AbstractThis article discusses mental health in Muhammad Quraish Shihab's Tafsir Al-Misbah, which discusses verses related to mental health in the Qur'an. The conclusion of this article, first: mental health has a close relationship with faith and efforts to obtain and maintain mental health. With high faith accompanied by an attitude of patience, sincerity, gratitude, ridha, and piety and optimizing self-potential through remembrance and good deeds, mental health will be obtained which is marked by peace and tranquility and a happy life in the world and the hereafter, as well as the Qur'an. 'an is a psychotherapy for mental illness and psychosomatic illness. Second, M. Quraish Shihab's concept of mental health has relevance to modern mental health based on Abraham H. Maslow's hierarchy of needs theory. Faith and spirituality are at the level of the highest needs, namely self-actualization, and enjoyment of the world is at the level of the most basic needs, namely physiological needs. The concept of mental health from the perspective of M. Quraish Shihab's interpretation based on Maslow's hierarchy of needs can be described as follows: physiological needs, safety needs, social needs and self-actualization needs.AbstrakArtikel ini mengkaji ayat-ayat kesehatan mental dalam Al-Qur`an menurut perspektif Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab. Adapun hasil dari penelitian diantaranya adalah, pertama: kesehatan mental sangat berkaitan erat dengan keimanan dan upaya dalam memperoleh, menjaga kesehatan mental. Melalui Keimanan, kesabaran, ikhlas, syukur, ridha dan takwa kepada Allah yang disertai memaksimalkan potensi diri dengan zikir dan amal saleh, kesehatan mental akan hinggap pada kehidupan yang ditandai dengan munculnya ketentraman dan ketenangan hati serta kehidupan yang bahagia di dunia maupun nanti akhirat, serta Al-Qur’an merupakan psikoterapi bagi penyakit jiwa dan penyakit psikosomatik. Kedua, konsep kesehatan mental M. Quraish Shihab berkaitan dengan konsep kesehatan mental modern berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham H. Maslow. Akidah dan spiritualitas berada pada tingkat kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri, dan kenikmatan dunia menempati tingkat kebutuhan paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis. Konsep kesehatan mental perspektif penafsiran M. Quraish Shihab berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dapat diuraikan sebagai berikut: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keamanan (safety needs), kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang (social needs), dan kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization Needs).