mansur mansur
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Guru Agama dalam Membina Akhlak Peserat Didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pasat Palu mansur mansur
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 14 No 2: Jurnal Iqra, Ilmu Kependidikan dan Keislaman
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v14i2.909

Abstract

Masalah dalam penelitian ini meliputi: bagaimana peran guru agama dalam melakukan pembinaan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu. bagaimana efektivitas guru agama dalam pembinaan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu. Penelitian  ini adalah penelitian  lapangan (field research) dan jenisnya adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian  ini, Ada dua bentuk pembinaan  akhlak bagi peserta  didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu; yakni: pembinaan akhlak secara preventif dan kuratif. Pembinaan akhlak secara preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya kenakalan peserta didik; meliputi: Peraturan Madrasah, terdiri dari tata tertib Madrasah dan penegakan disiplin; tanggung jawab tenaga  pembina, yakni kepala sekolah, guru agama dan guru mata pelajaran non-PAI; tersedianya sarana prasarana namun belum memadai; suasana lingkungan Madrasah yang cukup kondusif; dan program kegiatan pengembangan diri. Pembinaan akhlak dapat berjalan dengan lancar karena mengoptimalkan  faktor  pendukung  dan meminimalisir faktor kendala,  baik  kendala internal maupun kendala eksternal. Kendala internal meliputi: Kendala lingkungan fisik dan lingkungan psikologis; kurangnya sarana prasarana yang bernuansa keislaman; tata tertib Madrasah belum akomodatif terhadap nilai-nilai ajaran Islam; dan masih ada sebagian guru yang  rendah kesadaran mengajarnya. Sedangkan kendala eksternal meliputi: kurang dukungan orang tua terhadap kebijakan Madrasah, input rendah kemampuan akademiknya, persoalan luar dibawa ke sekolah, lingkungan tempat tinggal peserta didik yang tidak kondusif,  dan dampak negatif  dari kemajuan  teknologi  dan globalisasi.