This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
nfn Rosmawati
Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VARIABILITAS TEMUAN SITUS TINCO SEBAGAI INDIKASI SITUS PEMUKIMAN AWAL KERAJAAN SOPPENG nfn Rosmawati
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2724.179 KB) | DOI: 10.24832/wln.v9i2.183

Abstract

Situs Tinco merupakan suatu kawasan yang mengandung tinggalan arkeologis dengan variabilitas jenis, bentuk dan karakteristik tersendiri. Kawasan situs Tinco sangat potensial dan strategis untuk dijadikan sebagai tempat beraktivitas, sebagaimana yang tampak pada pola distribusi temuan artefaktualnya. Temuan tersebut dapat didekati dengan dua pandangan yaitu keruangan dan idiologis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengambarkan variabilitas temuan yang ada di situs Tinco. Metode yang digunakan berupa deskripsi data artefak berdasarkan pembagian wilayah survei, kemudian dikelompokkan dan dianalisis sehingga menghasilkan interpretasi data. Hasil yang diperoleh menunjukkan kawasan Situs tinco sebagai pusat awal berdirinya kerajaan Soppeng. Berdasarkan temuan keramik asing dapat diketahui periode masa okupasi situs yang kemungkinan berada pada abad ke-12 masehi sebagai awal berdirinya kerajaan Soppeng praislam.
KANDUNGAN DAN MAKNA INSKRIPSI PADA KOMPLEKS MAKAM KUNO KATANGKA nfn Rosmawati
WalennaE Vol 10 No 2 (2008)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5095.846 KB) | DOI: 10.24832/wln.v10i2.191

Abstract

Monumen khusus makam dapat dilihat dari aspek bentuk dan estetiknya, utamanya dari aspek dekoratifnya. Penerapan inskripsi huruf Arab bersumber dari bangsa Arab, inskripsi huruf Arab yang diterapkan pada bangunan-bangunan suci umat Islam khususnya pada makam tentunya dilatarbelakangi ole hide-ide keislaman pembuatnya. Permasalahan penelitian ini tertuju pada ragam hias maupun tulisan (inskripsi) yang terdapat pada makam kuna katangka. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengambarkan kandungan dan makna inskripsi pada bangunan makam katangka. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data, pengelompokan data dan diakhiri dengan interpretasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kemampuan huruf Arab beradaptasi dengan budaya yang ada sebelumnya yang dikenal huruf serang yaitu huruf Arab sebagai unsur budaya baru dengan bahasa Makassar sebagai unsure lokal. Bentuk media seperti segitiga yang menyerupai gunungan, media berbentuk lingkaran, media berbentuk bunga teratai merupakan nilai-nilai budaya asli sebelum masuknya Islam. Media tersebut kemudian berakulturasi dengan penerapan inskripsi huruf Arab yang dating kemudian. Inskripsi pada kompleks makam katangka berisi nama, riwayat hidup, kapan meninggal, silsilah keturunan, jasa almarhum, system birokrasi yang ditulis huruf serang. Sedangkan inskripsi yang ditulis bahasa Arab berupa doa-doa dan basmalah. Penerapan inskripsi ini tidak terlepas dari dua perspektif doktrin yaitu agama dan sejarah.
TIPE NISAN ACEH DAN DEMAK-TROLOYO PADA KOMPLEKS MAKAM SULTAN HASANUDDIN, TALLO DAN KATANGKA nfn Rosmawati
WalennaE Vol 13 No 2 (2011)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4689.133 KB) | DOI: 10.24832/wln.v13i2.269

Abstract

Proses Islamisasi di Makassar, tidak lepas dari pengaruh budaya Aceh (Melayu) dan budaya Jawa. Banyak teori tentang asal-usul masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan, namun berdasarkan bukti arkeologis seperti makam, dapat diketahui dari mana pengaruh budaya Islam tersebut berasal. Dengan menggunakan metode deskripsi dan perbandingan antara bentuk-bentuk nisan tipe Aceh yang berkembang di Sumatra dan Semenanjung Malaysia dan tipe Demak-Troloyo dengan bentuk nisan pada makam-makam kuno di kawasan Makassar, dapat diketahui bahwa asal-usul dari budaya tersebut, adalah budaya Aceh (Melayu) dan Jawa. Hal ini terutama dapat dilihat pada kehadiran nisan tipe Aceh dan tipe Demak-Troloyo pada masa lampau di beberapa kompleks makam kuno di Makssar. Tipe nisan Aceh dan Demak-Troloyo digunakan oleh para raja dan tokoh-tokoh agama Islam pada masa lampau sebagai nisan pada makam mereka, separti yang nampak pada kompleks makam Sultan Hasanuddin, Katangka dan Tallo.The process of lslamization in Makassar, is related wite from the cultural influence of Aceh (Malay) and Javanese culture. Many theories about the origins of the emergence of Islam in South Sulawesi, but based on archaeological evidence, such as tombs, can be known from where the influence of Islamic culture is derived. By using the method of description and comparison between these forms tombstones is a widespread type of Aceh in Sumatra and Peninsular Malaysia and the type of Demak-Troloyo with a gravestone in ancient tombs in the area of Makassar, it is known that the origins of these cultures, is of Acehnese culture (Malay) and Java. This can especially be seen in the presence of graves in Aceh type and Demak-Troloyo type in the past on some ancient tomb complex in Makassar. Type of tombstone Aceh and Demak-Troloyo used by kings and religious leaders of Islam in the past as a headstone on their graves, as visible in the tomb complex of Sultan Hasanuddin, Katangka and Tallo.