This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
Citra Andari
Balai Arkeologi Sulawesi Selatan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASPEK MEGALITIK SITUS SEWO, SOPPENG Citra Andari
WalennaE Vol 4 No 1 (2001)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2458.346 KB) | DOI: 10.24832/wln.v4i1.116

Abstract

Megalithic tradition in Indonesia based on archaeological evidences emerged after agricultural skill began to spread and it reached its time in metal age. At Sewo sites, Soppeng, megalithic remains are divided into two classifications: living monument tradition and dead monument tradition. Living monument tradition in­cludes stone veneration, stone altars, and dolmen. While dead monument tradition includes pil marked stone, stone mortar and stone for holy water. Nowadays, periodical agricultural ceremonies (mappassili) are still using living monument tradition. Ceremonies tradition with the tendency of megalithic continuance at Sewo sites are based on social situations, strong emotional bounds with prehistoric conception and geographical isolation from religion concept, especially Islam.
TEMBIKAR TRADISIONAL TUNGKA, ENREKANG: TINJAUAN ETNOARKEOLOGI Citra Andari
WalennaE Vol 6 No 2 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.749 KB) | DOI: 10.24832/wln.v6i2.171

Abstract

Benda tinggalan manusia merupakan cerminan atau refleksi dari tingkah laku mereka. Beberapa peralatan atau benda lainnya seperti wadah gerabah dapat menunjang kehidupannya. Salah satu Pembuatan tembikar yang menjadi perhatian berada di daerah Tungka, Kabupaten Enrekang, dengan melihat proses pengerjaannya. Tujuannya untuk merekam teknik pembuatan dan fungsi tembikar di daerah Tungka. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data diantaranya pendokumentasian proses pembuatan dan pengolahan data. Hasil yang diperoleh bahwa perkembangan dan persebaran tembikar di Tungka masih memperhankan cirinya. Teknik pembuatan masih memegang teguh konsep yang diwarisi oleh nenek moyang mereka yaitu dengan teknik tatap landas. Bagi pengrajin tembikar di Tungka mengenal adanya fungsi praktis dan fungsi ritual dalam mempergunakannya.
KOMPLEKS MEGALITIK SEWO, SOPPENG: TINJAUAN AWAL TERHADAP PERIODISASI DAN INTERPRETASI Citra Andari
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3943.939 KB) | DOI: 10.24832/wln.v9i2.184

Abstract

Bangunan megalitik ditemukan tersebar luas hampir diseluruh kepulauan Indoonesia, salah satunya dapat disaksilakan pada situs Sewo, Soppeng. Situs Sewo telah banyak diungkap yang sifatnya deskriptif, maka kali ini penelitian akan mengungkap mengenai periodesasi dan fungsi dari situs Sewo, yang bertujuan untuk menggambarkan periodesasi dan fungsi situs megalitik Sewo, Soppeng. Metode yang digunakan yaitu melakukan suatu perbandingan dengan situs megalitik yang masih berlanjut berdasarkan gejalan aktivitas masyarakat maupun pola penempatan megalitnya melalui studi etnoarkeologi serta melakukan ekskavasi untuk menghimpun data yang diperlukan kemudian memberikan hipotesa sebagai kesimpulan. Hasil yang diperoleh bahwa situs Sewo sebagai tempat suci yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dan sebagai tempat pelantikan seorang pemimpin yang terlihat dari pola penempatannya.
GAMBARAN UMUM SITUS GERABAH MANDING SULAWESI BARAT Citra Andari
WalennaE Vol 11 No 2 (2009)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.569 KB) | DOI: 10.24832/wln.v11i2.217

Abstract

Earthenware vessel is one of archaeological artifacts made of clay which has been known since prehistoric, the era when human started to plant and staying in one place. Staying together in one village cause knowledge which has to be arrange increased. Technology to produce daily goods started to be increased by making things of clay. Before human knew making stuff made of clay, their needs of organic stuff was still used until now, even earthenware vessel could be made.Bejana tembikar adalah salah satu artefak arkeologis yang terbuat dari tanah liat yang telah dikenal sejak prasejarah, Era ketika manusia mulai menanam dan tinggal di satu tempat. Bermukim di satu desa dapat menyebabkan pengetahuan bertambah. Teknologi untuk menghasilkan barang sehari-hari mulai meningkat dengan membuat bahan dari tanah liat. Sebelum manusia tahu membuat bahan  yang terbuat dari tanah liat, kebutuhan mereka akan bahan organik masih digunakan sampai sekarang, bahkan tembikar pun dapat dibuat.