Ahmad Faozan
Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN PENDIDIKAN TENTANG SEKOLAH ISLAM ELIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP MUTU DAN AKSES PENDIDIKAN SERTA TOLERANSI BERAGAMA Ahmad Faozan
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i1.165

Abstract

Abstract This article discusses the policy of education on elite Islamic school in Indonesia and its impact to the quality and access of education and religious tolerance. The such policy education in this article is government policy on education affair. The elite Islamic schools are the excellent Islamic school founded by government such as Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia in some provinces in Indonesia, or the excellent private school founded by society, organization or pioneering-international standard school/ state madrasah dissolved by the decision of the Constitutional Court (MK). The main focus of this article is analyzed by sociological perspective and also by library research and formulated as follows: what is government policies on elite schools? And what is the impact of education policies on elite schools to the quality and access of education and religious tolerance? This article answers these two questions. Abstrak Artikel ini membahas kebijakan pendidikan tentang sekolah elit di Indonesia dan dampaknya pada mutu dan akses pendidikan serta toleransi beragama. Kebijakan pendidikan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Sekolah Islam elit yang dimaksud adalah sekolah Islam unggulan yang dibiayai pemerintah seperti Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di beberapa daerah di Indonesia maupun sekolah Islam unggulan yang didirikan masyarakat, yayasan atau organisasi Islam serta madrasah negeri rintisan sekolah/madrasah bertaraf internasional yang telah dihapus melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Pokok masalah dalam artikel ini akan ditelaah dengan menggunakan perspektif sosiologis dengan melakukan studi literatur atau kepustakaan. Fokus kajian masalah ini dirumuskan dalam rumusan masalah berikut. Bagaimana kebijakan pendidikan tentang sekolah elit? bagaimana dampak kebijakan pendidikan tentang sekolah elit pada mutu dan akses pendidikan serta toleransi beragama? Berpijak dari dua rumusan masalah tersebut, kajian dalam artikel ini dilakukan.
MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MASYARAKAT MULTIKULTUR Ahmad Faozan
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i2.170

Abstract

Abstract This article proposes the whole-school approach model, an approach to put multicultural education as strategy to involve all the stakeholders of schools in one system. Islamic education is a sub system of multicultural national education system. Religious moderation in Islamic education is a hidden curriculum, to present Islam as moderate religion, not to serve religious subject as violence and extremism. The strategy or religious moderation can be seen from some aspects, such as teacher, textbook and extra-curricular activities. Abstrak Artikel ini menawarkan model whole-school approach, pendekatan yang memandang pendidikan multikultural sebagai sebuah strategi pendidikan yang melibatkan semua elemen sekolah sebagai sebuah sistem. Pendidikan Agama Islam merupakan sub sistem dari sistem pendidikan nasional yang multikultural. Moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam dijadikan sebagai hiidden curriculum berarti cara mengajarkan pendidikan agama Islam yang moderat, bukan pendidikan agama yang mengajarkan kekerasan dan keekstreman. Strategi moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam untuk masyarakat Indonesia multikultural dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain guru, buku ajar dan kegiatan ekstrakurikuler.