E-learning dipandang sebagai aplikasi masa depan di seluruh dunia karena mempromosikan belajar sepanjang hayat dengan memungkinkan peserta didik untuk belajar kapanpun, dimanapun dan pada kecepatan pelajar (Macaulay 2004). Di dalam pembelajaran individu sebuah tugas akan di kerjakan di luar kelas oleh satu, seluruh atau sebagian mahasiswa sedangkan pembelajaran kolaborasi atau teamwork, kegiatan online suatu kelompok dapat di definisikan, sebuah tugas yang di kerjakan oleh lebih dari satu mahasiswa. Dalam hal ini memerlukan penyerahan tugas dan koordinasi interaksi yang belum effective untuk mengontrol pelaksanaan durasi dan sinkronisasi. (Pereira,2008). Hal ini berpotensi untuk ketidakefeksienan dari semua proses dan tindakan dalam elearning dan kurangnya dalam hal mengontrol proses. (Young, 2004), maka diperlukan teknik pendekatan untuk pengelolaan e-learning agar lebih efisien. Menurut Pereira (2008) teknik pendekatan koordinasi proses bisnis workflow management system (WFMS) juga dapat di gunakan di dalam elearning. Karena WFMS berfokus pada menangani proses bisnis, hal yang bersangkutan dengan otomatisasi prosedur di mana informasi dan tugas yang di berikan dapat berjalan lebih efisien dan terkoordinasi