CB Herman Edyanto
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISA KEBIJAKAN PENATAAN RUANG UNTUK KAWASAN RAWAN TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR Edyanto, CB Herman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.541 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1240

Abstract

Penanganan pengaruh bahaya tsunami bagi masyarakat pedesaan pesisir sangat penting, dengan bertujuan untuk mengurangi atau meminimalkan dampak kerugianatau kerusakan yang disebabkan oleh musbah tsunami tersebut. Namun, efek bencana alam tersebut mungkin tidak terlalu sering dianalisis dan dipertimbangkan dalam beberapa proyek perencanaan tata ruang di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi dan data mengenai lokasi tersebut. Wilayah pesisir perlu dilindungi dari dampak tsunami dengan mempertimbangkan sejumlah besar orang tinggal disana dan kegiatan mereka. Adanya pembangunan dari program hutan mangrove oleh pemerintah yang lokal dan peningkatan perencanaan pesisir spasial akan membantu untuk meminimalkan bahaya seperti di pantai.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PROSES REKLAMASI UNTUK MENGANTISIPASI BENCANA DI LINGKUNGAN PANTAI Edyanto, CB Herman
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.522 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3679

Abstract

Reklamasi sering diterjemahkan sebagai upaya  proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. Tanah yang direklamasi disebut tanah reklamasi atau landfill. Pada beberapa negara, hal ini telah lama dilakukan, seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan Belanda. Kebutuhan lahan, merupakan permasalahan yang pokok pada saat meningkatnya kegiatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat serta tuntutan perkembangan fisik kota yang naik secara signifikan dan tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan itu sendiri. Laut menjadi salah satu solusi yang menawarkan sedikit permasalahan namun banyak memberikan kemudahan, walau untuk merealisasikan rencana itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kini tujuan reklamasi berkembang ke arah upaya pengurangan risiko bencana, setelah berbagai daerah mengalami bencana seperti banjir dan rob. Reklamasi masih menjadi perdebatan berbagai kalangan, namun visi ke depan para pengambil keputusan menggambarkan sinkronisasi antara modernisasi perkembangan perkotaan dengan upaya pengurangan bencana. Untuk itu dibutuhkan analisis faktor faktor yang berpengaruh pada proses perencanaannya.
PENURUNAN PERMUKAAN AIR DANAU ANEUK LAOT DI PULAU WEH PROPINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM Edyanto, CB Herman
Jurnal Hidrosfir Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Hidrosfir Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.052 KB)

Abstract

One of the main duties of the Local Government of Sabang was the preparation of fresh water for the people which is supplied from the lake of Aneuk Laot in WehIsland. The problem concerning with this lake is that the water level become decreasing significantly. Earthquake in a big scale which was occured in the year of 2004 was pointed at the causal factor to enlarge breaking residing in lake base. To find the answer of it, therefore, should be met.
PENGEMBANGAN KEGIATAN EKONOMI SEBAGAI UPAYA ADAPTASI PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK PERAIRAN LAGUNA SEGARA ANAKAN Edyanto, CB Herman
Jurnal Hidrosfir Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Hidrosfir Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.8 KB)

Abstract

Sedimentation is a natural process which is materialized in the river. It is made happen by the erosion processes and also often because of illegal logging in upstream . Segara Anakan is situated in central Java and is one of the largest lagoon in the world which experiences sedimentation year by year and at present the rest of the watery lagoon is not more than 600 ha. The environment has been being changed. Some of water area conversed to be the land naturally, and it is predicted that the specific biota like eel fish will be vanished. The lagoon cannot be protected anymore from the natural sedimentation processes. Adaptation to this change should, therefore, be made to convert the status quo land - called as land colmatation - to be the more economic activities for the people.
PENELITIAN SUMBER AIR BERSIH BAWAH TANAH DI PULAU FLORES CB Herman Edyanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.312 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v9i2.457

Abstract

One of the most important of human life is water. Water may provide easily in certain areas , however, some parts in the world are still being suffered from the lack of fresh water. In eastern part of Indonesia for example people found the source of water several kilometers from their home and meet their basic need for their life. This research was executed in Flores Island to identify and explore the underground water which might be trapped under the town of Ende.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PROSES REKLAMASI UNTUK MENGANTISIPASI BENCANA DI LINGKUNGAN PANTAI CB Herman Edyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3679

Abstract

Reklamasi sering diterjemahkan sebagai upaya  proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. Tanah yang direklamasi disebut tanah reklamasi atau landfill. Pada beberapa negara, hal ini telah lama dilakukan, seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan Belanda. Kebutuhan lahan, merupakan permasalahan yang pokok pada saat meningkatnya kegiatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat serta tuntutan perkembangan fisik kota yang naik secara signifikan dan tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan itu sendiri. Laut menjadi salah satu solusi yang menawarkan sedikit permasalahan namun banyak memberikan kemudahan, walau untuk merealisasikan rencana itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kini tujuan reklamasi berkembang ke arah upaya pengurangan risiko bencana, setelah berbagai daerah mengalami bencana seperti banjir dan rob. Reklamasi masih menjadi perdebatan berbagai kalangan, namun visi ke depan para pengambil keputusan menggambarkan sinkronisasi antara modernisasi perkembangan perkotaan dengan upaya pengurangan bencana. Untuk itu dibutuhkan analisis faktor faktor yang berpengaruh pada proses perencanaannya.