Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HIJRAH AND POP CULTURE: HIJAB AND OTHER MUSLIM FASHIONS AMONG STUDENTS IN LOMBOK, WEST NUSA TENGGARA M. Taufik; Amalia Taufik
Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/tos.v8i2.5305

Abstract

The development of Islamic society in the millennial era in Indonesia today is quite dynamic. Education progress is one of the road graders for their vertical mobility. At the next level, this progress significantly led to a community that came to be known as the Muslim middle class, which offered features and dynamics of Islamic life that integrated with modernity. Further development, a millennial generation emerged that was triggered by the advancement of information-communication technology, along with the growth of new traditions known as Islamic popular culture, including the Hijrah trend. This study wants to look at the trends of Hijrah and the background of the reconstruction of the identity of millennial Muslim generations while at the same time able to blend in with modernity at state universities in Lombok. The paradigm used is a qualitative paradigm based on field research. The results of this study indicate that the Hijrah attribute that is trending among Lombok millennials is the wear of fashionable syar'i clothing such as veils with various models and colours, syar'i veils, fashionable headscarves, increased observance of worship, Islamic quotes on social media accounts, and lengthening the beard.  
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Amalia Taufik; Nurul Aini
El Midad Vol. 11 No. 1 (2019): El Midad: Jurnal PGMI
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v11i1.1902

Abstract

Kompetensi guru kreatif menyangkut kemampuan mengelola dan melaksanakan pembelajaran, memanfaatkan teknologi, melaksanakan evaluasi, dan pengembangan potensi peserta didik dengan baik. Melalui variasi pembelajaran, guru mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang kreatif di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan lokus di SD Islam Al-Muslimun Bunut Baok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kompetensi pedagogik guru kelas V dengan strategi pembelajaran kreatif pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDI Al-Muslimun Bunut Baok, meliputi: pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan mengelola dan melaksanakan pembelajaran, kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, dan kemampuan melaksanakan evaluasi, dan pengembangan potensi peserta didik; (2) terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang kreatif pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas V di SD Islam Al-Muslimun Bunut Baok, yaitu: bahasa yang digunakan peserta didik masih menggunakan bahasa daerah, adanya kedekatan antara guru dengan peserta didik dari latar belakang tempat tinggal yang sama menjadi alasan para guru dengan peserta didik terkesan kurang serius dalam proses pembelajaran, karakter yang berbeda dari peserta didik, tidak tersedianya media pembelajaran di sekolah, dan kurangnya anggaran.
Pendekatan Historiografi dalam Studi Hadist: Analisis al-Kutub as-Sittah Amalia Taufik
Al Irfani: Journal of Al Qur'anic and Tafsir Vol 2 No 2 (2021): Al Irfani: Journal of Al Qur'anic and Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.319 KB) | DOI: 10.51700/irfani.v2i2.315

Abstract

Salah satu sumber hukum Islam yang otentik adalah hadist. Dalam catatan sejarah ditemukan berbagai karya hadist dari para ahli hadist (Imam Bukhari (194-252 H), Imam Muslim (204-261 H), Abu Dawud (202-275 H), al-Nasa’I (215-303 H), al-Tirmiza (200-279 H), dan ibn Majah (207-273 H) yang bisa diakses dan menjadi rujukan umat Islam sampai saat ini, salah satunya yaitu al-Kutub as-Sittah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsi al kuttub as-sittah dengan pendekatan studi histriografi. Data dikumpulkan menggunakan Teknik dokumentasi baik dalam bentuk referensi atau kitab maupun artikel jurnal atau hasil research. Analisis menggunakan prosedur Huberman yaitu reduksi data, display dan menarik kesimpulan, juga menggunakan analisis komparasi. Untuk memperoleh pemahaman yang holistic tentang kualitas hadist ketika diposisikan sebagai sumber hujjah dari karya-karya para ahli hadist terdahulu, maka sangat diperlukan kajian dari berbagai perspektif pendekatan salah satunya yaitu pendekatan historiografi. Selain itu, aspek sosiologis juga bisa menjadi variable yang berpengaruh terhadap seseorang dalam menulis sebuah karya seperti kitab hadist.