- Dwiyasmono
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Koreografi Tari Hardjuna Sasra Sumantri (Choreographic Analysis of the Hardjuna Sastra Sumantri Dance) Dwiyasmono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 3 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i3.822

Abstract

Salah satu bentuk tari pethilan yang menggarnbarkan kesigapan, ketangguhan serta kesaktian seorang ksatria dalam pola gerak tari alus gaya Surakarta adalah tari Harjunasasra Sumantri Dalam penggarapan koreografi tari pethilan Harjuna Sasra Sumantri terdiri dari 4 (empat) bagian pokok yaitu maju beksan, beksan, perangan dan terakhir mundur beksan, yang dikemas dengan musik tari/gendhing berbentuk sampak pelog barang; ketawang megatruh; srepeg kemuda dan la-drangan. Tari Harjunasasra Sumantri merupakan garapan baru dari cerita Sumantri Ngenger namun tidak menampilkan urutan cerita secara utuh tetapi sudah mengalami pemadatan, yang mengungkapkan sebuah cerminan kehidupan manusia dalam tingkah laku atau segala perbuatan antara yang baik dan buruk, disengaja maupun tidak disengaja.   Kata kunci: Tari pasangan, sanggit cerita, koreografi.
PERKEMBANGAN KONSEP KOREOGRAFI TARI KARNA TINANDHING Dwiyasmono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 3 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i3.781

Abstract

Karna Tinandhing merupakan salah satu judul ceritera dalam episodeMahabarata yang berisi peperangan antara Kurawa melawan Pandawa. Karna sebagaisenapati Kurawa perang tanding melawan Arjuna senapati Pandawa. Pada perangBharatayuda Karna gugur sebagai kusuma bangsa.Ceritera Karna Tanding, dalam perkembangannya diadopsi sebagai judulkarya tari baik dalam bentuk tari lepas maupun drama tari. Dalam garapan karya tari,ceritera Karna Tanding disajikan oleh dua tokoh bersaudara, dengan ungkapanmelalui gerak. Karna sebagai ksatria menggunakan konsep gerak tari putra lanyapsedang Arjuna menggunakan konsep gerak putra alus. Konsep koreografi tari didasaripada ide keadilan, kejujuran dan kebaikan akan mengalami kejayaan apabiladiperjuangkan dan memerlukan pengorbanan. Koreografi berperan dalam bentukgarap tari Karna Tinandhing.Kata kunci: konsep koreografi dan Karna Tinandhing
Analisis Koreografi Tari Hardjuna Sasra Sumantri (Choreographic Analysis of the Hardjuna Sastra Sumantri Dance) Dwiyasmono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 3 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i3.822

Abstract

Salah satu bentuk tari pethilan yang menggarnbarkan kesigapan, ketangguhan serta kesaktian seorang ksatria dalam pola gerak tari alus gaya Surakarta adalah tari Harjunasasra Sumantri Dalam penggarapan koreografi tari pethilan Harjuna Sasra Sumantri terdiri dari 4 (empat) bagian pokok yaitu maju beksan, beksan, perangan dan terakhir mundur beksan, yang dikemas dengan musik tari/gendhing berbentuk sampak pelog barang; ketawang megatruh; srepeg kemuda dan la-drangan. Tari Harjunasasra Sumantri merupakan garapan baru dari cerita Sumantri Ngenger namun tidak menampilkan urutan cerita secara utuh tetapi sudah mengalami pemadatan, yang mengungkapkan sebuah cerminan kehidupan manusia dalam tingkah laku atau segala perbuatan antara yang baik dan buruk, disengaja maupun tidak disengaja.   Kata kunci: Tari pasangan, sanggit cerita, koreografi.
PERKEMBANGAN KONSEP KOREOGRAFI TARI KARNA TINANDHING Dwiyasmono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 3 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i3.781

Abstract

Karna Tinandhing merupakan salah satu judul ceritera dalam episodeMahabarata yang berisi peperangan antara Kurawa melawan Pandawa. Karna sebagaisenapati Kurawa perang tanding melawan Arjuna senapati Pandawa. Pada perangBharatayuda Karna gugur sebagai kusuma bangsa.Ceritera Karna Tanding, dalam perkembangannya diadopsi sebagai judulkarya tari baik dalam bentuk tari lepas maupun drama tari. Dalam garapan karya tari,ceritera Karna Tanding disajikan oleh dua tokoh bersaudara, dengan ungkapanmelalui gerak. Karna sebagai ksatria menggunakan konsep gerak tari putra lanyapsedang Arjuna menggunakan konsep gerak putra alus. Konsep koreografi tari didasaripada ide keadilan, kejujuran dan kebaikan akan mengalami kejayaan apabiladiperjuangkan dan memerlukan pengorbanan. Koreografi berperan dalam bentukgarap tari Karna Tinandhing.Kata kunci: konsep koreografi dan Karna Tinandhing