Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

VALIDASI PERSAMAAN KORELASI ANTARA NILAI INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) DENGAN NILAI KERUSAKAN (NK) JALAN: STUDI KASUS JALAN TOL SURABAYA-GEMPOL Anak Agung Gde Kartika; Wahju Herijanto; Hera Widyastuti; Cahya Buana; Catur Arif P.
Jurnal Transportasi Vol. 6 No. 1 (2006)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.805 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v6i1.1794.%p

Abstract

Abstrak Parameter kondisi perkerasan jalan seperti International Roughness Index (IRI) dan Nilai Kerusakan (NK) jalan sangat jamak digunakan untuk menentukan kinerja pelayanan ruas jalan selain parameter dari sisi lalu lintas. Selain dipakai sebagai kinerja pelayanan jalan, IRI dan NK juga banyak dipakai sebagai input dalam penghitungan Biaya Operasi Kendaraan. Penentuan nilai IRI umumnya cukup sulit dari segi biaya karena harus menggunakan peralatan yang hanya bisa didapatkan di tempat tertentu saja, sementara itu Nilai Kerusakan relatif mudah untuk dilaksanakan.Kartika, dkk (2005) telah berhasil menunjukkan hubungan antara nilai IRI dengan NK yaitu dengan persamaan; IRI=7,765(NK)0,0891. Namun demikian persamaan tersebut dirasa kurang valid mengingat nilai validitasnya (R2) hanya sebesar 0,3215. Hal ini kemungkinan disebabkan dalam menentukan persamaan tersebut belum dilakukan uji korelasi yang cukup terhadap variabel-variabel jenis kerusakan yang terjadi. Artinya semua kategori kerusakan dimasukkan dalam penentuan persamaan tersebut tanpa melihat apakah semua jenis bebar-benar berpengaruh atau tidak.Setelah mempertimbangkan jenis-jenis kerusakan yang paling berpengaruh dengan menggunakan analisis faktor dan analisis korelasi, maka bentuk persamaan yang baru adalah; IRI=7 + 0,066NKRetak + 3,340NKPenurunan + 0,296NKShoving + 0887NKPothole…(R2=0,571)Kata kunci: biaya operasi kendaraan, roughness, IRI, Nilai Kerusakan Jalan
PROBABILITY MODAL TRANSFER TO THE FORWARDER AT TERMINAL LAMONG BAY SURABAYA Rezki Setya Irsadi; Hera Widyastuti
Journal of Civil Engineering Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.973 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v32i1.4507

Abstract

Currently the mobilization of freight transport from Surabaya to Jakarta or otherwise served by three types of modes transport, including truck, train, and marine vessels. But the majority of the freight transport cargo in the corridor Surabaya – Jakarta is served by trucking so that the impact on the capacity of roads and road load increases. The purpose of this study was to estimate the probability EMKL service manager / Forwarder to switch modes from container truck to railway mode container. The methods used to analyze the research data is a binary logistic regression. The results of these studies indicate that the travel time during the 3-day trip by truck containers will potentially probability modal transfer containers from trucks to rail containers reached 87.49%, and the more need for the use of container sizes of 20 ft. at a cost of Rp. 2,500,000 will potentially modal transfer containers from trucks to rail container by 82.34%, more than the container size of 40 ft. at a cost of Rp. 4,000,000 by 50%.
ANALISA PERUBAHAN KINERJA DI JALAN GAJAH MADA MEDAN AKIBAT ADANYA JALAN LAYANG Yaumil Fauzi; Hera Widyastuti
Journal of Civil Engineering Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.493 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v32i2.4550

Abstract

The increase of vehicles is one of the impacts of activity growth in a region. The high number of vehicles has an impact on the high saturation rate and the decreasing level of effectiveness and performance through Gajah Mada Medan Street. One of the solutions offered for performance improvement in Gajah Mada Street is the construction of flyover. Therefore, it is necessary to analyze the performance alteration due to the constructed of flyover.The analysis process development in Gajah Mada Street is conducted on the number of vehicles, speed, capacity, and delay analysis at the intersection. From the analysis result obtained the volume roads, degree of saturation, travel time and forecasting from Gajah Mada Street.
Penilaian Indeks Kualitas Jalan Rel (Track Quality Index) berdasarkan Standar Perkeretaapian Indonesia (Studi Kasus : Cirebon-Cikampek) Dyni Indar Karunianingrum; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.991 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5710

Abstract

Untuk mengatasi pergerakan pertumbuhan lalu lintas jaringan kereta api di Indonesia, khususnya di Jalur Cirebon-Cikampek dimana jalur tersebut merupakan salah satu rute tersibuk di Pulau Jawa dimana hal itu dapat mempengaruhi kondisi geometri lintasan. Faktanya, ada beberapa parameter geometri yang mempengaruhi turunnya penurunan kualitas jalan rel diantaranya yaitu angkatan, listringan, pertinggian, dan lebar spur. Angka-angka yang dihasilkan dari parameter tersebut secara objektif disimpulkan untuk memberikan ukuran kualitas segmen secara keseluruhan. Kualitas lintasan jalan rel (track) didefinisikan sebagai nilai numerik yang mewakili kondisi relatif dari geometri permukaan lintasan. Dalam hal ini, indikator penilaian kualitas lintasan berdasarkan penjumlahan standar deviasi dari keempat parameter sehingga hasil kualitas segmen secara keseluruhan disebut Indeks Kualitas Lintasan (TQI). Penggunaan TQI memberikan kemungkinan untuk menilai indikator kinerja jalur kereta api. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Indeks Kualitas Track berdasarkan Standar Kereta Api Indonesia dengan menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil yang didapatkan dari analisis regresi linier berganda adalah mengetahui seberapa besar keempat parameter tersebut bepengaruh terhadap nilai TQI.  
Sustainibility Bantalan Jalan Rel Tipe Beton Prategang Mutu K-600 dengan Metode Analisis Life Cycle Assessment (LCA) terhadap Pencemaran Udara Ryan Hardianto; Hera Widyastuti; Arie Dipareza Syafei
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.785 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7232

Abstract

Pelepasan emisi menjadi salah satu isu global dalam perkembangan industri beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, penggunaan sumber material yang berkelanjutan, dapat mempengaruhi parameter dan kuantitas pencemaran udara pada produksi bantalan beton tipe prestressed. Sehingga, analisis pemanfaatan sumber material bantalan beton, hingga nilai akhir daur hidup bantalan beton menjadi salah satu faktor kontribusi pelepasan nilai satuan emisi CO2, SO2, dan NO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas ekosistem dan mempertimbangkan pencampuran fly ash sebagai bahan material alternatif. Pencampuran komposisi fly ash disimulasikan dengan 3 skenario jenis percobaan dianta­ranya; 100% semen, 90% semen & 10% fly ash, dan 75% semen & 25% fly ash. Pengaruh campuran beton dan fly ash dapat dianalisis dengan menggunakan aplikasi uji kelayakan emisi Simapro 9.0. Penghijauan dapat menurunkan dampak pencemaran udara terhadap global warming. Diharapkan efektifitas hasil pelepasan emisi terhadap lingkungan menggunakan metode Life Cycle Assesment (LCA) pada produksi bantalan beton prestressed dapat mereduksi.
Analisa Biaya Kerugian Kemacetan Jalan Akibat Pelaksanaan Perbaikan Lapisan Base Course Menggunakan Cement Treated Base (CTB) (Studi Kasus : Ruas Jalan Laden – Bunder Kabupaten Pamekasan) Ahmad Faqihul Muqoddam; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17912

Abstract

Road repair can be done by maintenance, Rehabilitation and Road Reconstruction. Road reconstruction can be done by replacing the base course layer. One of the materials to choose from is cement treated base (CTB). The implementation of road reconstruction resulted in traffic jams. Congestion occurs due to decreased road performance resulting in long queues, delays and additional vehicle operational costs. This will cause harm to road users. The method for calculating road user losses due to congestion during road repairs uses the Tzedakis method. The results of calculating the cost of losses during road repairs on the base course layer with a CTB thickness of 15 cm, a handling width of 3 meters and a handling length of 1000 meters are Rp. 2,905,814,453, -. Meanwhile, with a CTB thickness of 30 cm and a processing time of 24 days, the road congestion loss is Rp. 3,486,977,344, -
Studi Pemodelan Kinerja Persimpangan Bersinyal Akibat Adanya Perlintasan Sebidang Kereta Api (Studi Kasus: Pendekat Barat Kanan Persimpangan Bersinyal Jalan Monginsidi Bojonegoro) Arie Wicaksono; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.18231

Abstract

Persimpangan bersinyal yang berdekatan dengan perlintasan sebidang menyebabkan waktu tunggu lebih lama pada saat penutupan perlintasan sebidang, sehingga mengakibatkan kemacetan. Dibuat dua model hubungan antar variabel, model pertama adalah hubungan antara panjang kereta api, lama waktu penutupan perlintasan, dan kecepatan kereta api menggunakan metode regresi berganda. Model kedua adalah hubungan antara lama waktu penutupan perlintasan dan panjang antrian menggunakan metode regresi. Hasil model pertama didapat y = -16,72 x1 + 4,309 x2 + 436,237. Dengan y = lama waktu penutupan perlintasan sebidang, x1 = kecepatan kereta api, dan x2 = jumlah gerbong kereta api. Hasil model kedua didapat y = 0,043x + 39,443 pada pendekat barat kanan real lapangan, dan y = 0,745x + 28,052 pada pendekat barat kanan hasil perhitungan, dengan y = waktu penutupan perlintasan sebidang dan x = panjang antrian kendaraan. Persamaan tersebut mengandung arti 20 detik waktu perlintasan bertambah maka akan menambah panjang antrian sebesar 40,30 m pada kondisi real lapangan dan 42,95 m pada kondisi hasil perhitungan.
Aplikasi Highway Safety Manual (HSM), AASHTO 2010 pada Jalan Tol Surabaya-Gempol Rifqah Rifqah; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17511

Abstract

Jalan Tol Surabaya-Gempol merupakan salah satu jalan tol dengan jumlah kecelakaan teringgi di Jawa Timur. Dalam kondisi ini maka perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas. salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah dengan melakukan analisis aplikasi Highway Safety Manual (HSM), AASHTO 2010 pada Jalan Tol Surabaya-Gempol, hal ini dilakukan karena Indonesia merupakan salah satu negara yang mengadopsi metode-metode pengukuran keselamatan dari Amerika, Australia atau negara negara di benua Eropa lainnya. HSM merupakan metode yang dapat digunakan oleh perencana lalu lintas untuk mengevaluasi dampak keselamatan dari keputusan selama proses pengembangan proyek. Berdasarkan hasil analisis, metode HSM dapat digunakan untuk memprediksi jumlah kecelakaan lalu lintas pada segmen Jalan Tol Surabaya-Gempol dengan menggunakan faktor kalibrasi (C) sebesar 0,34 sebagai nilai C untuk data rekapitulasi selama lima periode pengamatan. Nilai tersebut menyatakan bahwa jumlah kecelakaan di Jalan Tol Surabaya-Gempol kurang lebih 1/3 dibandingkan dengan jumlah kecelakaan yang terjadi pada Jalan Tol yang terdapat di Amerika.
Analysis Effect Of Thick Ballast On Track Quality Index (TQI) Value Route Wonokromo – Mojokerto Untung Subarkah; Hera Widyastuti; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1589

Abstract

In Operational  Area  8 Surabaya there are several railway lines, one of which is the Wonokromo - Mojokerto line. This lane has a fairly heavy train traffic frequency including the connecting lane south. This will affect the quality of roads on the Wonokromo - Mojokerto line. To assess damage to a railroad seen from several aspects in the structure of the railroad. These aspects are the structure of the railroad, the structure of the railroad and the geometrical structure of the railroad. In Indonesian railways, the railroad uses railroad geometry consisting of several parameters (track gauge, cant, longitudinal level, and lateral level.) as a basis for assessing railroad quality. In this study will analyze the structure of the railroad under the thickness of the ballast to the Track Quality Index (TQI). In this study using a simple linear regression analysis to determine the variation of the thickness of the ballast to TQI. From the results of the analysis conducted, obtained thickness changes that occur in ballast that affect the value of the Track Quality Index (TQI). Where the greater ballast, the greater the value of TQI.