Perekrutan dosen pada IBI Darmajaya meliputi 2 hal, yakni perekrutan dosen akademik. Baik dosen akademik memiliki pola perencanaan dan seleksi penempatan yang sama, kecuali pada kriteria yang ditetapkan, dimana dosen memiliki persyaratan khusus dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan kebutuhan masing-masing program studi. Sedangkan perencanaan staf akademik ditentukan berdasarkan kebutuhan kerja per unit. Guna mengatasi permasalahan penilaian yang bersifat subyektif maka dikembangkan rumusan masalah yaitu bagaimana proses perekrutan dan seleksi dosen baru dapat dilakukan dengan obyektif, cepat, dan sistematik dengan memanfaatkan data dan informasi yang relevan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan perbandingan dua metode dalam perekrutan dosen pada IBI Darmajaya yaitu metode Analytical Hirearchy Process (AHP) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa pada proses perekrutan dosen, dengan dua metode maka terdapat perbedaan hasil antara metode Analytical Hirearchy Process dan metode Simple Additive Weighting, dimana metode Simple Additive Weighting memiliki nilai yang lebih besar dan keputusan yang diambil lebih akurat pada objek yang dimaksud.