Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Kebutuhan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Berdasarkan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK) Di Puskesmas Cikancung Iis Rosdiana Mulyani; Ani Siti Rohimah Rohimah; Meira Hidayati Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4737.803 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.155

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja adalah keadaan dimana pekerja diharapkan pada tugas yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja merupakan jenis pekerjaan yang sebisa mungkin harus diselesaikan oleh suatu tenaga kerja kesehatan profesional dalam 1 tahun disarana pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil dari observasi di Puskesmas Cikancung terdapat kurangnya petugas rekam medis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk secara lebih jelas bagaimana tinjauan kebutuhan perekam medis berdasarkan analisis beban kerja Kesehatan (ABK). Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini petugas rekam medis di Puskesmas Cikancung berjumlah empat orang. Objek penelitian yang digunakan yaitu tempat pendaftaran. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan analisis beban kerja (ABK) bagian pendaftaran di Puskesmas Cikancung kurangnya petugas rekam medis. Karena kurangnya petugas rekam medis sehingga proses pelayanan akan terhambat. Jumlah kebutuhan rekam medis berdasarkan analisis beban kerja kesehatan (ABK) menetapkan hasil waktu kerja tersedia bagi petugas rekam medis di Puskesmas Cikancung adalah 2.632 jam kerja/tahun atau 157.920 menit/tahun. Untuk menghitung kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di Puskesmas Cikancung hasil perhitungan analisis beban kerja didapatkan hasil bahwa tenaga rekam medis di Puskesmas Cikancung petugas rekam medis seharusnya ada 5. Kesimpulan: Tinjauan kebutuhan perekam medis yang ada di Puskesmas Cikancung berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK) membutuhkan 5 orang pegawai, saat ini di Puskesmas Cikancung sudah memiliki 4 orang petugas jadi perlu penambahan 1 orang pegawai baru agar memenuhi kebutuhan.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK) Di Puskesmas Cikancung Dinas Kabupaten Bandung Ginna Agustinakhoeriyah; Iklima Mardiah Mardiah; Meira Hidayati Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3951.135 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.162

Abstract

LatarBelakang:Indikator Angka kontak dan rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan dua dari tiga indikator KBK (Kapitasi Berbasis Komitmen. Angka kontak ini adalah untuk melihat aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan primer oleh peserta baik pelayanan di dalam gedung maupun pelayanan di luar gedung. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan indikator angka kontak dan rasio peserta prolanis rutin berkunjung di Puskesmas Cikancung Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Metode:Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis casestudy (studi kasus). Hasil:Indikator angka kontak selama tiga bulan ? 40 % indikator rasio rujukan non spesialistik ? 50% dan rasio peserta prolanis rutin berkunjung ? 10 % sangat sulit sekali terpenuhi oleh Puskesmas Cikancung Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Kesimpulan: Angka kontak dan rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Cikancung Dinas Kabupaten Bandung tidak mencapai target.