Su Ritohardoyo
Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Akses Informasi Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku berisiko Napza pada Remaja di Indonesia Tanto Kusworo; Su Ritohardoyo; Adi Heru Sutomo
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3956.367 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13079

Abstract

ABSTRAK Ketidakmatangan emosi cara berpikir dan bertindak sangat berpengaruh pada perilaku remaja dalam penyesuaian diri ke dalam lingkungan barunya.Banyak remaja tidak menyadari bahwa perilaku yang mereka lakukan merupakan perilaku berisiko dan menyimpang.Kurangnya informasi kesehatan reproduksi mendorong seorang remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksi. salah satunya adalah perilaku berisiko NAPZA. Tujuan Penelitianuntuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja menurut karakteristik sosiodemografis. mengetahui pengaruh akses sumber informasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku berisiko NAPZA remaja di Indonesia setelah dikontrol dengan karakteristik sosiodemografis. Penelitian menggunakan data SDKI 2012 dengan responden remaja berusia 15-24 tahun. belum kawin. terdiri dari 19.414 responden. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Variabel karakteristik sosiodemografis digunakan sebagai variabel luar. yakni variabel yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel tergantung. Teknik pengujian menggunakan regresi logistik biner melalui prosedur regresi hierarki. yakni mengeluarkan variabel yang mempunyai p>0.05 untuk mendapatkan model akhir prediktor di antara variabel karakteristik sosiodemografis remaja. Kecenderungan tiap variabel prediktor dilihat dari nilai Odds Ratio (OR) pada tingkat kemaknaan p≤0.05.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses sumber informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja. terdapatnya hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis remaja (umur. jenis kelamin. daerah tempat tinggal. tingkat pendidikan) dengan perilaku NAPZA remaja. serta akses sumber informasi kesehatan reproduksi berpengaruh signifikan terhadap perilaku NAPZA remaja setelah dikontrol dengan variabel karakteristik sosiodemografis yaitu daerah tempat tinggal dan tingkat pendidikan(p-value= 0.000; OR=1.346; CI= 1.219 – 1.487). ABSTRACT  Emotional immaturity. ways of thinking and acting is very influential on the behavior of adolescents in the adjustment to the new environment. Many teens do not realize that they are doing the behavior is risky and deviant behavior. Lack of reproductive health information to encourage an adolescent risk behavior on reproductive health. one of which is the risk behavior of drug. Objective to investigate the relationship between access to information about reproductive health with adolescent drug risk behaviors according to sociodemographic characteristics. Determine the effect of access to reproductive health information source for teen drug-risk behaviors in Indonesia after controlling for sociodemographic characteristics. Research using data IDHS 2012 with respondents adolescents aged 15-24 years. unmarried. consisting of 19 414 respondents. Quantitative descriptive research using cross sectional design. Sociodemographic characteristics of the variable is used as an external variable. the variable that allegedly has links with the dependent variables. Testing techniques using binary logistic regression through hierarchical regression procedure. namely issuing variable having p> 0.05 to obtain the final model between the predictor variables sociodemographic characteristics of adolescents. The tendency of each predictor variable seen from the Odds Ratio (OR) at the level of significance p≤0.05. The results showed a significant relationship between access to resources reproductive health risk behavior of drug adolescents. the presence of a significant association between the characteristics of sociodemographic adolescent (age. sex. area of residence. education level) with the behavior of Drug adolescents. as well as access to resources reproductive health significantly influence the behavior of adolescent drug after controlled variable sociodemographic characteristics that area of residence and level of education (p-value = 0.000; OR = 1.346; CI = 1.219 to 1.487).
ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN PENYERTIFIKATAN TANAH (KASUS DAERAH KECAMATAN SALAM KABUPATEN SLEMAN) Su Ritohardoyo
Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.13215

Abstract

ABSTRAK Pemilikan tanah sangat rawan terhadap terjadinya sengketa di masyarakat perkotaan maupun perdesaan. Konsekuensinya, pemilik tanah sangat mutlak memiliki sertifikat tanah. Namun demimian, banyak tanah di perdesaan belum atau tidak bersertifikat, akibat sebagian besar pemilik tanah menghadapi banyak kendala sosial ekonomi untuk mensertifikatkan tanah. Pemasalahan ini mendasari tujuan pene,itian untuk mengungkap keterkaitan dengan faktor-faktor sosial ekonomi pemegang hak tanah dengan minat penyertifikatan tanah yang dikuasai, antar daerah yang berbeda aksesbilitasnya terhadap kota. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Salam menggunakan metode survei. Responden penelitian adalah kepala keluarga (KK) penguasa tanah baik yang sudah atau belum memiliki sertifikat tanah. Penentuan sampel secara quota sampling berdasar tingkat aksesbilitas desa terhadap kota. Jumlah sampel responden secara total 120 KK, yang diambil 60 KK di setiap sampel desa yang berbeda aksesbilitas. Data identitas sosial ekonomi rumah tangga, persepsi tentang sertifikat tanah, dan minat untuk mensertifikatkan tanah, dikumpulkan menggunakan teknik wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan uji statistic analisi regresi ganda dan uji beda rata-rata yakni uji ‘t’. Hasil penelitian menunjukkah bahwa luas tanah hak rakyat yang bersertifikat baru sekitar 58 persen. Pelaksanaan program penyertifikatan tanah secara masal belum sepenuhnya berhasil, ditunjukkan dari tanah bersertifikat di daerah aksesbilitas rendah, lebih sedikit (29%) daripada di daerah aksesbilitas tinggi (71%). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang sertifikat tanah, sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan di setiap daerah yang berbeda aksesbilitas. Tingkat persepsi masyarakat terhadap biaya pengurusan dan waktu penyelesaian sertifikat tanah, secara keruangan bervariasi. Pengaruh tingkat pendidikan terhadap persepsi, hanya berlaku pada masyarakat di daerah aksesbilitas rendah; sedangkan pengaruh faktor tingkat pengetahuan tentang sertifikat terhadap persepsi, berlaku di daerah aksesbilitas tinggi. Keragaman minat masyarakat mensertifikatkan tanah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, antara lain tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan tentang sertifikat tanah, serta persepsi tentang biaya pengurusan dan waktu penyelesaian tanah. Secara spasial faktor pendidikan paling berpengaruh terhadap minat mensertifikatkan tanah di daerah aksesbilitas rendah; sedangkan faktor tingkat pengetahuan tentang sertifikat paling berpengaruh terhadap minat mensertifikatkan tanah di daerah aksesbilitas tinggi.