This Author published in this journals
All Journal Al-Mursalah
Mihfa Rizkiya, M.HI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLOITASI PEREMPUAN PADA ZAMAN MODERN DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM Mihfa Rizkiya, M.HI
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang perempuan pada zaman modern ini menarik. Tatanan perempuan, telah berubah secara drastis sejalan dengan perkembangan teknologi dan meluapnya produksi. Bentuk penampilan berubah setiap saat, dari tahun ke tahun, seiring dengan rias wajah, rambut, pakaian dan kesenangan ditentukan oleh barang produk baru. Dari keinginan bekerja inilah perempuan terkadang salah langkah. Di satu sisi karena ingin tenar dan mendapat popularitas, dipuja di mana-mana. Di sisi lain, ada keinginan suci untuk membahagiakan orang tua atau karena desakan ekonomi. Siapa yang mesti dipersalahkan? Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak adanya dipersalahkan dalam persoalan ini, hanya saja, aturan hukum yang masih berlaku di negara kita belum sepenuhnya diberlakukan. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam masyarakat masih sering terlewatkan begitu saja tanpa ada sanksi hukum, karena tidak adanya hukum yang mengatur hal tersebut secara tegas, termasuk persoalan eksplorasi perempuan dalam dunia kerja. Andaikata, umat Islam konsisten dengan ajaran-ajaran Allah Swt dan Rasul-Nya, tanpa perangkat perundang-undanganpun pelanggaran amoral dan asusila tidak akan terjadi, termasuk dalam persoalan eksplorasi perempuan, karena Islam sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.  Kata Kunci : Eksploitasi, Perempuan dan Islam
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DENDA AKIBAT PEMBATALAN PEMINANGAN (KHIṬBAH) Mihfa Rizkiya, M.HI; Nuraini, SH
Al-MURSALAH Vol. 3 No. 1 Januari-Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi peminangan (khiṭbah) yang dilaksanakan dalam perkawinan. Salah satu bentuk tersebut memberikan benda-benda  materi ketika  pelaksanaan  khiṭbah, namun bila pemberian tersebut ada yang mengingkarinya, maka akan diberikan sanksi ataupun denda oleh masyarakat setempat. Tradisi  ini  terjadi  di  masyarakat Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan. Pemberian ini merupakan tradisi yang turun-temurun dan harus dilaksanakan bagi warga masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pertama,  tata cara pelaksanaan khiṭbah dan yang kedua, denda yang dibebankan pada pihak perempuan ataupun laki-laki ketika terjadi pembatalan khiṭbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peminangan di Kecamatan Pasie Raja dengan membawa benda-benda materi (emas)  merupakan norma adat setempat yang harus dijalankan, pemberian tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada calon mempelai perempuan juga merupakan bentuk tanggung jawab calon mempelai  laki-laki yang  digambarkan melalui simbol-simbol benda  yang  diberikan. Simbol yang demikian yang nantinya  akan dilanjutkan  kehidupan rumah  tangga  yang  sebenarnya.  Sedangkan  denda  akibat  dari pembatalan khiṭbah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pihak laki-laki ataupun perempuan sebagai konsekuensi seseorang dalam hal pemutusan perjanjian  (wan prestasi).  Kata Kunci : Pembatalan, Perkawinan, Sanksi dan Adat Aceh