jaelani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perlindungan Dokumen Rekam Medis Sebagai Media Penularan Covid 19 di Puskesmas Perkotaan jaelani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 6 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3110.693 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i6.111

Abstract

Perlindungan dokumen rekam medis disituasi pandemi COVID-19 ini sangat penting untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19. Penyebaran COVID-19 oleh droplet yang dikeluarkan oleh pasien yang positif COVID-19 yang tersebar dengan cara batuk dan bersin, droplet ini akan menempel pada benda-benda sekitar salah satunya adalah dokumen rekam medis, dan juga masih banyak Puskesmas yang belum membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang perlindungan dokumen rekam medis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tinjauan tentang perlindungan dokumen rekam medis sebagai media penularan COVID-19 di Puskesmas Perkotaan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan instrumen lembar check-list, teknik sampel yang digunakan accidental sampel yaitu 31 sampel dari 1.755 dokumen rekam medis. penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon pada bulan April 2021. Hasil penelitian dari 31 sampel yang digunakan 100% belum terlaksananya perlindungan dokumen rekam medis seperti dokumen rekam medis dimasukan kedalam map plastik, dokumen rekam medis disemprotkan dengan cairan desinfektan. Perlindungan dimasukan kedalam box container, dokumen rekam medis didiamkan selama 4-6 hari, sampul dokumen rekam medis dokumen rekam medis di Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon masih belum terlaksana, upaya yang dilakukan dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang perindungan dokumen rekam medis disituasi pandemi COVID-19.