Mega Ria
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Pekerjaan Orang Tua terhadap Kelangsungan Pendidikan Anak dalam Tinjauan Pendidikan Islam di Desa Ngatabaru Mega Ria; Colle M. Said; Abdul Halik
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 1: Januari 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i1.1569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Gambaran Pekerjaan Orang Tua di Desa Ngatabaru. Dan untuk mengetahui Implikasi Pekerjaan Orang Tua Terhadap Kelangsungan Pendidikan Anak dalam Tinjauan Pendidikan Islam di desa Ngatabaru. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data dan reduksi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum para orang tua di desa Ngatabaru berprofesi sebagai petani dan pedagang. Adapun implikasi pekerjaan orang tua terhadap kelangsungan pendidikan anak di desa Ngatabaru (Petani) : dengan penghasilan yang tak menentu karna harus menggantungkan hidup pada hasil panen yang tak bisa di dapatkan setiap bulannya, tentu hal ini akan membuat para orang tua harus berfikir dan bekerja keras demi memenuhi segala kebutuhhan hidup utamanya kewajiban untuk menyekolahkan anaknya. Apabila hasil panen yang mereka terima banyak, maka mereka bisa mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk pendidikan anak, tetapi apabila hasil panen sedikit dan pendapatannya pas-pasan maka mereka akan lebih mengesampingkan pendidikan dan mengutamakan untuk kebutuhan sehari-hari yang jauh lebih penting terlebih dulu. Dan selanjutnya adalah (Pedagang) : dengan pendapatan yang juga tak menentu setiap harinya dan keuntungan dari barang dagangan yang tak begitu banyak, karna kebanyakan dari mereka memulai usaha dengan modal yang sedikit, sehingga pertukaran uangnya pun kecil, membuat para orang tua lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok terlebih dahulu daripada pendidikan anak. Namun, adapula sebagian lainnya yang sadar akan pentingnya sebuah pendidikan baik orang tua yang berprofesi sebagai petani ataupun pedagang, meski berpendapatan rendah mereka tetap berjuang dan bekerja semaksimal mungkin agar anak-anaknya tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.