Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan Terhadap Standar Pelayanan Kefarmasian di Rsau Lanud Sulaiman Bandung Amelia Siti Nurhidayah; Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3770.141 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.300

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan medis menuntut terselenggaranya pelayanan yang bermutu di bidang kesehatan. Layanan luar biasa terbukti dari tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakannpenilaianndari seseorang antarrkinerja pelayanan yanggdirasakan danndiharapkan. Jika pasien sering merasa tidak puas maka mutu pelayanan harus di tingkatkan. Tujuan: Penelitiannini bertujuan untukkmengevaluasi tingkat kepuasannpasien BPJS rawat jalan terhadapppelayanan kefarmasian. Dan mengetahui hubungan anatara karakteristik responden terhadap tingkat kepuasan pasien Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik untuk mencari hubungan antara variabel, Dengan menggunakan metode potong lintang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan resep BPJS rawat jalan yang masuk. Sampel yang dipakai sebanyak 93 responden. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan hasil presentase responden merasa sangat puas pada dimensi kehandalan dengan presentase sebanyak 89,7%, responden merasa sangat puas pada dimensi ketanggapan dengan presentase sebanyak 88,3%, responden merasa sangat puas pada dimensi empati dengan presentase sebanyak 88,8%, responden merasa  puas pada dimensi berwujud dengan presentase 81,6%, dan pada dimensi jaminan responden merasa sangat puas dengan presentase 88,6%. Pada karakteristik pasien (jenis kelamin, umur, pekerjaan dan edukasi) didapatkan p-value > 0,05 yang menunjukkan tidak ada keterkaitan antara karakteristik dengan tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan: Secara kesuluruhan kepuasan pasien BPJS rawat jalan dengan standar pelayanan kefarmasian di RSAU Lanud Sulaiman Bandung pada semua dimensi mendapatkan kategori sangat puas dengan keseluruhan persentase 87,4%. Tidak ada keterkaitan yang bermakna antara karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.
Evaluasi Penggunaan Obat Kortikosteroid pPada Penderita Penyakit Dermatitis di RSAU dr. M. Salamun Bandung Kalpani Depa Alamsyah; Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3600.562 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.308

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) di bawah pengaruh faktor eksogen dan endogen, yang mengakibatkan kelainan fluoresensi polimorfik secara klinis (eritema, edema, papula, lepuh, scaling, likenifikasi) dan Gejala pruritus. (oligomorf). Dermatitis cenderung menetap dan menjadi kronis. Terapi penyakit dermatitis biasanya menggunakan kortikosteroid, ketidaksesuaian penggunaan obat kortikosterid dapat menimbulkan efek samping baik lokal maupun sistemik Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kortikosteroid pada pasien dermatitis dan memperoleh gambaran kesesuaian penggunaan obat kortikosteroid pada penderita penyakit dermatitis di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan metode penelitian deskriptif evaluasi retrospektif. Penelitian ini bersifat non eksperimen. Sampel yang digunakan adalah rekam medis seluruh pasien dermatitis dan resep obat dari dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin. Populasi penelitian adalah kurang lebih 150 pasien dermatitis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor jenis kelamin dan usia pasien sangat berpengaruh terhadap timbulnya penyakit dermatitis selain itu juga didapatkan bahwa faktor ketepan penggunaan obat kortikosteroid yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat pasien. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang mengevaluasi penggunaan kortikosteroid pada pasien dermatitis, dapat disimpulkan bahwa kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah Desoximethason 0,025% Krim untuk kortikosteroid topikal dan Metilprednisolon 4mg untuk kortikosteroid oral yang digunakan untuk pasien dermatitis di RSAU dr. M. Salamun Bandung.
Pola Peresepan Obat Antihipertensi Terhadap Pasien Hipertensi Rawat Jalan di RSAU Dr.M. Salamun Pedia Zahwa Rahmat; Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3726.132 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.311

Abstract

Latar Belakang: Pasien hipertensi yang telah melakukan pemeriksaan ke dokter, biasanya diberi pilihan untuk menjalankan terapi. Terapi yang sering dipilih adalah terapi obat yang sering melibatkan penulisan resep. Pada lembar resep obat antihipertensi dapat diperoleh informasi mengenai profil penggunaan obat antihipertensi seperti jenis obat, kekuatan sediaan, jumlah obat, dan aturan pemakaian obat yang digunakan untuk pengobatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi terhadap pasien rawat jalan RSAU dr. M Salamun. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan kuantitatif dimana data diperoleh dengan pendekatan retrospektif yaitu dengan melihat kembali, mengumpulkan dan mencatat resep yang mengandung obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan RSAU DR. M. Salamun. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan dari total 240 resep berdasarkan pola peresepan berdasarkan jenis kelamin dan usia terbanyak adalah pasien wanita sejumlah 127 pasien (52,92%) dan usia terbanyak adalah ? 50 tahun sebanyak 188 pasien (78,33%), berdasarkan jenis obat yang sering diresepkan adalah bisoprolol 152 obat (20,82%), golongan obat yang sering diresepkan adalah penghambat ARB sebanyak 164 obat (22,47%) dan kombinasi obat hipertensi paling banyak adalah adalah kombinasi 3 obat sebanyak 104 resep (43,33%). Kesimpulan: Pasien terbanyak berjenis kelamin wanita sesuai dengan teori faktor resiko wanita lebih beresiko terkena hipertensi karena wanita mengalami masa menopause dan dapat diketahui juga usia pasien tebanyak adalah ? 50 tahun yang juga sesuai dengan teori lebih beresiko terkena hipertensi. Pasien lebih sering mendapatkan kombinasi 3 obat antihipertensi. Berdasarkan penelitian pola peresepan obat antihipertensi sesuai terhadap pasien hipertensi RSAU dr.M. Salamun.
Profil Penggunaan Antibiotik yang Aman dan Rasional pada Pengobatan Penyakit Infeksi Gigi di Tempat Praktek Dokter Gigi Kota Bandung Sheril Sisilia; Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3607.872 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.320

Abstract

Antibiotics should be used according to the regimen prescribed by a doctor or pharmacist to prevent resistance. Patients after an outpatient clinic may have problems with adherence to antibiotics. This study aims to understand the safe and rational use of antibiotics in the treatment of dental infectious diseases at a dentist's office in Bandung. Collecting data using a retrospective approach based on the order in which the patient took antibiotics and then classified according to the type, class, dose and duration of antibiotic administration. There are three types of antibiotics used, namely amoxicillin, cefixime, and lincomycin. The antibiotics used were in 3 groups, namely penicillins, gene-III cephalosporins, and other antibiotics. The most common dose of the antibiotic amoxicillin is 500 mg up to 3 times a day. The results showed the use of 3 antibiotics, namely amoxicillin, cefixime and lincomycin.
Evaluasi Skrining Kelengkapan Resep Pasien BPJS Rawat Jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung Crisfy Rizkiyani; Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3508.163 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.323

Abstract

Latar Belakang: Resep adalah alat paling penting yang dimiliki pasien sebelum menerima obat. Apoteker memegang peranan penting dalam pengelolaan kefarmasian dan kefarmasian, untuk itu apoteker wajib melakukan proses penyaringan resep selama proses pelayanan resep. Skrining resep atau review resep adalah kegiatan apoteker dalam menanggapi resep, termasuk review pengiriman obat, penerapan obat, dan penilaian klinis. Tujuan: Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui kelengkapan komponen-komponen resep di RSAU Lanud Sulaiman Bandung periode Mei 2021 sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif retrospektif berdasarkan data resep dari Rumah Sakit Udara Suleiman Bandung. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin menghasilkan 86 sampel. Teknik analisis data dikelompokkan dan diringkas untuk menemukan semua resep dokter yang memenuhi kriteria lengkap dan tidak lengkap, yang dievaluasi dalam penelitian ini sebagai (1) skor untuk resep lengkap dan (0) skor untuk resep tidak lengkap. HASIL: Penelitian mencapai 86,1% hasil yang menunjukkan resep lengkap dan 13,9% resep tidak lengkap, termasuk Inscriptio, Invocatio, Prescriptio, Subscriptio, dan Pro. Kesimpulan: Berdasarkan dari hasil penelitian evaluasi skrining kelengkapan resep pasien BPJS rawat jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung, dapat disimpulkan 86,1% resep lengkap dan 13,9% resep tidak lengkap. Dalam hal inscriptio menunjukan persentase 93% resep lengkap dan 3% resep tidak lengkap, invascatio 100% resep lengkap dan 0% resep tidak lengkap, prescriptio 100% resep lengkap dan 0% resep tidak lengkap, kemudian subscriptio 79% resep lengkap dan 21% resep tidak lengkap, yang terakhir dalam hal pro 95% resep lengkap dan 5% resep tidak lengkap.