Susanti Susanti
STAI Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar NTB

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Susanti Susanti
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.813

Abstract

Model pembelajaran Index Card Match merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat menyenagkan bagi siswa, karena konsep dari model pembelajaran tersebut adalah bermain sambil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Index Card Match (mencari pasangan) terhadap aktivitas belajar pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Model pembelajaran ini melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam pelajaran dan mengecek pemahaman siswa terhadap isi pembelajaran tersebut, dimana siswa yang lebih aktif dari pada gurunya. Dengan digunakannya model pembelajaran dalam mengajar, maka guru merasakan adanya kemudahan dalam pelaksaan pembelajaran di kelas. Adapun metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Untuk meningkatkan peran serta semua peserta didik dalam berdiskusi dan presentasi antar pasangan kelompok, guru selalu memberikan dorongan untuk aktif kepada peserta didik dengan cara memberikan nilai tambahan. Dalam proses pembelajaran, guru disarankan tidak hanya menggunakan metode pembelajaran ceramah saja tetapi juga menggunakan model pembelajaran Index Card Match atau model pembelajaran lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk belajar.
MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Susanti Susanti
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1065

Abstract

Indonesia merupakan negara kesatuan, mempunyai banyak keberagaman yang menggabungkan berbagai kebangsaan, dialek, agama, dan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang beraneka ragam, diperlukan adanya moderasi dalam agama agar tidak ada perilaku kemerosotan yang dapat memecah belah suatu negara. Adapun jenis penelitian ini adalah dengan penelitian edukatif dan empiris. Edukatif, karena yang diteliti adalah sosial beragama dalam masyarakat multikultural dengan penerapan nilai-nilai moderasi. Empiris karena juga diteliti perilaku dan tindakan masyarakat multikultural dalam melakukan moderasi beragama. Adapun ringkasan hasilnya yaitu Indonesia sebagai sebuah negara yang memuat banyak sekali keberagaman yang terdiri dari keberagaman suku, bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama dewasa ini seringkali diterpa isu tentang radikalisme. Gerakan-gerakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu semakin tumbuh dan secara terang-terangan menyuarakan ideologi mereka. Aksi teror, penculikan, penyerangan, bahkan pengeboman pun kian marak terjadi. Munculnya kelompok-kelompok ekstrem yang kian hari semakin mengembang sayapnya difaktori berbagai hal seperti sensitifitas kehidupan beragama, masuknya aliran kelompok ekstrem dari luar negeri, bahkan permasalahan politik dan pemerintahan pun turut mewarnai. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi unsur yang dibutuhkan dalam rangka menumbuhkan sikap saling memahami dan menghargai perbedaan, dengan harapan dapat mewujudkan kerukunan antar umat beragama dalam bermasyarakat.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dewi Jayanti; Susanti Susanti
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2023): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/munawwarah.v15i2.3

Abstract

This study aims to analyze and describe the efforts made by Islamic Religious Education teachers in increasing student learning motivation. The focus of this research is how teachers integrate Islamic religious values into the learning process in order to encourage students to be more enthusiastic and enthusiastic in learning. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews with several Islamic Religious Education teachers who have experience in managing student learning motivation. The results show that Islamic religious education applies various strategies to increase students' learning motivation. These strategies include using an interactive approach in teaching, using interesting learning media, and a personalized approach to understanding individual learning needs. Teachers also actively establish emotional relationships with students through open communication, providing positive feedback, and creating an inclusive classroom environment. In addition, this study also reveals that the application of Islamic religious values in daily life by teachers has a positive impact on students' learning motivation. Teachers who become role models in applying religious teachings in real actions encourage students to internalize these values and make them a motivation in learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Susanti Susanti
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.813

Abstract

Model pembelajaran Index Card Match merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat menyenagkan bagi siswa, karena konsep dari model pembelajaran tersebut adalah bermain sambil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Index Card Match (mencari pasangan) terhadap aktivitas belajar pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Model pembelajaran ini melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam pelajaran dan mengecek pemahaman siswa terhadap isi pembelajaran tersebut, dimana siswa yang lebih aktif dari pada gurunya. Dengan digunakannya model pembelajaran dalam mengajar, maka guru merasakan adanya kemudahan dalam pelaksaan pembelajaran di kelas. Adapun metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Untuk meningkatkan peran serta semua peserta didik dalam berdiskusi dan presentasi antar pasangan kelompok, guru selalu memberikan dorongan untuk aktif kepada peserta didik dengan cara memberikan nilai tambahan. Dalam proses pembelajaran, guru disarankan tidak hanya menggunakan metode pembelajaran ceramah saja tetapi juga menggunakan model pembelajaran Index Card Match atau model pembelajaran lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk belajar.
MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL: MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Susanti Susanti
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1065

Abstract

Indonesia merupakan negara kesatuan, mempunyai banyak keberagaman yang menggabungkan berbagai kebangsaan, dialek, agama, dan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang beraneka ragam, diperlukan adanya moderasi dalam agama agar tidak ada perilaku kemerosotan yang dapat memecah belah suatu negara. Adapun jenis penelitian ini adalah dengan penelitian edukatif dan empiris. Edukatif, karena yang diteliti adalah sosial beragama dalam masyarakat multikultural dengan penerapan nilai-nilai moderasi. Empiris karena juga diteliti perilaku dan tindakan masyarakat multikultural dalam melakukan moderasi beragama. Adapun ringkasan hasilnya yaitu Indonesia sebagai sebuah negara yang memuat banyak sekali keberagaman yang terdiri dari keberagaman suku, bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama dewasa ini seringkali diterpa isu tentang radikalisme. Gerakan-gerakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu semakin tumbuh dan secara terang-terangan menyuarakan ideologi mereka. Aksi teror, penculikan, penyerangan, bahkan pengeboman pun kian marak terjadi. Munculnya kelompok-kelompok ekstrem yang kian hari semakin mengembang sayapnya difaktori berbagai hal seperti sensitifitas kehidupan beragama, masuknya aliran kelompok ekstrem dari luar negeri, bahkan permasalahan politik dan pemerintahan pun turut mewarnai. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi unsur yang dibutuhkan dalam rangka menumbuhkan sikap saling memahami dan menghargai perbedaan, dengan harapan dapat mewujudkan kerukunan antar umat beragama dalam bermasyarakat.