Dwi Wahyuningsih Choiriyah
Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEPRESI PADA IBU DAN PENGARUHNYA DALAM PERILAKU PENGASUHAN Dwi Wahyuningsih Choiriyah
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2016): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 11 NO. 1 April 2016
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.11.1.65-76

Abstract

Depresi pada ibu merupakan suatu kondisi mental ibu dengan karakteristik, yaitu kurangnya kehangatan, tidak spontan, tegang atau kaku ketika berinteraksi dengan anak. Hal ini dapat memengaruhi perilaku pengasuhan yang diberikan ibu pada anaknya. Kondisi ini dipengaruhi pula oleh faktor-faktor ekonomi, status pernikahan, dan karakteristik anak. Anak belajar bertingkah laku dan berekspresi emosi dari orangtuanya, khususnya ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran depresi pada ibu dan pengaruhnya dalam perilaku pengasuhan yang dilakukan pada anak. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang ibu yang mengalami depresi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan beberapa alat tes (grafis, BDI) untuk memeroleh gambaran kondisi subjek. Analisis deskriptif dilakukan untuk memeroleh gambaran perilaku pengasuhan yang dilakukan oleh ibu pada anaknya. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu dengan kondisi depresi berdampak pada perilaku pengasuhan yang diberikan. Anak mengalami hambatan dalam perkembangan. Hambatan tersebut antara lain perkembangan fisik, afeksi, psikomotor, dan sosialnya. Perilaku pengasuhan yang dilakukan kurang optimal dan tidak efektif. Pengaruh negatif ini berlangsung secara timbal balik antara ibu dengan anak dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kata Kunci: Depresi pada ibu, perilaku pengasuhan, anak
Systematic Literature Review on Disrupting Intergenerational Transmission of Child Maltreatment Dwi Wahyuningsih Choiriyah
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2015): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 10 NO. 1 April 2015
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.10.1.22-38

Abstract

Kajian pustaka ini mendefinisikan intergenerational transmission (transmisi intergenerasi) sebagai proses yang disengaja maupun tidak disengaja dalam memberikan perlakuan yang salah pada anak dari generasi sebelumnya. Perlakuan yang salah tersebut secara psikologis dapat memengaruhi perlakuan orangtua kepada generasi selanjutnya. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkritisi terjadinya transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak. Transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak dapat dipatahkan atau diputuskan siklusnya dengan adanya hubungan yang harmonis dengan pasangan. Literatur diambil dari website perpustakaan digital Universitas Airlangga (www.lib.unair.ac.id), Proquest, ERIC (Education Resources Information Center), dan google scholar. Artikel-artikel yang relevan pada populasi umum (general population) dan beresiko (at risk population) diseleksi untuk menyusun artikel ini. Kajian naratif dilakukan dengan mengungkapkan kelebihan dan kelemahan dalam pemberian tritmen dan hubungan dengan pasangan pada subjek yang mengalami perlakuan salah dari generasi sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan yang stabil dan penuh kasih sayang dari pasangan dapat memutus siklus transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak. Kelemahan dalam penelitian mengenai transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak yaitu terbatasnya metode penelitian yang digunakan. Metode studi kasus dan penelitian longitudinal dilakukan untuk mengetahui proses transmisi intergenerasi tersebut. Kelebihan yang ditemukan dalam kajian ini, yaitu adanya harapan positif di kemudian hari bahwa siklus perlakuan yang salah dapat dicegah  keberlanjutannya dengan terapi dan atau hubungan yang harmonis dengan pasangan. Hal ini dapat pula digunakan sebagai acuan dalam penyusunan intervensi pada fenomena tersebut. Kata Kunci: intergenerational cycle, child maltreatment, parent-child relationship, attachment, romantic relationship, child abuse