Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelestarian Makam Kuno di Kabupaten Maros Berbasis Tradisi Lokal Makmur
WalennaE Vol 18 No 1 (2020)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.557 KB) | DOI: 10.24832/wln.v18i1.403

Abstract

Makam kuno merupakan jejak budaya materil sebagai penanda hadirnya Islam di tengah masyarakat, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui nilai penting situs makam Islam, baik dari aspek makam Islam sebagai hasil produk kebudayaan masa lampau, maupun situs makam dari persektif masyarakat, serta memberikan gambaran secara komprehensip tentang perilaku masyarakat Maros dalam melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan situs makam Islam berdasarkan tradisi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan strategi perpaduan (mixed methods) antara metode arkeologi untuk melihat makam Islam sebagai hasil produk material kebudayaan, sedangkan perilaku masyarakat dalam berinterkasi dengan situs makam kuno menggunakan metode antropologi yaitu etnografi berorientasi pada topik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hadirnya berbagai tradisi masyarakat seperti tradisi lisan tentang cerita kesaktian tokoh-tokoh leluhur masyarakat pada masa lampau, telah menggerakkan masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi yang terkait dengan makam kuno seperti tradisi ziarah di hari-hari kebesaran Islam, ziarah songka bala (tolak bala), ziarah pengharapan, tradisi appanaung, tradisi a’dengka ase lolo (menumpuk padi di lesung atau pesta panen), tradisi mappalanca (adu betis). Tradisi-tradisi tersebut sangat fungsional untuk dijadikan sebagai suatu sistem pelestarian makam kuno berbasis masyarakat. Ancient tomb is the product of Islamic culture in Maros. With that in mind, this study aims to find out important values behind the existence of tombs and how the local communities perceive living among those tombs. This is a qualitative descriptive research, incorporating archeological method and topicoriented etnoghraphy. The former is intended to dig deeper into understanding Islamic tombs as the product of material culture; while the latter is projected to see how the local people perceive the existencence of those tombs. The study indictes that the oral tradition of telling the heroic and supernatural aspects on the people buried in the tombs has moved them to make pilgrimage with various intentions: withstanding destrcuctive power, getting blessings, exercising appanaung tradition, and expressing gratitude after harvest season. There is also that traditional practice done in relation to tomb pilgrimage: calves contest, making it an integral part of preservation system of culturel heritage of Islam.
MAKNA DI BALIK KEINDAHAN RAGAM HIAS DAN INSKRIPSI MAKAM DI SITUS DEA DAENG LITA KABUPATEN BULUKUMBA Makmur
KALPATARU Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ornament is basically an element deliberately presented to beautify empty spaces on an object or item which then turns into an artificial yet interesting and beautiful artwork. The tomb ornaments in the archipelago show a mixture of Islamic calligraphy and local culture, in the form of gunungan (Meru) and floral ornaments. This study aims to reveal the Islamic culture in the past through a research on the tomb ornaments and inscriptions. Field observation technique and analysis on multiple forms, functions, and meanings of the ornaments and inscriptions were applied in this research to give a more well-defined image about the Islamic culture and teachings integrated with the local culture. Dea Daeng Lita tomb complex has gunungan (Meru) with vine- like ornaments combined with menhir gravestones and dzikr inscriptions. The combination is a reflection of sufism that also shows harmonization of Islam and local culture that established the civilization in Bulukumba. Ragam hias makam di Nusantara memperlihatkan percampuran, kaligrafi yang dibawah Islam dengan unsur budaya lokal pada pemberian gunungan (meru) dan ragam hias floralistik di makam. Penelitian ini, bertujuan mengungkap kebudayaan Islam pada masa lampau melalui ragam hias dan inskripsi makam. Agar dapat memberikan gambaran, bagaimana kebudayaan dan ajaran Islam terintegrasi dan menyatu kedalam budaya lokal masyarakat. Dalam pencapaiannya digunakan teknik observasi dan analisis dari segi keanekaragaman bentuk, fungsi serta makna ragam hias dan inskripsi. Di kompleks Makam Dea Daeng Lita memperlihatkan paduan jirat gunungan yang terbentuk dari ragam hias sulur-sulur dengan nisan menhir serta inskripsi lafadz zikir dan ketahuidan sebagai refleksi ajaran tasawuf mengambarkan harmonisasi ajaran Islam dengan kebudayaan lokal dalam membentuk peradaban di Kabupaten Bulukumba.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ARKEOLOGI ISLAM BERBASIS WebGIS: KAJIAN ARKEOLOGI PUBLIK Makmur
AMERTA Vol. 36 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. WebGIS-Based Archaeological Geographic Information System of Islam: Study on Public Archaeology. Information technology has become a necessity in storing and providing information. The availability of fast and accurate information is vital to human survival today. This study aims to design Islamic archeology information systems in South, Southeast, and West Sulawesi based on WebGIS. The research method used is literature study and system design using HTML (Hypertext Markup Language) programming language, PHP (Hypertext Preprocessor), and JavaScript. A series of program codes are connected to an open source program called MapServer and Google maps. The method of data collection is to explore the reports of Archeology Research Institute of South Sulawesi from 1996 to 2017, then the archaeological data are integrated into one database. Next, all the archaeological data are compiled into spatial format in order to have the same geographical reference. The overlay between Google maps with Islamic archaeological data in South, Southeast, and West Sulawesi is very easily accessible effectively and efficiently by various parties due to the use of the Information System of Islamic Archaeological based WebGIS. Keywords: Archeology, Islam, Information Technology, WebGIS Abstrak. Teknologi informasi sudah menjadi sebuah keharusan dalam penyediaan dan pemberian informasi. Ketersediaan informasi yang cepat dan akurat menjadi hal penting bagi kelangsungan hidup manusia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi peninggalan arkeologi Islam di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat berbasis WebGIS. Metode penelitian yang digunakan ialah studi pustaka dan perancangan sistem dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML (Hypertext Markup Language), PHP (Hypertext Preprocessor), dan JavaScript. Rangkaian kode-kode program dikoneksikan dengan sebuah program open source bernama MapServer dan peta Google. Metode pengumpulan data yaitu mengeksplorasi laporan hasil penelitian Balai Arkeologi Sulawesi Selatan dari tahun 1996 sampai 2017, kemudian data arkeologi diintegrasikan kedalam satu database, selanjutnya menset-up seluruh data arkeologi kedalam format spasial agar memiliki referensi geografis yang sama. Hasil penyatuan (overlay) antara peta Google dengan data-data arkeologi Islam yang ada di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat sangat mudah diakses secara efektif dan efisien oleh berbagai pihak yang berkepentingan karena sudah menggunakan Sistem Informasi Arkeologi Islam berbasis WebGIS. Kata Kunci: Arkeologi, Islam, Teknologi Informasi, WebGIS