This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
nfn Suryatman
Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGELOLAAN SUMBERDAYA BUDAYA DI GANTARANG KEKE KABUPATEN BANTAENG (STUDI KASUS PESTA ADAT PAJJUKUKANG) nfn Suryatman
WalennaE Vol 13 No 1 (2011)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4710.744 KB) | DOI: 10.24832/wln.v13i1.255

Abstract

Upacara adat Pajjukukang yang dilaksanakan setiap tahunnya merupakan salah satu bentuk pemanfaatan yang dilakukan terhadap sumberdaya budaya tersebut. Keterlibatan Pemerintah daerah adalah sebagai fasilitator dengan menyiapkan sarana pendukung lainnya untuk membantu kelancaran dari pelaksanaan upacara adat tersebut. Namun dalam kenyataannya kegiatan upacara adat Pajjukukang ternyata berjalan kurang efektif. Salah satu kekurangannya adalah kepentingan masyarakat setempat yang tidak diakomodasi secara maksimal. Untuk memaksimalkan pengelolaan upacara adat pajjukukang, pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan lembaga adat Gantarang Keke serta mengevaluasi dan memperbaiki manajemen pengelolaan pesta adat Pajjukukang yang berlangsung sebelumnya. Pajjukukang traditional ceremony that held annually is one form of utilization committed against the culture resources. Local government involvement is as a facilitator to prepare other supporting facilities to help smooth the implementation of these ceremonies. But in reality, Pajjukukang ceremonial activities were running less effective. One of the drawbacks is the interest of local people who are not accommodated maximally. In order to maximize the management of Pajjukukang traditional ceremony, local governments need to coordinate with customary institutions Gantarang Keke as well as evaluate and improve management of Pajjukukang traditional feast that lasts previously.