Edi Susanto Edi Susanto
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REVITALISASI NILAI LUHUR TRADISI LOKAL MADURA Edi Susanto Edi Susanto
KARSA Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 2
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v12i2.135

Abstract

Abstrak: Kuatnya arus modernisasi telah menyebabkan kearifan lokal menjadi tereliminasi dan tergantikan oleh grand narrative, yang hingga batas tertentu menyebabkan manusia tercerabut dari akar tradisinya, sehingga mengalami krisis jati diri dan keterputusan budaya. Tulisan ini berusaha menunjukkan pentingnya revitalisasi tradisi lokal kemaduraan sebagai usaha awal menemukan mata rantai tradisi yang mulai tergerus dominasi dan hegemoni modernisasi. Dengan melakukan revitalisasi, diharapkan akan dapat ditampilkan kembali jati diri kemaduraan yang khas, yakni wajah keberislaman ala Madura, yang sudah barang tentu tidak dapat dilepaskan dari mainstream keislaman normatif.   Kata kunci: revitalisasi, Tradisi lokal, Kearifan lokal Madura  
KEPEMIMPINAN [KHARISMATIK] KYAI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MADURA Edi Susanto Edi Susanto
KARSA Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v11i1.146

Abstract

Edi Susanto   (Dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan dan Peserta Program Doktor IAIN Sunan Ampel Surabaya)       Abstrak : Dalam hirarki sosial masyarakat Madura tradisional, kyai adalah elit sosial sekaligus elit keagamaan, sehingga menjadi figur sentral dan memainkan peran vital dalam kehidupan masyarakat. Seiring dengan dinamika sosial masyarakat Madura yang bergerak -secara lambat namun pasti- pada bandul progresivisme dan modernitas, fungsi kyai menjadi semakin terbatas dan berkurang, sehingga ia tidak lagi menjadi satu-satunya agent of social change. Dalam kondisi demikian, kepemimpinan kyai bukan lagi berada pada aras religio-paternalis-kharismatik, tetapi berpindah pada aras persuatif-partisipatif-rasional, sehingga reorientasi peran kyai di tengah dinamika masyarakat Madura merupakan hal yang mesti dilakukan. Kata Kunci : kepemimpinan Kyai, religio-paternalistik, persuatif partisipatif,