Harnen Sulistio
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Kajian Perbaikan Kinerja Lalu Lintas Di Koridor Gerbang Perumahan Sawojajar Kota Malang Agustinus Vino Anjanto; Rio Rama Pradipta; Harnen Sulistio; Hendi Bowoputro
Rekayasa Sipil Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.844 KB)

Abstract

Permasalahan yang timbul di koridor gerbang perumahan sawojajar kota Malang dapat mempengaruhi kinerja lalu lintas, maka diperlukan upaya untuk melakukan kajian dan mencari solusi yang diperlukan agar dampak yang terjadi dapat diminimalisir. Kajian yang dilakukan berupa analisa kinerja simpang serta membuat rekomendasi perbaikan kinerja lalu lintas yang sesuai. Hasil yang diperoleh yaitu kondisi simpang bersinyal 5 kaki jalan Ranugrati-Sawojajar-Sawojajar Emas-Danau Toba-Simpang Ranugrati pada kondisi eksisting pada tahun 2013 dari hasil analisa perhitungan didapatkan bahwa rata-rata derajat kejenuhan (DS) sebesar 0.812 dengan rincian 0,92 pada pendekat utara; 0,28 pada pendekat utara 2; 0,21 pada pendekat selatan; 0,86 pada pendekat timur; dan 1,79 pada pendekat barat. Kondisi simpang tak bersinyal 4 kaki jalan Ranugrati-Danau Ranau Raya-Danau Toba-Dirgantara pada kondisi eksisting pada tahun 2013 dari hasil analisa perhitungan didapatkan bahwa derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,50. Dari hasil analisa kondisi pada simpang bersinyal 5 kaki jalan Ranugrati-Sawojajar-Sawojajar Emas-Danau Toba-Simpang Ranugrati lima tahun mendatang didapatkan bahwa rata-rata derajat kejenuhan (DS) sebesar 2.50. Dari hasil analisa, kondisi simpang tak bersinyal 4 kaki jalan Ranugrati-Danau Ranau Raya-Danau Toba-Dirgantara lima tahun mendatang didapatkan bahwa derajat kejenuhannya sebesar 1,84. Perbaikan kinerja yang dapat direkomendasikan untuk simpang bersinyal 5 kaki jalan Ranugrati-Sawojajar-Sawojajar Emas-Danau TobaSimpang Ranugrati adalah perbaikan waktu hijau, membuat solusi satu arah pada jalan sawojajar dan sawojajar emas, dan pelebaran pendekat. Perbaikan kinerja yang direkomendasikan untuk simpang tak bersinyal 4 kaki jalan Ranugrati-Danau Ranau Raya-Danau Toba-Dirgantara adalah pembuatan kanalisasi. 
Kajian Karakteristik Angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo di Kota Mataram Isfanari Isfanari; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.675 KB)

Abstract

Kota Mataram yang terus berkembang dalam berbagai sektor memerlukan sarana transportasi yang memadai khususnya angkutan, guna mendukung perkembangan kota yang dinamis. Kondisi angkutan kota yang sangat terbatas dengan melayani rute terbatas maka keberadaan angkutan ojek sepeda motor dan cidomo sebagai angkutan alternatif sangat dibutuhkan oleh pelaku perjalanan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik angkutan ojek sepeda motor dan cidomo, ditinjau dari sisi sosioekonomi, pergerakan, perilaku berkendara, persepsi pengendara/kusir terhadap keselamatan, dan strategi kebijakan yang akan diambil terkait karakteristik Angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo di Kota Mataram. Metode yang digunakan adalah Statistika Deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA) dan Analisis SWOT. Dari penelitian ini diketahui bahwa karakteristik sosioekonomi ekonomi pengendara ojek sepeda motor, mayoritas (45%) usia 17-25 tahun, (84%) suku Sasak, (53%) SMA, (31%) berpenghasilan per bulan Rp. 1.000.000 – Rp. 1.250.000, sedangkan cidomo mayoritas (41%) usia 26-40 tahun, (100%) suku Sasak, (47%) putus sekolah/pondok pesantren, (38%) berpenghasilan per bulan Rp. 500.000 – Rp. 750.000,. Pergerakan penumpang ojek sepeda motor, mayoritas (39%) belanja/ ke pasar, (48%), jarak tempuh 1-5 km, (64%) waktu menggunakan ojek sepeda motor jam 05.00 – 08.00 sedangkan cidomo mayoritas (45%) belanja/ kepasar, (62%), jarak tempuh 1-5 km, (63%) waktu menggunakan cidomo jam 05.00 – 08.00. Perilaku pengendara ojek sepeda motor sebagian besar pengalaman berkendara 16-30 tahun (40%), punya SIM (86%), memiliki SIM dengan tidak diuji (69%), pengetahuan yang kurang dipahami (jarak aman minimal, pengertian rambu, sanksi jika tidak memilik SIM (94%). Sedangkang cidomo sebagian besar pengalaman berkendara 5-15 tahun (58%), tidak punya SIM (87%), memiliki SIM dengan tidak diuji (98%), pengetahuan yang kurang dipahami (simulasi situasi, posisi untuk terlihat, jarak aman minimal, pengertian rambu, fungsi rambu, sanksi jika tidak memiliki SIM (88%). Persepsi pengendara ojek sepeda motor terhadap kecelakaan, mayoritas (63%) pernah mengalami kecelakaan, (39%) pernah mengalami kecelakaan satu kali, (34%) kecelakaan disebabkan kesalahan sendiri, sedangkan pemakai jalan sebagai penyebab kecelakaan adalah pengendara sepeda motor (59%) sedangkan cidomo mayoritas (61%) pernah mengalami kecelakaan, (46%) pernah mengalami kecelakaan satu kali, (43%) kecelakaan disebabkan kesalahan sendiri, sedangkan pemakai jalan sebagai penyebab kecelakaan adalah kusir cidomo (29%). Angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo dalam posisi yang kuat dan berpeluang, Sehingga rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif Strategi artinya angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat memungkinkan untuk terus melakukan pengembangan, meningkatkan pelayanan pada pengguna angkutan. 
Karakteristik dan Peluang Kecelakaan pada Mobil Pribadi di Wilayah Perkotaan Lasmini Ambarwati; Harnen Sulistio; Gama Hendika Negara; Zanuar Hariadi
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.29 KB)

Abstract

Growth of the number of private car in Indonesia is followed by increasing car accident. Because of thatreason, it is important to know the driver’s factors which have an effect on probability of accident in theurban area. Analysis method is logistic regression, binomial logic model with data obtained from distributionof questionnaire. From the analysis, the factors which have influence to the probability of accident in theMalang city are gender and trip purpose. Otherwise, for Batu city, gender, riding attitude, income, and traveldistance influence the probability of car accident. From driver characteristics which most drivers haveeducation background with graduated from senior high school and age below than 23 years, the probabilityof accident is 0.787. 
Kajian Kapasitas, Kebutuhan, Dan Efektivitas Parkir Di Bandar Udara El Tari Kupang Amy Wadu; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.563 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2017.011.01.10

Abstract

Undisciplined and difficulty to find parking space are problems at El Tari Airport Kupang. The purpose of research to determine the capacity and demand of parking space and the effectiveness of parking services. The methods used include analysis of parking characteristics, linear regression, method of Importance Performance Analysis (IPA). The results showed that the demand parking space for car at El Tari Airport in existing condition is already exceeding capacity, while for motorcycle still sufficient. For the next 5 years the demand of parking space is 573 parking spaces (SRP) for cars and 599 SRP for motorcycles. The relationship between parking space demand and the number of passengers are y = 1.463x - 6203.6 for car and y = 3.3449x - 14565 for motorcycles. For parking service performance with IPA method, there are 7 variables as the main priority improvement, that is the ability of the parking operator to direct the vehicle to the parking lot, arrange the traffic in the parking area, direct the driver in and out of the parking lot, supervision of parking offenders, parking attendant behavior on the driver, circulation arrangement and vehicle parking position expressed by parking signs and markings, and parking patterns in order. 
Pengaruh Proporsi Angkutan Umum Terhadap Kinerja Ruas Jalan Di Kota Malang Sabrina Handayani H; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.58 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu  kota tujuan wisata di Provinsi Jawa Timur yang perlu didukung dengan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Saat ini kemacetan lalu lintas merupakan persoalan hampir disetiap kota besar di Indonesia, dan hal ini juga terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Malang. Peningkatan kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil pribadi merupakan salah satu penyebab hal tersebut. Akan tetapi ada faktor lain seperti perilaku angkutan umum di Kota Malang juga memberikan kontribusi terhadap kelancaran lalu lintas. Lalu lintas suatu ruas jalan biasanya dipengaruhi oleh kinerja ruas jalan tersebut. Dalam hal ini V/C ratio yang dapat menunjukkan baik dan buruknya tingkat pelayanan jalan. Oleh karena itu perlu melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh proporsi angkutan umum terhadap kinerja ruas jalan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan analisis kapasitas jalan dan analisis korelasi dan regresi linier. Penelitian ini dilaksanakan di sepuluh ruas jalan di Kota Malang dengan 2 tipe jalan yaitu 2/2 UD sebanyak 6 ruas jalan dan 4/2 UD sebanyak 4 ruas jalan. Dari hasil analisa diperoleh 2 variabel yang digunakan dalam analisis regresi linier yaitu proporsi angkot sebagai variabel penjelas (X) dan V/C ratio sebagai variabel respon (Y) .Nilai korelasinya sebagai berikut: Jalan Mergan 0,946; Jalan Jupri 0,942; Jalan IR Rais 0,873; Jalan Bandulan 0,967; Jalan Sumbersari 0,868; Jalan MT Haryono 0,893; Jalan Ade Irma Suryani 0,919; Jalan Besar Ijen 0,741; Jalan Jenderal Gatot Subroto 0,825; Jalan Semeru 0,975. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa proporsi angkot (X) berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas dalam hal ini V/C ratio (Y). 
Kajian Pergerakan Kendaraan Belok Kiri Langsung Pada Simpang Bersinyal (Studi Kasus Di Kota Pasuruan) Khusnul Khotimah; Harnen Sulistio; Hendi Bowoputro
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.562 KB)

Abstract

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tertulis bahwa pada simpang yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas. Hal tersebut tidak selalu memberikan kontribusi positif bagi operasi lalu lintas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan dari belok kiri saat lampu merah, mengetahui karakteristik kecelakaan lalu lintas khususnya orang menyeberang jalan di simpang bersinyal terkait belok kiri langsung dan batasan kondisi pengaturan simpang bersinyal yang dapat diterapkan larangan belok kiri langsung pada simpang di Kota Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan pada simpang bersinyal di Kota Pasuruan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji coba kondisi LTOR dan NLTOR dengan model Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan karakteristik kecelakaan orang menyeberang dengan Probabilitas Poisson. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi geometrik 4 lajur 2 arah (4/2) baik memiliki median maupun tidak memiliki median dapat dilaksanakan LTOR. Sedangkan pada kondisi geometrik tipe pendekat 2 lajur 2 arah (2/2) memiliki median maupun tidak memiliki median dapat dilakukan NLTOR. Seiring dengan pertambahan volume dengan kondisi geometrik yang tetap, kinerja persimpangan pada kondisi NLTOR lebih baik daripada kondisi LTOR, selain itu dengan adanya perubahan desain berupa penambahan lebar masuk, pengaturan boleh belok kiri langsung dapat diterapkan (kinerja persimpangan dengan LTOR sama dengan kinerja persimpangan dengan NLTOR). Kondisi batas penerapan LTOR rata-rata pada simpang di Kota Pasuruan adalah sebagai berikut : Kondisi I (untuk persentase volume belok kiri 0-40%) penerapan LTOR; Kondisi II (persentase volume belok kiri 40%-50%) pengaturan LTOR diperbolehkan dengan syarat dilakukan upaya manajemen persimpangan; Kondisi III (persentase volume belok kiri 50%-100%) penerapan NLTOR. Dari karakteristik kecelakaan didapatkan bahwa simpang Apotek berpeluang 0,5 sedangkan untuk simpang Bulu berpeluang 0,7. Kondisi ini menjadi pertimbangan simpang Apotek dan simpang Bulu untuk direkomendasikan dengan manajemen simpang dilarang belok kiri langsung (NLTOR). 
Kajian Tingkat Kepuasan Penumpang Dan Kinerja Pelayanan Terminal Penumpang Domestik (T2) Di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya I Ketut Oka Mariana; Harnen Sulistio; M. Zainul Arifin
Rekayasa Sipil Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.711 KB)

Abstract

Setahun operasional T2 Bandara Juanda Surabaya, perlu dilakukan kajian terhadap tingkat kepuasan penumpang dan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh penumpang. Untuk itu, tujuan dari kajian ini adalah mengetahui indeks kepuasan penumpang terhadap pelayanan di terminal domestik (T2) Juanda, mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan fasilitas di terminal 2 domestik Juanda, mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan fasilitas di terminal 2 domestik Juanda, dan membuat rekomendasi guna perbaikan kinerja pelayanan di terminal 2 domestik Juanda. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah Customer Satisfaction Index (CSI), ImportancePerformance Analysis (IPA), Quality Function Deployment (QFD) dan Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis CSI memperlihatkan dari 36 atribut pelayanan, nilai yang diperoleh sebesar 75,10% yang berarti penumpang merasa puas dengan pelayanan terminal 2 Juanda. Dari analisis IPA diketahui tingkat kinerja pelayanan yang masih perlu ditingkatkan pada kuadran I. Analisis QFD menghasilkan prioritas penanganan yaitu: waktu pemeriksaan terhadap fasilitas umum di terminal keberangkatan domestik lebih intensif minimal 2 kali sehari. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, diperoleh model yang mempengaruhi tingkat kinerja pelayanan/kepuasan penumpang yaitu Y = 2,082 + 0,189X 2 + 0,403X 5 JURNAL REKAYASA SIPIL / Volume 9, No.3 – 2015 ISSN 1978 - 5658 2 dimana X 2 adalah jumlah tempat duduk di ruang keberangkatan domestik dan X 5 adalah fasilitas umum di ruang keberangkatan domestik. 
Kajian Kinerja Angkutan Barang Di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo Saikudin Saikudin; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.571 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo saat ini, mengetahui tingkat kepuasan operator dan pengguna jasa angkutan barang terhadap fasilitas pelabuhan barang yang disediakan di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, serta membuat rekomendasi arah pengembangan Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo sesuai fungsi dan hasil evaluasi para pengguna fasilitas pelabuhan angkutan barang. Untuk mengetahui kinerja angkutan barang dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kepuasan operator dan pengguna jasa angkutan barang terhadap fasilitas pelabuhan barang, digunakan metode IPA menggunakan metode wawancara dengan 5 skala Likert. Sedangkan untuk mengetahui strategi yang akan digunakan oleh Pelabuhan Tanjung Tembaga sebagai dasar pembuatan arahan pengembangan, maka digunakan metode SWOT, dengan mengambil 100 sampel pengguna jasa angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga dan menggunakan 4 skala Likert. Dari hasil analisis, maka untuk tingkat kepentingan dan kepuasan yang menggunakan metode IPA didapatkanhasil Kuadran 1, tingkatkan kinerja adalah ketersediaan fasilitas dan peralatan bingkar muat barang, ketersediaan area parkir kendaraan di pelabuhan, kondisi dermaga, aksesibilitas gudang ke dermaga, aksesibilitas dermaga ke jalan, aksesibilitas gudang dengan jalan raya serta sistem penerangan di pelabuhan. Sedangkan untuk metode SWOT didapatkan strategi SO1 meningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan pelabuhan, mempertahankan kualitas SDM serta meningkatkan pelayanan operator bongkar muat barang. 
Integrasi Sistem Data Kecelakaan Lalu Lintas Di Kabupaten Jember Kuntoro Bayu Ajie; Harnen Sulistio; Agus Suharyanto
Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.287 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2017.011.01.8

Abstract

The rapid development of technology can help people solve their problems faced every day. One of them is the problem in transportation sector related traffic accident data often occur in Jember. Many agencies and institutions that play a role, making the existing data to be different. Traffic accident report from police and patient report in emergency room from hospital is collected from 2012 to 2014. The result of this research is a good integration traffic accident database system between police and hospital using PostgreSQL, an information system about traffic accident recording with the location can be presented in digital map using Microsoft Visual Basic 6.0, and a recommendations to improve the accuracy of existing traffic accident data. 
Model Peluang Kecelakaan Sepeda Motor Berdasarkan Karakteristik Pengendara (Studi Kasus: Surabaya, Malang Dan Sragen) Tyas Permanawati; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.329 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia mengiringi meningkatnya kecelakaan yang  melibatkan sepeda motor dimana lebih banyak dibanding mobil penumpang dan manusia merupakan faktor  paling dominan penyebab terjadinya kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model peluang  kecelakaan sepeda motor berdasarkan karakteristik pengendara ditinjau terhadap aspek sosio-ekonomi,  pergerakan dan perilaku. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi logistik dengan  menggunakan data hasil kuesioner yang dilakukan pada 370 responden di Surabaya, 100 responden di  Malang dan 101 responden di Sragen. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar pengendara sepeda motor  di Surabaya, Malang dan Sragen berjenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMU, usia responden  tertinggi 21-25 tahun di Surabaya (18,1%), Malang (24%) dan usia 15-20 tahun di Sragen (34%). Pekerjaan  sebagai pegawai swasta tertinggi di Surabaya (42,7%) dan Malang (42%), sedangkan di Sragen tertinggi  adalah wiraswasta (25,7%). Di Surabaya, Malang dan Sragen sebagian besar melakukan pergerakan untuk  tujuan bekerja. Di Surabaya responden paling banyak memperoleh SIM melalui ujian dan praktek, di Malang  dan Sragen paling banyak memperoleh SIM tidak melalui ujian. Responden yang pernah mengalami  kecelakaan sepeda motor di Surabaya 57,6%, di Malang 69% dan di Sragen 70,3%.Model peluang yang berpengaruh meningkatkan kecelakaan di Surabaya: P(xi) =  1/[1+e-(0,665+0,591X3,2+1,823X4,1+0,594X4,2 ) ], dengan X3,2 = kadang-kadang berkendara dengan kecepatan > 40  km/jam, X4,1 = sering menyalip dua kendaraan sekaligus, X4,2 = kadang-kadang menyalip dua kendaraan  sekaligus. Model yang dihasilkan di Malang: P(xi) = 1/[ 1+e- (0,687+1,511X3,2 ) ], dengan X3,2 = pekerjaan  sebagai pegawai swasta. Model yang dihasilkan di Sragen: P(xi) = 1/[ 1+e -( 0,392 +0,193X2 ) ], dengan X2 =  pengetahuan berkendara. Rekomendasi program aksi yang diusulkan untuk Surabaya meliputi: perbaikan  perilaku melalui pendidikan, penegakan hukum dan keterlibatan pemangku keputusan; untuk Malang  meliputi: perbaikan sistem pemberian SIM, penegakan hukum dan keterlibatan pemangku keputusan; untuk  Sragen meliputi: meningkatkan pengetahuan berkendara, penegakan hukum dan keterlibatan pemangku  keputusan.