Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI DAN IBNU SINA Andri Ardiansyah
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 4 No 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.520

Abstract

Eksistensi dua filosof ternama dunia yakni Al-Farabi dan Ibnu Sina termasuk yang membawa tonggak-tonggak filsafat Islam yang kemudian diikuti oleh para filosof setelahnya. Dari karya-karya merekalah sehingga membuat dunia tercerahkan baik dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang keilmuan yang lain seperti filsafat emanasi dan jiwa yang telah penulis sebutkan dalam pembahasan tersebut. Al-Farabi dan Ibnu Sina menjadi ujung tombak bagi generasi Islam setelahnya, dari merekalah generasi Islam belajar banyak hal tentang filsafat Islam. Sekalipun masih banyak yang diperdebatkan oleh para ulama dan generasi Islam tentang isi pikiran-pikiran kedua filosof tersebut. Tetapi pada dasarnya mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik lewat keilmuan-keilmuannya pada Islam khususnya dan dunia luar pada umumnya. Misalnya konsen pemikiran filsafat emanasi Al-Farabi dan Ibnu Sina yang memilki kesamaan terkait dengan konsepsi emanasi dari akal ke 1 sampai akal ke 10 yang menekankan bahwa hanya Tuhan saja yang ada dengan sendiri-Nya tanpa sebab dari luar diri-Nya, dan karena itu ia sebut Waajib al-Wujuud li zaatih, (yang mesti ada karena diri-Nya sendiri). Dari-Nya memancar segenap alam ciptaan-Nya, baik yang bersifat rohani (imateri) maupun yang bersifat jasmani (materi).
Sosialisasi Strategi Pemasaran Produk Melalui Media Sosial bagi Pelaku UMKM Puspita, Dian; Leni Anggraeni; Andri Ardiansyah; Danny Rahmatullah; Miftahurrofiq Asid-Qi; Komariyah; Khoirul Asrori
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 1 (2023): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.337 KB) | DOI: 10.59435/jiss.v1i1.20

Abstract

Pengetahuan pedagang strategi marketing (pemasaran) sangatlah penting untuk meningkatkan penjualan produk. Optimalisasi media sosial dan branding produk yang menarik dapat memperluas promosi serta menarik perhatian masyarakat luas untuk membeli produk. Hal ini merupakan salah satu poin penting untuk memajukan suatu UMKM (usaha mikro kecil menengah) terutama yang ada di desa Gumukmas. Oleh sebab itu, diperlukan sosialisasi mengenai strategi pemasaran terkait pemafaatan media sosial sebagai media pemasaran. Produk yang dihasilkan oleh sebagian UMKM di desa Gumukmas masih terkesan belum dikenal oleh masyarakat secara luas. Pengenalan media sosial sebagai strategi pemasaran sangat penting mengingat perkembangan teknologi sekarang sudah mulai maju. Yang mana sebagian besar masyarakat sekarang melakukan transaksi jual beli lewat internet ataupun media sosial karena lebih efektif dan efesien. Oleh sebab itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berisi kegiatan pemberian wawasan mengenai strategi pemasaran produk melalui media sosial kepada pemilik UMKM di desa Gumukmas Kec. Pagelaran Kab. Pringsewu untuk produknya yang dapat dipromosikan lewat media sosial. Ada 3 metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu: metode ceramah, metode diskusi dan metode tanya jawab.
PEMIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI DAN IBNU SINA Andri Ardiansyah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.520

Abstract

Eksistensi dua filosof ternama dunia yakni Al-Farabi dan Ibnu Sina termasuk yang membawa tonggak-tonggak filsafat Islam yang kemudian diikuti oleh para filosof setelahnya. Dari karya-karya merekalah sehingga membuat dunia tercerahkan baik dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang keilmuan yang lain seperti filsafat emanasi dan jiwa yang telah penulis sebutkan dalam pembahasan tersebut. Al-Farabi dan Ibnu Sina menjadi ujung tombak bagi generasi Islam setelahnya, dari merekalah generasi Islam belajar banyak hal tentang filsafat Islam. Sekalipun masih banyak yang diperdebatkan oleh para ulama dan generasi Islam tentang isi pikiran-pikiran kedua filosof tersebut. Tetapi pada dasarnya mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik lewat keilmuan-keilmuannya pada Islam khususnya dan dunia luar pada umumnya. Misalnya konsen pemikiran filsafat emanasi Al-Farabi dan Ibnu Sina yang memilki kesamaan terkait dengan konsepsi emanasi dari akal ke 1 sampai akal ke 10 yang menekankan bahwa hanya Tuhan saja yang ada dengan sendiri-Nya tanpa sebab dari luar diri-Nya, dan karena itu ia sebut Waajib al-Wujuud li zaatih, (yang mesti ada karena diri-Nya sendiri). Dari-Nya memancar segenap alam ciptaan-Nya, baik yang bersifat rohani (imateri) maupun yang bersifat jasmani (materi).
Strategi Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fikih di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor Muhammad Farhan Farizi; Andri Ardiansyah; Amran Amran
ANWARUL Vol 5 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i3.5821

Abstract

This study is motivated by the low quality of fiqh instruction in several madrasahs, which affects students’ comprehension and active participation in the learning process. Yet, fiqh as a subject plays a strategic role in shaping students’ religious character, understanding of Islamic law, and social behavior. The aim of this research is to identify the strategies used by teachers to improve the quality of fiqh instruction at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor. A qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observation, and documentation involving fiqh teachers of grades XI and XII. The findings reveal that teachers implement varied instructional strategies, such as Contextual Teaching and Learning (CTL), which links lesson content with students’ real-life experiences, and Problem Based Learning (PBL), which stimulates critical thinking and collaboration. Additionally, the use of digital, visual, and environmental-based learning media has proven effective in enhancing conceptual understanding and student engagement in class. The main conclusion of this study is that contextual, interactive, and innovative teaching strategies can holistically improve the quality of fiqh instruction across cognitive, affective, and psychomotor domains. The implications of this research underscore the importance of continuous professional development for teachers and institutional support to ensure the consistent implementation of innovative instructional strategies, thereby enhancing the overall quality of Islamic education in madrasah.