Anton Anton
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Anton
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.69

Abstract

Keluarga merupakan salah satu unit terkecil dalam membina nilai-nilai ajaran Islam kepada setiap anggota keluarga. Status keluarga sakinah harus menjadi dambaan bagi setiap keluarga muslim untuk di wujudkan dalam setiap langkah kehidupan umat Islam. Orang tua sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai pemimpin dalam rumah tangga, harus benar-benar bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarganya untuk memberikan dan menanamkan nilai-nilai ajaran islam kepada setiap anggota keluarganya. Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama yang sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Oleh karena itu orang tua berkewajiban untuk memberi pendidikan kepada seluruh anggota keluarga terutama pada anak. Bagi keluarga muslim, anak merupakan suatu rahmat karunia Allah yang wajib disyukuri. Adapun tujuan Pendidikan Agama Islam kepada anak adalah agar menjadi muslim sejati, beriman teguh, beramal shaleh, berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat, agama dan Negara. Dalam mendidik anak dalam keluarga minimal ada dua metode yang harus dilakukan yakni metode langsung dengan cara memberikan contoh tauladan, ajuran, perintah, latihan dan pembiasaan, sedangkan metode tidak langsung dengan cara memberikan koreksi, pengawasan, hukuman dan larangan.
Perguruan Tinggi Muhammadiyah Dan Perannya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Anton
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Kupang adalah salah satu Perguruan Tinggi Islam yang terkenal dan terbesar yang berdiri sejak tahun 1987 di Wilayah Nusa Tenggara Timur. Kehadiranya memberikan angin segar bagi umat muslim diwilayah tersebut, karena dapat memberikan kontrubisi yang terbaik untuk pengembangan pendidikan Islam. tidak hanya diminati oleh umat muslim saja akan tetapi yang lebih menarik adalah umat non-muslim lebih beranimo untuk masuk ke Perguruan Tinggi Islam tersebut. padahal disekitar perguruan tersebut telah berdiri sejak lama, terbesar dan terkenal yaitu perguruan tinggi yang bernaung langsung dibawah agama Katolik dan Protestan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskripsikan sejarah singkat berdirinya, konsep pengembangan serta perannya terhadap pengembangan pendidikan islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan bantuan sebagian analisisnya, menggunakan pendekatan Kuantitatif sedangkan teknik pengumpulan datannya melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Kupang didirikan bukan saja untuk orang Muhammadiyah atau Islam tetapi yang lebih penting adalah untuk kaum dhuafah, orang miskin dan untuk umat semua umat di Nusa Tenggara Timur. Dengan konsep rahmatan lil aalamin dan konsep organisme yaitu merujuk pada al-qur’an dan hadits serta ijma. Dan perguruan tersebut memiliki peran yang sangat urgen terhadap pengembangan Pendidikan Islam.
WANITA KARIER PERSPEKTIF ISLAM Rahma Pramudya Nawang Sari; Anton Anton
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v4i1.446

Abstract

Dewasa ini, hampir di setiap lembaga-lebaga dipenuhi oleh pekerja wanita, dari lembaga negara sampai dunia pendidikan. Di mall-mall dan super market, hampir semua dipenuhi oleh pekerja wanita. Menurut penulis, fenomena ini berawal sekitar awal tahun 90-an yang sebelumnya pekerjaan banyak di pegang oleh kaum pria. Harus diakui bahwa perbandingan jumlah pria dan wanita saat ini di Indonesia memilki jumlah yang hampir sama. Namun disisi lain akibat pekerjaan banyak diambil alih oleh kaum wanita, banyak kaum pria yang pada akhirnya menganggur atau tidak memiliki pekerjaan. Selain itu, oleh semakin berkembangnya keadaan, semakin berkembang pula keinginan wanita untuk terus maju dan mengembangkan kariernya dalam dunia perkerjaan. Wanita-wanita pekerja ini biasa disebut dengan wanita karier yang oleh sebagian ulama berbeda pendapat terkait hal tersebut. Sebagian membolehkan dengan syarat dan sebagian lain melarangnya secara mutlak karena selain menyababkan banyak kaum pria yang menjadi pengangguran akibat hal tersebut dan dampak yang lebih besar lagi adalah, dikhawatirkan lupa akan kewajibannya sebagai seorang istri, yaitu melayani suami atau keluarga di rumah.