This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
lenrawati lanrawati
Alumni Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CASTING: A METHOD OF ARCHAEOLOGICAL DATA RECORDING IN SAVING THE NATIONAL CULTURAL HERITAGE HISTORY VALUES lenrawati lanrawati
WalennaE Vol 18 No 2 (2020)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/wln.v18i2.402

Abstract

Casting sebutan lain dari penggandaan dalam dunia arkeologi. Casting diartikan sebagai upaya untuk merekam data yang ada pada suatu benda arkeologi secara akurat dalam bentuk tiga dimensi sehingga seluruh ukuran dan permukaan akan sama dengan benda aslinya. Pembuatan casting ini, dilakukan secara manual dengan melalui tiga tahapan. Tahapan pertama dilakukan pembuatan cetakan pola negatif, tahapan kedua dilakukan pembuatan cetakan positif, dan tahapan ketiga pendinginan serta pewarnaan. Berbicara mengenai casting, maka akan berfikir bagaimana teknik casting pada benda cagar budaya yang berukuran 0-7 cm dan berukuran kurang lebih 1 meter. Pembuatan casting benda-benda arkeologi bertujuan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, tindakan penyelamatan, bahan pameran atau sebagai alat peraga pendidikan. Metode yang dilakukan di antaranya, pengumpulan data, pengelompokan data dan bereksperimen terhadap benda yang akan di casting. Pembuatan casting benda cagar budaya memiliki tahapan yang berbeda, tergantung tingkat kesulitan benda tersebut. Pembuatan casting termasuk upaya pendokumentasian dalam pekerjaan penyelamatan terhadap benda meskipun fisik bendanya sudah mulai rapuh atau rusak.   Casting, a method of recreating an archaeological object, is intended to accurately record the existing data on that object from three-dimensional perspective. It allows the exactly same display as that of the original object. Generally speaking, casting consists of three manual stages: negative mold preparation, positive mold making and cooling and colorong. The current study focuses on objects measuring 0-7 cm and less than 1 meter. Making archaeological objects casting aims for the benefit of science, a heritage rescue, exhibition material or as educational aids. The methods employed in this research are data collection, data classification and actual experimenting on casting. The study indicates that casting has a wide range of processes, depending on the level of difficulty. Making casting is also an effort to recording in a work of saving objects even though the object has begun to become fragile or damaged.