Widayati Widayati
Fakultas Hukum UNISSULA Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diskresi Kepolisian Dalam Menangani Kasus Pidana Penipuan Sumarsono Sumarsono; Widayati Widayati
Jurnal Hukum Khaira Ummah Vol 13, No 1 (2018): March 2018
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/khaum.v13i1.2580

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Diskresi Kepolisian Dalam Menangani Kasus Pidana Penipuan. Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui dan menganalisa Diskresi Kepolisian Dalam Menangani Kasus Pidana Penipuan di Polda Jateng. 2) Untuk mengetahui dan menganalisa kelemahan dan solusinya Implementasi Diskresi Kepolisian Dalam Menangani Kasus Pidana Penipuan di Polda Jateng.Hasil penelitian : 1) Dasar hukum Diskresi Kepolisian antara lain adalah Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP disebabkan oleh kurang terpenuhinya unsur-unsur pidana sehingga menyebabkan perkara penipuan tersebut tidak bisa ditingkatkan ke proses penyidikan. 2) Kelamahan dalam peyidikan tindak pidana penipuan adalah perkembangan teknologi dan faktor birokrasi perbankan, sedangkan solusi dari kelemahan tersebut adalah bahwa peraturan perundang-undangan yang berbenturan dengan kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian selain mencari bukti selain dari bank juga membuat MoU yang merupakan surat perjanjian atau kerjasama lintas instansi seperti dengan pihak bank.Kata Kunci : Diskresi, Kepolisian, Penipuan. ABSTRACT               This study entitled Police Discretion in Handling Criminal Cases of Fraud. The purpose of this research: 1) To know and analyze the Police's Discretion in Handling Criminal Crime Cases in Central Java Police. 2) To know and analyze the weaknesses and solutions Implementation of Police Discretion in Handling Criminal Crime Cases in Central Java Police.Result of research: 1) Legal basis of Police Discretion among others is Article 378 of the Criminal Code and or Article 372 of the Criminal Code caused by the lack of fulfillment of criminal elements causing the fraud case can not be increased to the investigation process. 2) Fraud in the investigation of criminal acts of fraud are technological developments and bureaucratic factors of banking, while the solution of the weakness is that the legislation that clash with the interests of the investigation, the police in addition to seeking evidence other than the bank also make the MoU which is a letter of agreement or cooperation cross-agency like with the bank.Keywords: Discretion, Police, Fraud.
Implementasi Asas Keterbukaan Dalam Proses Pembentukan Peraturan Daerah Dalam Rangka Otonomi Daerah Di Kabupaten Kendal Iwan Sulistiyo; Widayati Widayati
Jurnal Daulat Hukum Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v1i1.2633

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini permasalahan yang akan dibahas yaitu: proses pembentukan peraturan daerah dalam rangka otonomi daerah di Kabupaten Kendal dan penerapan asas keterbukaan dalam proses pembentukan peraturan daerah di Kabupaten Kendal.Pendekatan yang akan digunakan adalah pendekatan yang bersifat Yuridis Empiris. Penelitian yang berbasis pada inventarisasi hukum positif, penemuan azas-azas hukum dan penemuan hukum inconcretto, yang dilengkapi pengamatan operasionalisasi asas-asas hukum secara empiris di masyarakat.Kesimpulan dari penilitian ini adalah belum tersedianya instrumen hukum yang dapat menjadi rule of game pelaksanaan asas keterbukaan, pola pendokumentasian yang belum terintegrasi dan faktor keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan bagi diterapkannya asas keterbukaan dalam pembentukan peraturan daerah di Kabupaten Kendal. Eksistensi peraturan hukum daerah dalam pembentukannya oleh pemerintah daerah telah sesuai dengan asas-asas peraturan perundang-undangan yang baik, sebagaimanan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Asas keterbukaan telah diterapkan dalam pembentukan peraturan daerah oleh pemerintah daerah yang terdapat pada : usulan rancangan peraturan daerah yang berasal dari Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; proses pembuatan peraturan daerah secara terencana, terpadu dan sistematis.Kata Kunci    : Implementasi, Asas Keterbukaan, Pembentukan Peraturan Daerah, Otonomi Daerah ABSTRACTIn this research the problems to be discussed are: the process of formulating regional regulations in the context of regional autonomy in Kendal Regency and the application of the principle of openness in the process of formation of local regulations in Kendal Regency.The approach to be used is the Juridical Empirical approach. Research based on the inventory of positive law, the discovery of legal principles and the discovery of inconcretto law, complemented by observations of the operationalization of empirical legal principles in society.The conclusion of this research is the unavailability of legal instrument that can become the rule of game of implementation of the principle of openness, un-integrated documentation pattern and budgetary constraint factor also become obstacle for the application of openness principle in the formation of Regional Regulation in Kendal Regency. The existence of regulation of local law in its formation by the local government has been in accordance with the principles of good legislation, in accordance with the Law of the Republic of Indonesia Number 12 Year 2011 on the Establishment of Laws and Regulations. The principle of democracy has been applied in the formation of local regulations by the government areas contained in: proposed draft local regulations derived from the Regional Government and the Regional People's Legislative Assembly; the process of making local regulations in a planned, integrated and systematic.Keywords         :           Implementation, Principle of Openness, Formation of Regional Regulation, Regional Autonomy