Muna Madrah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTITAS DIRI REMAJA MELALUI STATUS SOSIAL FACEBOOK Muna Madrah; Made Dwi Adnjani
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 4, No 2 (2014): Volume 4 No. 2
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.4.2.181-198

Abstract

Dunia cyber menjadi dunia baru layaknya dalam kehidupan nyata menawarkan hal-hal yang bisa dilakukan pada dunia nyata. Mulai dari chatting, conference, berbelanja sampai mencari jodoh bisa dilakukan di dunia maya ini, bahkan kuliah saat ini bisa dilakukan melalui dunia maya ini. Hanya dengan “click” kita diajak untuk memasuki “ruang” dimana kita bisa mencari apa saja yang kita inginkan, tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu yang di sebut oleh Mc Luhan sebagai “Global Village”. Dari berbagai fenomena tersebut di atas, maka menjadi penting untuk meneliti mengenai konstruksi sosial media dan bagaimana identitas diri remaja yang dimunculkan melalui status media sosial facebook. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan grounded untuk memahami bagaimana remaja mengkonstruksi identitas dirinya melalui statusstatus yang diunggah pada situs sosial media facebook. Penelitian ini difokuskan pada remaja usia 14 –18 tahun karena pada usia ini mereka lebih sering melakukan update status setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat facebook memungkinkan setiap pengguna dan atau pemilik akun di facebook disediakan form atau borang untuk menuliskan profil diri mereka seperti nama, nama kecil, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, sampai pada kutipan yang disenangi olehnya. Fasilitas facebook tersebut memungkinkan seseorang mengkonstruk dirinya melalui perantaraan teks baik itu dalam pengertian kumpulan kata maupun gambar yang pada akhirnya memberikan kepingan-kepingan gambar bagaimana subyek pemilik akun facebook itu. Implikasi dari penelitian ini adalah Karena identitas diri remaja di facebook cenderung membebaskan dirinya dari pemahaman kesejarahan tentang identitas yang selama ini berlaku di dunia nyata, maka orang tua juga perlu untuk lebih memahami teknologi sehingga memungkinkan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap konstruksi identitas yang dibentuk anak-anaknya.Kata kunci : Konstruksi Sosial, Identitas Diri, Media Sosial
Sosialita di Era Internet Muna Madrah
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Makna Vol. 2 No. 2 Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.2.194-199

Abstract

Banyak ahli telah melihat bahwa melalui teknologi informasi yang cepat (superhighway information) telah menepiskan batas-batas kelas, kekuasaan dan jender dan bentuk lain dari segregasi sosial pada era sebelumnya di dominasi oleh kelas elit (Nasikun : 2005). Tidak dapat dipungkiri pula bahwa kemajuan teknologi yang telah membawa kita ke “dunia global yang” dalam banyak sisi manfaat. Misalnya, informasi ilmu pengetahuan dapat dengan mudah diakses  tanpa perlu tergantung pada guru atau seseorang untuk memberikan penjelasan.             Perkembangan teknologi informasi juga menciptakan kelas baru dan dominasi baru yang mengarah ke kapitalisme, hanya mereka yang merupakan lapisan yang mempunyai akses informasi dan teknologi yang memiliki kekuatan (power)  sebagaimana digambarkan Foucoult dalam  pengetahuan dan kekuasaan (Ritzer: 2003:79 ). Nasikun selanjutnya (2005) mengkhawatirkan bahwa alih-alih membuat elite kekuasaan menjadi cairan karena kemampuan teknologi untuk mengubah masyarakat lebih terbuka, secara tidak terkendali hal ini dapat membuat nilai-nilai budaya dan sosial tidak memiliki kemampuan untuk menghormati kemanusiaan.             “Informasi dan transparansi di masyarakat kita telah melampaui titik batas, yang ekstasi permanen (massa), tubuh (obesitas), jenis kelamin , kekerasan sosial (teror), dan informasi (simulasi ) “(Baudriallard: 1987)Kata kunci : teknologi informasi, humanity, sosialita.