This Author published in this journals
All Journal Al-Mursalah
Muḥammad Iqbal, MA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP MAHAR DALAM PERSPEKTIF MAZHAB IMAM SYAFI’Ī Muḥammad Iqbal, MA
Al-MURSALAH Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan mahar yang terlalu tinggi sekarang ini, merupakan sebuah problema yang harus diselesaikan. Sepatutnya, hal ini tidak boleh terjadi, karena bisa merugikan bagi orang Islam itu sendiri. Karena mahar  adalah sesuatu yang sangat diperlukan dalam sebuah pernikahan.  Salah satu dari pada lima syarat untuk sah nikah adalah mahar. Dalam berbagai mazhab, mahar ada pembahasan khusus dan tetap diwajibkan termasuk dalam mazhab  Imam Syafi’ī. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tentang konsep mahar dalam perspektif mazhab  Imam Syafi’ī. Hasil kajian menemukan bahwa dalam Mazhab Imam Syafi’ī , tidak ada batas maksimal dan minimal dalam jumlah kadar mahar. Namun demikian, dianjurkan mahar itu tidak memberatkan atau membebankan, karena sebuah pernikahan yang mengandung keberkahan adalah pernikahan yang maharnya mudah dan tidak terlalu tinggi atau mahal. Hikmah dari pensyari’atan mahar adalah agar suami istri bisa bercampur, untuk menghargai perempuan dan untuk menjadi pegangan bagi si istri. Penelitian ini disarankan kepada masyarakat, khususnya yang menganut Mazhab Syafi’iyah untuk dapat mengimplementasikan konsep tersebut ke dalam kehidupan nyata.  Kata Kunci : Konsep, Mahar, Mazhab Syafi’ī
EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM: ANALISIS KOMPERATIF Muḥammad Iqbal, MA; Sufyan Ilyas, MH
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiqh atau hukum Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang paling dikenal dalam masyarakat. Hal ini terkait karena obyek ilmu fiqh berkaitan langsung dengan masyarakat. Selain itu, fiqh sebagai disiplin keilmuan, ilmu fiqh akan senantiasa terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.  Ada beberapa isu utama dalam bidang epistimologinya. Kajian ini membahas terhadap salah satu ilmu-ilmu keislaman yaitu ilmu fiqh dilihat dari sudut pandang epistimologi, yaitu tentang struktur dan cara kerja ilmu fiqh itu sendiri. Sedangkan metode penulisannya adalah dengan menggunakan metode analisis komperatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Fiqh adalah salah satu dari pada ilmu-ilmu keislaman, yang strukturnya terdiri dari Al-Quran dan al-Sunnah, ijtihad yang dilakukan oleh para ahli hukum dalam menangkap atau memahami beberapa dalil hukum (adillah al-aḥkam), seperti ijma , qiyas, maslahah, istihsan, istihshab, dan ‘urf; (2)  Cara kerja ilmu fiqh adalah menggali fiqh atau hukum dari sumbernya yaitu Al-Quran dan al-Sunnah. Kemudian kalau tidak ada, akan dilakukan dengan ijtihad menggunakan dalil. Produk hukum yang dilahirkan oleh fiqh, di antaranya  fiqh ibadah, dan fiqh mu’amalah  dan (3) Para ahli uṣhul berbeda-beda dalam pemahaman, baik yang menggunakan pendekatan tekstualis, baṭiniyah atau kontekstualis, sehingga pada akhirnya sama-sama menghasilkan hukum yang berbeda-beda pula. Hasil penalaran ilmu fiqh dapat menghasilkan berbagai macam aturan yang dapat mengatur semua lini kehidupan seorang muslim, baik yang berhubungan langsung kepada Tuhan-nya (hablum minallah) maupun antara sesama manusia (hablum minannas). Kata Kunci : Epistimologi dan  Hukum  Islam