the example of the teacher as a role model of  0.01%, the rest is influenced by other factors. The conclusion that the influence of the teacher as a role model and awareness of imitating students towards the motivation of the application of PHBS in the Middle School Brother is still low. Suggestions from researchers are needed an effort to courage the teacher in demonstrating a sustainable example of the application of PHBS in the school environment so that students continually learn to imitate.Keywords: Teachers as role models, Motivation for learning to imitate students and Application of PHBS at school.
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANGTUA TERHADAP PERILAKU ANAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANG TEMPAT DI RW 01 KELURAHAN TIROSOMPE KOTA PAREPARE Martinus Jimung; Nurul Waidatul
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan orangtua terhadap perilaku hidup anak membuang sampah sembarang tempat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orangtua. Karena dapat membantu perilaku anak kearah yang positif, khususnya dalam membuang sampah. Sebab pengetahuan orangtua yang baik dapat mengarahkan sikap anak dari yang kurang baik pada yang lebih baik. Oleh karenanya, orangtualah yang paling bertanggung jawab atas seorang anak, dari sejak lahir hingga anak tumbuh menjadi pribadi yang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan orangtua terhadap perilaku anak membuang sampah sembarang tempat di RW 01 Kelurahan Tirosompe Kota Parepare. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orangtua yang memilik anak membuang sampah sembarang tempat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrument yang digunakan adalah lembaran kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pengetahuan orangtua tentang sampah di RW 01 Kelurahan Tirosompe berada pada kriteria baik (76 % - 100%) dengan jumlah responden sebanyak 31, perilaku anak membuang sampah sembarang tempat berada kriteria tinggi ( > 75%) dengan jumlah responden sebanyak 22, tempat sampah keluarga menunjukkan bahwa dari 32 responden semuanya memiliki tempat dalam rumahnya dan TPA responden beradapada jarak 500 meter dari rumahnya sebanyak 30 responden dan 2 responden menjawab pada criteria ≥ 2 km. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang gambaran pengetahuan orangtua terhadap perilaku anak membuang sampah sembarang tempat di RW 01 Kelurahan Tirosompe Kota Parepare, sehingga orangtua diharapkan dapat merubah perilaku anak yang negatif tentang membuang sampah ke perilaku positifdalam kehidupan setiap hari. Kata Kunci: Pengetahuan, orangtua, Perilaku Anak dan SampahABSTRACTParents’ knowledge of the behavior of children’s lives throwing garbage anywhere is an important thing that needs to be considered by every parent. Because it can help children’s behavior in a positive direction, especially in disposing of garbage. Because good parental knowledge can direct children’s attitudes from being less good to better ones. Therefore, it is parents who are most responsible for a child, from birth until the child grows into an adult person. The purpose of this study was to describe the knowledge of parents on the behavior of children throwing garbage anywhere in RW 01, Tirosompe Village, Parepare City. The sample in this study were 32 parents who had children throwing garbage anywhere. This research is a quantitative research with a descriptive design.  The instrument used is a questionnaire sheet and direct observation to the field. The results showed that the description of parents’ knowledge about waste in RW 01 Tirosompe Village was in good criteria (76% - 100%) with a total of 31 respondents, the behavior of children throwing garbage anywhere was high criteria (> 75%) with a total of 22 respondents. , the family trash bin shows that of the 32 respondents all of them have a place in their house and the respondent’s TPA is located at a distance of 500 meters from their house as many as 30 respondents and 2 respondents answered the criteria 2 km. The results of this study are expected to provide information about the description of parental knowledge about the behavior of children throwing garbage anywhere in RW 01, Tirosompe Village, Parepare City, so that parents are expected to change their children’s negative behavior about throwing garbage into positive behavior in everyday life.Keywords: Knowledge, Parents, Child Behavior and Garbage
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE (Factor Associated with Genesis Asphyxia Neonatorum in Parepare Fatima Hospital) Martinus Jimung
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.232 KB)

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Angka kematian bayi baru lahir di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2011 mencapai 534 jiwa2. Salah satu penyebab utama kematian bayi yang barulahir adalah asfiksia neonatorum. Faktor yang berkaitan dengan terjadinya Asfiksia neonatorum, yaitu: faktor ibu, faktor persalinan, faktor janin dan faktor plasenta. Faktor ibu meliputi status paritas, jarak kehamilan dan partus lama3. Tujuannya untuk mengetahui hubungan faktor paritas,jarak kehamilan dan partus lama dengan kejadian Asfiksia neonatorum. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasi melalui pendekatan Cross Sectional Study dengan menggunakan data rekam medis pasien asfiksia neonatorum dengan paritas, jarak kehamilan dan partus lama dari bulan Januari - Juni 2014 di Rumah Sakit Fatima Parepare sebanyak 71 kasus. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square dan Uji Fisher’s Exact pada beberapa variabel dependen, yakni: Paritas, jarak kehamilan dan partus lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan faktor paritas dengan kejadian Asfiksia neonatorum dengan nilai P = 0,031 < 0,05. Tidak ada hubungan faktor jarak kehamilan dengan Asfiksia neonatorum dengan nilai P = 0,808 > 0,05. Ada hubungan faktor partus lama dengan Asfiksia neonatorum dengan nilai P = 0,003 < 0,05. Kesimpulan, hasil penelitian membuktikan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Fatima Parepare adalah Paritas dan partus lama. Sedangkan jarak kehamilan tidak ada hubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Fatima Parepare.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENURUNNYA PERSONAL HYGIENE LANSIA DI PPSLU MAPPAKASUNGGU KOTA PAREPARE Martinus Jimung
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7538.467 KB)

Abstract

Personal hygiene pada lansia merupakan kebutuhan dasar yang meliputi mandi, perawatan kulit,  mulut,  mata, telinga, hidung, rambut, kaku, kaki dan perawatan genital. Personal hygiene lansia harus selalu terpenuhi karena merupakan salah satu tindakan pencegahan primer yang sepefisik untuk meminimalkan pintu masuk penyakit yang mengganggu kesehatan lansia. Sebab hal itu sangat penting, mengingat kebersihan diri (personal hygiene) lansia merupakan kebutuhan dasar dan utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis dan psikis lansia secara umum. Data hasil penelitian Firdaus tahun 2015 menunjukkan bahwa tindakan personal hygiene lansia yang kurang sebanyak 7,5%, personal hygiene cukup sebanyak 55% dan personal hygiene yang baik sebanyak 37,5%.  Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi  menurunnya personal hygiene pada lansia di wilayah kerja Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan uji Chi square.  Tempat penelitian di wilayah kerja PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare pada tanggal 1 Mei sampai 7 Juli Tahun 2017.  Teknik sampling consecutive sampling. Populasi dalam penelitian ini  berjumlah 75 orang dan sampel berjumlah 63 orang.  Pengumpulan data primer dengan lembar kuesioner. Pengolahan data SPSS meliputi editing, coding, sorting, entry, skoring dan tabulating. Analisa data adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan faktor antara variabel independen dan variabel dependen yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan nilai p-value < α = 0,05 usia  p-value = 0,001, pengetahuan pvalue = 0,034,  Fungsi Fisiologis  pvolue = 0,000. Maka disimpulkan terdapat hubungan faktor yang mempengaruhi kejadian menurunnya personal hygiene pada lansia di wilayah kerja PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2017.Kata Kunci: Usia, Pengetahuan, Fungsi Fisiologis dan Personal Hygiene Lansia. ABSTRACT    Personal hygiene in the elderly is a basic need which includes bathing, skin, mouth, eye, ear, nose, hair, stiff, foot and genital care. Personal hygiene of the elderly must always be fulfilled because it is one of the primary preventive measures that is as effective as minimizing the entrance of diseases that interfere with the health of the elderly. Because this is very important, considering that personal hygiene of the elderly is a basic and primary need that can affect the health status and psychological and psychological conditions of the elderly in general. Data from Firdaus research in 2015 showed that there were 7.5%  of personal hygiene measures in the elderly, 55%  of personal hygiene and 37.5%  of  personal hygiene. This study aims to examine the factors that influence the decline in personal hygiene in the elderly in the work area of the Mappakas Elderly Social Service Center (PPSLU) in the City of Parepare in 2017. The type of quantitative research is cross sectional design with Chi square test. The research site in the PPSLU Mappakasunggu working area in Parepare City on May 1 to July 7, 2017. Sampling consecutive sampling technique. The population in this study amounted to 75 people and a sample of 63 people. Primary data collection with questionnaire sheets. SPSS data processing includes editing, coding, sorting, entry, scoring and tabulating. Data analysis is univariate and bivariate. The results of the study there is a factor relationship between the independent variables and the dependent variable which means that Ha is accepted and Ho is rejected with a p-value < α = 0.05 age p-value = 0.001, knowledge pvalue = 0.034, Physiological Function volume = 0,000. So it can be concluded that there is a relationship between factors that influence the incidence of decreased personal hygiene in the elderly in the PPSLU Mappakas working area waiting for the City of Parepare in 2017.Keywords: Age, Knowledge, Physiological Function and Personal Hygiene of the Elderly
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TENTANG PENGGUNAAN MASKER PADA MASA COVID-19 DI KELURAHAN UJUNG BULU KOTA PAREPARE Martinus Jimung; Martina Malla; Nurul Ramadhani Belman
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN ORANGTUA TERHADAP PERILAKU ANAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANG TEMPAT DI RW 01 KELURAHAN TIROSOMPE KOTA PAREPARE Martinus Jimung; Nurul Waidatul
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan orangtua terhadap perilaku hidup anak membuang sampah sembarang tempat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orangtua. Karena dapat membantu perilaku anak kearah yang positif, khususnya dalam membuang sampah. Sebab pengetahuan orangtua yang baik dapat mengarahkan sikap anak dari yang kurang baik pada yang lebih baik. Oleh karenanya, orangtualah yang paling bertanggung jawab atas seorang anak, dari sejak lahir hingga anak tumbuh menjadi pribadi yang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan orangtua terhadap perilaku anak membuang sampah sembarang tempat di RW 01 Kelurahan Tirosompe Kota Parepare. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orangtua yang memilik anak membuang sampah sembarang tempat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrument yang digunakan adalah lembaran kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pengetahuan orangtua tentang sampah di RW 01 Kelurahan Tirosompe berada pada kriteria baik (76 % - 100%) dengan jumlah responden sebanyak 31, perilaku anak membuang sampah sembarang tempat berada kriteria tinggi ( > 75%) dengan jumlah responden sebanyak 22, tempat sampah keluarga menunjukkan bahwa dari 32 responden semuanya memiliki tempat dalam rumahnya dan TPA responden beradapada jarak 500 meter dari rumahnya sebanyak 30 responden dan 2 responden menjawab pada criteria ≥ 2 km. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang gambaran pengetahuan orangtua terhadap perilaku anak membuang sampah sembarang tempat di RW 01 Kelurahan Tirosompe Kota Parepare, sehingga orangtua diharapkan dapat merubah perilaku anak yang negatif tentang membuang sampah ke perilaku positifdalam kehidupan setiap hari. Kata Kunci: Pengetahuan, orangtua, Perilaku Anak dan SampahABSTRACTParents’ knowledge of the behavior of children’s lives throwing garbage anywhere is an important thing that needs to be considered by every parent. Because it can help children’s behavior in a positive direction, especially in disposing of garbage. Because good parental knowledge can direct children’s attitudes from being less good to better ones. Therefore, it is parents who are most responsible for a child, from birth until the child grows into an adult person. The purpose of this study was to describe the knowledge of parents on the behavior of children throwing garbage anywhere in RW 01, Tirosompe Village, Parepare City. The sample in this study were 32 parents who had children throwing garbage anywhere. This research is a quantitative research with a descriptive design.  The instrument used is a questionnaire sheet and direct observation to the field. The results showed that the description of parents’ knowledge about waste in RW 01 Tirosompe Village was in good criteria (76% - 100%) with a total of 31 respondents, the behavior of children throwing garbage anywhere was high criteria (> 75%) with a total of 22 respondents. , the family trash bin shows that of the 32 respondents all of them have a place in their house and the respondent’s TPA is located at a distance of 500 meters from their house as many as 30 respondents and 2 respondents answered the criteria 2 km. The results of this study are expected to provide information about the description of parental knowledge about the behavior of children throwing garbage anywhere in RW 01, Tirosompe Village, Parepare City, so that parents are expected to change their children’s negative behavior about throwing garbage into positive behavior in everyday life.Keywords: Knowledge, Parents, Child Behavior and Garbage
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE (Factor Associated with Genesis Asphyxia Neonatorum in Parepare Fatima Hospital) Martinus Jimung
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Angka kematian bayi baru lahir di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2011 mencapai 534 jiwa2. Salah satu penyebab utama kematian bayi yang barulahir adalah asfiksia neonatorum. Faktor yang berkaitan dengan terjadinya Asfiksia neonatorum, yaitu: faktor ibu, faktor persalinan, faktor janin dan faktor plasenta. Faktor ibu meliputi status paritas, jarak kehamilan dan partus lama3. Tujuannya untuk mengetahui hubungan faktor paritas,jarak kehamilan dan partus lama dengan kejadian Asfiksia neonatorum. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasi melalui pendekatan Cross Sectional Study dengan menggunakan data rekam medis pasien asfiksia neonatorum dengan paritas, jarak kehamilan dan partus lama dari bulan Januari - Juni 2014 di Rumah Sakit Fatima Parepare sebanyak 71 kasus. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square dan Uji Fisher’s Exact pada beberapa variabel dependen, yakni: Paritas, jarak kehamilan dan partus lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan faktor paritas dengan kejadian Asfiksia neonatorum dengan nilai P = 0,031 < 0,05. Tidak ada hubungan faktor jarak kehamilan dengan Asfiksia neonatorum dengan nilai P = 0,808 > 0,05. Ada hubungan faktor partus lama dengan Asfiksia neonatorum dengan nilai P = 0,003 < 0,05. Kesimpulan, hasil penelitian membuktikan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Fatima Parepare adalah Paritas dan partus lama. Sedangkan jarak kehamilan tidak ada hubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Fatima Parepare.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENURUNNYA PERSONAL HYGIENE LANSIA DI PPSLU MAPPAKASUNGGU KOTA PAREPARE Martinus Jimung
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene pada lansia merupakan kebutuhan dasar yang meliputi mandi, perawatan kulit,  mulut,  mata, telinga, hidung, rambut, kaku, kaki dan perawatan genital. Personal hygiene lansia harus selalu terpenuhi karena merupakan salah satu tindakan pencegahan primer yang sepefisik untuk meminimalkan pintu masuk penyakit yang mengganggu kesehatan lansia. Sebab hal itu sangat penting, mengingat kebersihan diri (personal hygiene) lansia merupakan kebutuhan dasar dan utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis dan psikis lansia secara umum. Data hasil penelitian Firdaus tahun 2015 menunjukkan bahwa tindakan personal hygiene lansia yang kurang sebanyak 7,5%, personal hygiene cukup sebanyak 55% dan personal hygiene yang baik sebanyak 37,5%.  Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi  menurunnya personal hygiene pada lansia di wilayah kerja Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan uji Chi square.  Tempat penelitian di wilayah kerja PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare pada tanggal 1 Mei sampai 7 Juli Tahun 2017.  Teknik sampling consecutive sampling. Populasi dalam penelitian ini  berjumlah 75 orang dan sampel berjumlah 63 orang.  Pengumpulan data primer dengan lembar kuesioner. Pengolahan data SPSS meliputi editing, coding, sorting, entry, skoring dan tabulating. Analisa data adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan faktor antara variabel independen dan variabel dependen yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan nilai p-value < α = 0,05 usia  p-value = 0,001, pengetahuan pvalue = 0,034,  Fungsi Fisiologis  pvolue = 0,000. Maka disimpulkan terdapat hubungan faktor yang mempengaruhi kejadian menurunnya personal hygiene pada lansia di wilayah kerja PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2017.Kata Kunci: Usia, Pengetahuan, Fungsi Fisiologis dan Personal Hygiene Lansia. ABSTRACT    Personal hygiene in the elderly is a basic need which includes bathing, skin, mouth, eye, ear, nose, hair, stiff, foot and genital care. Personal hygiene of the elderly must always be fulfilled because it is one of the primary preventive measures that is as effective as minimizing the entrance of diseases that interfere with the health of the elderly. Because this is very important, considering that personal hygiene of the elderly is a basic and primary need that can affect the health status and psychological and psychological conditions of the elderly in general. Data from Firdaus research in 2015 showed that there were 7.5%  of personal hygiene measures in the elderly, 55%  of personal hygiene and 37.5%  of  personal hygiene. This study aims to examine the factors that influence the decline in personal hygiene in the elderly in the work area of the Mappakas Elderly Social Service Center (PPSLU) in the City of Parepare in 2017. The type of quantitative research is cross sectional design with Chi square test. The research site in the PPSLU Mappakasunggu working area in Parepare City on May 1 to July 7, 2017. Sampling consecutive sampling technique. The population in this study amounted to 75 people and a sample of 63 people. Primary data collection with questionnaire sheets. SPSS data processing includes editing, coding, sorting, entry, scoring and tabulating. Data analysis is univariate and bivariate. The results of the study there is a factor relationship between the independent variables and the dependent variable which means that Ha is accepted and Ho is rejected with a p-value < α = 0.05 age p-value = 0.001, knowledge pvalue = 0.034, Physiological Function volume = 0,000. So it can be concluded that there is a relationship between factors that influence the incidence of decreased personal hygiene in the elderly in the PPSLU Mappakas working area waiting for the City of Parepare in 2017.Keywords: Age, Knowledge, Physiological Function and Personal Hygiene of the Elderly