Zaenal Mutaqin
University of Malaya Kuala Lumpur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODERATISME HUKUM SEBAGAI FONDASI MASYARAKAT ISLAM Zaenal Mutaqin; Ridzwan Ahmad
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 2, No 2 (2019): TEMALI Vol. 2 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v2i2.4695

Abstract

This study is a discussion on the concept of moderate (wasatiyyah) in Islamic law from the perspective of Yusuf al-Qaradawi. It aims to provide an understanding of the concept of wasatiyyah in the face of two extreme streams: modernism and liberalism. The concept of wasatiyyah is characterized by ijtihad based on maqasid (the goals of Law), integration between shari'a, simple view, performing fiqh al-waqi ', dialogue (hiwar) and tolerance. While the basis of its application is based on ijtihad maqasidi, understanding the text within the framework of the current situation, distinguishing between eternal maqasid and changing wasilah, adjusting the qat'i and zhanni, distinguishing the meaning between mu'amalah (custom) and excess in worship (ifrat) and neglect (tafrit). The correct understanding and implementation of the comprehensive wasatiyyah concept will prove that Islam is a religion that brings tranquility and happiness to all human beings on earth based on rahmatan li al-'alamin. This study found that Yusuf al-Qaradawi wasatiyyah thought was based on the goal of Islamic Law (maqasid al-syari’ah). It is precisely the practice of wasatiyyah to be in line with the maqasid al-syari’ah in the framework of making Islamic shari'ah a solution to the problems of the umma.
PRINSIP MEMUDAHKAN URUSAN DALAM SOSIOLOGI ISLAM Zaenal Mutaqin; Ridzwan Ahmad
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 3, No 1 (2020): TEMALI Vol. 3 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v3i1.7497

Abstract

Fokus kajian ini adalah fiqh al-taisir Yusuf al-Qaradawi. Yusuf al-Qaradawi adalah salah seorang tokoh sangat dikagumi oleh para pengkaji dan peneliti hukum Islam karena fatwa dan pandangannya selalu up to date dan segar disamping gaya bahasanya yang mudah dan tepat. Pendekatan yang digunakannya adalah kesederhanaan dan kemudahan. Namun ada sekelompok umat Islam yang mempertikai fatwa dan pandangan fiqhnya. Maka diperlukan adanya satu penyelidikan berkaitan dengan pemikiran  kesederhanaan dan kemudahan yang diusungnya. Kajian ini berbentuk literatur yang berbasis analisis dengan maqasid al-shari’ah. Antara formula yang dianalisis dalam fiqh al-taisir al-Qaradawi adalah: konsep fiqh al-taisir dan seperangkat premis yang digunakan dalam pelaksanaanya, meliputi: isu tentang rukhsah, darurat dan keadaan yang meringankan, memilih yang mudah bukan yang berhati-hati, membatasi masalah yang wajib dan haram, bebas dari fanatisme mazhab, menerapkan prinsip kemudahan dalam masalah yang susah dielakkan, penjagaan maqasid dan perubahan fatwa. Penulis mendapati dari penyelidikan ini bahwa ide kesederhanaan dan kemudahan dalam fiqh al-taisir al-Qaradawi masih bisa diterima dan boleh dijadikan panduan, karena isu yang diusung dalam fiqh al-taysirnya adalah isu-isu khilafiyah yang terbuka dengan perbincangan bukan masalah qat’i yang sudah pasti. Namun di dalam pelaksanaannya tidak boleh digunakan pada setiap isu dan keadaan, disamping itu hendaknya tidak menyimpang dari garis panduan konsep taisir yang digagas oleh para ulama usul fiqh dan selari dengan maqasid al-shari’ah yang menjadi acuan utama dalam falsafah hukum Islam.