This Author published in this journals
All Journal Al-Mursalah
Riza Nazlianto, Lc, MA
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ḤADĪTS ZAMAN RASULULAH SAW DAN TATACARA PERIWAYATANNYA OLEH SAHABAT Riza Nazlianto, Lc, MA
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembicaraan tentang ḥadist, kadang kala dihubungkan dengan istilah sunnah, khabar maupun atsar. Istilah tersebut sebenarnya merupakan muradif (sinonim) yakni menyangkut ajaran Islam yang diterima melalui periwayatan. Namun kenyataannya, para pakar ada yang berbeda dalam memberikan pengertian terhadap istilah tersebut, semua itu tidak terlepas dari sudut pandang atau disiplin ilmu yang mereka miliki. Pada dasarnya, perbedaan arti dari istilah tersebut tidaklah menunjukkan suatu pertentangan, tetapi ia saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Dalam tulisan ini, akan diungkapkan beberapa pandangan tentang pengertian hadits, sunnah, khabar dan atsar serta tata cara periwayatan yang dilakukan oleh para sahabat.  Untuk memperoleh bahan yang relevan dengan permasalahan ini, saya menggunakan kajian perpustakaan (library research) dalam rangka mencari sumber primer dan sekunder yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang dibahas. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) Ḥadīts merupakan sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah Saw. baik itu berupa perkataan, perbuatan maupun taqrir, baik sebelum diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya; (2) Tata cara periwayatan hadits yang dilakukan oleh  para sahabat umumnya menggunakan al-sama’. Ada kalanya dengan menggunakan istilah sami’tu, ḥadatsna, ḥadatsni maupun akhbarni dan sebagainya.  Kata Kunci : Periwayatan, Hadits dan Sahabat
KEMUKJIZATAN AL-QUR’ĀN DAN POLEMIK DI SEKITARNYA Riza Nazlianto, Lc, MA
Al-MURSALAH Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaijan  ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kritikan yang dilakukan terhadap al-Qur’ān, baik di kalangan kafirin bahkan juga orang Islam itu sendiri, padahal al-Qur’ān sudah terbukti kebenarannya.  Secara logika, al-Qur’ān yang diturunkan oleh Allah Swt dalam bahasa ‘Arab, tentu saja, sangat mudah dipahami oleh orang ‘Arab itu sendiri. Dalam kenyataannya, tidak ada seorangpun yang dapat menandingi al-Qur’ān, baik dari segi gaya bahasanya maupun sastranya. Padahal ketika itu, mereka memiliki kemampuan bahasa dan sastra yang sangat baik. Hasil kajian menemukan bahwa kemukjizatan mencakup semua isi al-Qur’ān, yaitu berkaitan dengan aspek bahasanya yang indah dan teratur, aspek ilmiahnya, aspek berita ghaib serta aspek penempatan tasyri’ atas semua umat manusia terutama ummat Islam. Sekalipun, al-Qur’ān mempunyai kemukjizatannya, tetapi ada juga timbul polemik, kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seseorang dalam  memahami bahasa dan sifat redaksi bahasa yang ada dalam al-Qur’ān.  Di samping itu, terjadinya polemik terhadap kemu'jizatan al-Qur’ān itu,  kemungkinan disebabkan oleh ketidaksenangan sebagian orang, sehingga mencari-cari kelemahan lain, padahal sudah terbukti kebenarannya. Hal ini terlihat dari kelemahan mereka yang tidak mampu membuat tandingan seumpama al-Qur’ān, selain itu bisa disebabkan oleh kurangnya mereka memahami bahasa ‘Arab dan sifat redaksi bahasa tersebut. Kata Kunci : Kemukjizatan, al-Qur’ān dan Polemik
PERTIMBANGAN HAKIM TENTANG PUTUSAN ITSBAT NIKAH SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Analisis Putusan Nomor: 0036/Pdt.P/2016/MS.Ttn) Riza Nazlianto, Lc, MA; Ekawati, SH
Al-MURSALAH Vol. 3 No. 1 Januari-Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus itsbat nikah setelah berlakunya UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan di Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan. Perkawinan yang disahkan hanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya UU Nomor 1 Tahun 1974. Akan tetapi, Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 7 ayat 3 huruf a memberikan peluang untuk pengesahan nikah yang terjadi sebelum atau sesudah berlakunya UU Nomor 1 Tahun 1974 hanya untuk kepentingan perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pertimbangan majelis hakim dalam mengabulkan perkara itsbat nikah di Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpul data melalui  studi dokumentasi.  Sementara pengolahan data juga menggunakan model analisis dokumenter. Hasil penelitian mengatakan bahwa alasan majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah mengabulkan permohonan itsbat nikah nomor 0036/Pdt.P/2016/MS.Ttn, di antaranya: (1) kemaslahatan keluarga (maṣlahah murṣalah), artinya seorang hakim bersedia mengabulkan perkara itsbat nikah berdasarkan pertimbangan kemaslahatan anggota keluarga; (2) Keterangan saksi dan bukti di persidangan akan menjadi pertimbangan hakim; (3) Posita petendi, yaitu dasar atau dalil permohonan yang berisi tentang peristiwa dan hubungan hukum itsbat nikah dan alasan atau tujuan dalam mengajukan itsbat nikah; (4)  Legal standing, mengkaji secara teliti dan cermat tentang legal standing sebagai dasar dalam penetapan perkara istbat nikah, baik itu berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), pendapat para ulama ataupun hukum positif yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan masalah istbat nikah.   Kata Kunci : Pertimbangan Hakim dan Istbat Nikah