This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
Andi Nuralang
Balai Arkeologi Kalimantan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSISTENSI KOMUNITAS BUGIS DI KERAJAAN PAGATAN DAN KUSAN, KALIMANTAN SELATAN Andi Nuralang
WalennaE Vol 4 No 1 (2001)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3539.171 KB) | DOI: 10.24832/wln.v4i1.123

Abstract

Bugis migrants were the pioneer of Pagatan Kingdom in South Kalimantan which integrated by Kusan Kingdom by Arung Abdulkarim. Bugis community pocket at Pagatan was pioneered by Penna Dekke, a wealthy ruler of Soppeng, who later on established a kingdom. Bugis existence at Pagatan and Kusan was proved with artifacts and monument finds. Archaeological findings at formerly Bugis settlement pockets are still able to be found. Even the living Bugis culture remains practice by the community, such as its language and religion.
PESTA ADAT MAPPANRE TASI: OBJEK WISATA LAUT DI KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Andi Nuralang
WalennaE Vol 5 No 2 (2002)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2446.934 KB) | DOI: 10.24832/wln.v5i2.160

Abstract

Upacara tradisional kaya akan nilai budaya positif yang patut mendapat perhatian, karena banyak kemungkinan yang menjadi penyebab tergesernya upacara tradisional, diantaranya melalui kontak sosial. Salah satu upacara tradisional yang menjadi perhatian berada di Kotabaru, Kalimantan Selatan, yaitu Pesta Adat Mappanre tasi sehingga menarik untuk dikaji. Tujuannya untuk memaparkan transformasi nilai yang terjadi, dipandang dari sudut perubahan sosial budaya dan ekonomi. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan lapangan menyangkut prosesi upacara tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan hipotesa. Hasil yang diperoleh bahwa pelaksanaan pesta adat mappanre tasi bertujuan untuk mengucap rasa syukur kepada tuhan akan rahmat yang diterima berupa ikan laut. Transformasi nilai yang terjadi memiliki dua dampak yaitu positif dan negatif.