Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tinjauan Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Soreang Periode Maret - Mei 2021 Inne Siti Nurjanah; Shania Andriana Sunarko; Erix Gunawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3900.257 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.158

Abstract

Latar Belakang: Dokter, perawat, dan profesi kesehatan lainnya pada dasarnya memiliki suatu kesamaan dalam menangani pasien di setiap rumah sakit. Kesamaan tersebut adalah mereka diharuskan untuk melengkapi berkas rekam medis dari setiap pasien yang datang untuk berobat. Salah satu tujuan pencatatan ini adalah untuk mengetahui riwayat pengobatan apabila terdapat pasien melakukan kunjungan rutin ke rumah sakit. Sehubungan dengan hal tersebut, masih banyak petugas kesehatan yang tidak melengkapi berkas rekam medis tersebut. Hal ini dapat merugikan petugas kesehatan yang suatu saat membutuhkan data tersebut untuk menangani pasien yang menjalani perawatan rutin. Tujuan: Penulis telah melakukan penelitian pada salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang untuk mengetahui gambaran umum tentang pencatatan berkas rekam medis yang dilakukan di rumah sakit tersebut. Metode: Penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hasil: Setelah melakukan pengumpulan data selama dua bulan, hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat penurunan persentase rata-rata ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis sebesar 4,10% dari bulan Maret hingga Mei 2021. Kesimpulan: Peningkatan tersebut terjadi karena peran mahasiswa PKL, yang senantiasa memastikan para dokter untuk mengisi dan melengkapi pencatatan berkas rekam medis.
Faktor Penyebab Kerusakan Fisik Dokumen Rekam Medis Terhadap Pasien Rawat Jalan di Klinik Dr.Alfred Majalaya Uus Gustiana; Marlina Febriana; Erix Gunawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 12 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4012.954 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i12.274

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis akan terlaksana dengan baik apabila bagian pengolahan data dan pencatatan melakukan tugasnya dengan baik. Salah satunya pengolahan data di bagian Penyimpanan (filing). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di klinik dr. Alfred Majalaya diketahui bahwa pada bulan Januari sampai bulan Mei 2021 sebanyak 52 berkas mengalami kerusakan dan 21 berkas mengalami kelunturan pada berkas rekam medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan fisik dokumen rekam medis terhadap pasien rawat jalan di klinik dr.Alfred Majalaya. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan berdasarkan wawancara dan observasi terkait penyimpanan berkas rekam medis agar terhindar dari kerusakan dengan menggunakan unsur 5 M yang terdiri dari man, money, material, machines and method. Populasi dalam penelitian ini yaitu menggunakan petugas rekam medis bagian filing, yang berjumlah 5 petugas. Hasil: Hasil yang didapat bahwa masih banyak petugas rekam medis yang memiliki latar belakang bukan D III  rekam medis. SOP terkait penyimpanan berkas rekam medis belum pernah disosialisasikan bahkan belum pernah diadakan pelatihan terhadap petugas rekam medis, jumlah rak filing sangat terbatas, serta bahan dokumen rekam medis yang tipis sehingga mudah rusak dan robek pada bagian ujung atas bawah rekam medis. Kesimpulan: ada beberapa petugas yang tidak pernah mengikuti pelatihan  khusus terkait dokumen rekam medis. Rak rekam medis di klinik dr. Alfred Majalaya jumlahnya sangat terbatas terbatas secara keseluruhan masih menggunakan kayu. Pihak klinik belum melaksanakan retensi. Klinik dr.Alfred belum melakukan sosialisasi terkait SOP     penyimpanan berkas rekam medis.
Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Karyawan di Ruang Filling Instalasi Rekam Medis RSUD Sekayu Beri Sumantri; Erix Gunawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3777.623 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.301

Abstract

Latar Belakang:  Beban kerja adalah jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh suatu kelompok atau individu dalam jangka waktu tertentu. Kinerja adalah hasil dari apa yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing. Ruang pengisian formulir tidak lepas dari petugas rekam medis yang bekerja di ruangan tersebut. Guna menjaga keseimbangan antara beban kerja dan kinerja, staf rumah sakit harus memiliki standar khusus agar pejabat tidak merasa beban kerja tidak seimbang dengan kinerja staf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui hubungan beban kerja dengan kinerja karyawan di Ruang Filling Instalasi Rekam Medis RSUD Sekayu. Metode:  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional melalui pendekatan cross sectional. Teknik analisis data yang digunakan adalah chi-square dan menggunakan software komputer SPSS24.0. Populasi yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah pegawai Unit Rekam Medis RSUD Sekayu, dengan teknik sampling sebanyak 10 responden. Hasil:  Hasil untuk variabel umur univariat menunjukkan bahwa di antara 10 responden dalam penelitian, mayoritas berusia antara 25-35, yaitu 4 (40,0%), sedangkan 6 berusia antara 35-50 ( 60,0%). ). Jenis kelamin pemasang rekam medis sebagian besar perempuan, dengan 8 (80,0%), 2 laki-laki (20,0%), 2 sarjana (20,0%), hingga 5 D3 (50,0%) dan 3 SMA (30,0%), status pekerjaan tetap 9 (90,0%) bukannya 1 (10,0%). Kesimpulan: Menurut temuan dari penelitian, tidak ada hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum Sekayu Musi Banyuasin Firmansyah Firmansyah; Erix Gunawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3531.829 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.304

Abstract

Latar Belakang: Kualitas mutu rumah sakit dapat dilihat pada tingkat kelengkapan rekam medisnya, salah satunya pada tingkat kelengkapan resume medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan dan faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap ruang Petanang Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Musi Banyuasin Triwulan II 2021. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 lembar resume medis serta instrumen penelitian ini wawancara dan cheklist observasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase kelengkapan pengisian resume medis di ruang Petanang triwulan II 2021 sebesar 73,3% dan persentase ketidaklengkapan resume medis sebesar 26,7%. Faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan resume medis antara lain adalah keterbatasan waktu dokter dan kurangnya ketelitian dari dokter yang merawat pasien. Kesimpulan:  Berdasarkan hasil penelitian faktor penyebab ketidaklengkapan dalam pengisian formulir resume medis rawat inap ruang Petanang Triwulan II 2021 diantaranya Dokter sibuk dan mempunyai jadwal yang padat dan kebijakan pengisian resume medis kurang disosialisasikan.
Faktor-Faktor Penyebab Tidak Ditemukan Berkas Rekam Medis di Rak Penyimpanan di Rumah Sakit Fadhilah Tahun 2021 Muhamad Aji Adha; Erix Gunawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3678.627 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.307

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis merupakan dokumen penting bagi setiap institusi pelayanan medis untuk melayani pasien, karena rekam medis mencakup data pribadi pasien dan situasi perawatan saat diperiksa di institusi medis. Di instalasi rekam medis RS Fadila, rekam medis rawat jalan harus dikembalikan setelah pasien selesai pemeriksaan, sedangkan rekam medis rawat inap harus dikembalikan dalam waktu 1x24 jam. Pengamatan pada 1 Juli 2021 dan 31 Juli 2021 menunjukkan bahwa dari 1.526 berkas rekam medis, 34 (2,2%) tidak ditemukan di rak penyimpanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tidak adanya berkas rekam medis di rak penyimpanan Rumah Sakit Fadhilah pada tahun 2021. Metode: Kajian ini merupakan kajian deskriptif menggunakan kaedah kualitatif dan reka bentuk keratan rentas. Kaedah mengumpul data secara pemerhatian. Hasil: Hasil penelitian selama 1 bulan menunjukkan 34 (2,2%) dari 135 rak rekam medis tidak ditemukan. Hal ini disebabkan 2 (29%) file tidak beraturan di rak penyimpanan, 2 (29%) file tidak aktif untuk dokter lengkap dan 3 (43%) file rekam medis karena ujian tidak digunakan dalam 5 tahun. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian di atas, tidak ditemukan faktor-faktor di rak penyimpanan yang menyebabkan berkas rekam medis, mulai dari berkas aktif paling tinggi hingga susunan berkas yang salah dan integritas dokter paling rendah.
Tinjuan Faktor Penyebab Waktu Tunggu Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan di Klinik Kasih Ibu Susi Susilawati; Erix Gunawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3670.684 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.356

Abstract

The speed of service in outpatient registration is very influential in the course of activities in the service. The waiting time used by the patient to get an outpatient health service until the examination by a doctor. One of the factors that causes waiting times to exceed the Minimum Service Standards (SPM) should be investigated further for the convenience of patients while waiting. The length of waiting time also describes the performance of the officers with the quality of service to patients. The purpose of this study is to determine and review the waiting time of patients in outpatient registration services, as well as to directly review the causal factors that affect the long waiting time. This study uses a qualitative method with a descriptive approach by means of observation. In this study, there are steps in collecting data starting from data classification, data processing and data analysis, then making conclusions and reports. The average waiting time for patients at the Kasih Ibu Clinic, Cimahi is ± 70 minutes until the patient goes home, which means that the Minimum Service Standard is 60 minutes. Based on the number of patient visits per day, it was found that 80% of patients with waiting time >60 minutes and 20% of patients with waiting time <60 minutes. The results that greatly affect the waiting time for services at outpatient registration are because this clinic does not have KIB, KIUP, Register Book so that patients who come, both old patients and new patients, will re-register, lack of understanding of the minimum service standard time (SPM). officers and doctors, other factors are also seen from inadequate facilities and infrastructure, namely the absence of storage space or storage racks for medical record files.