Cut Ratna Keumala
Dosen Poltekes Kemenkes Aceh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI MASYARAKAT DENGAN PENAMBALAN GIGI DIDESA LAMKUNYET KECAMATAN DARUL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR Cut Ratna Keumala
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak masyarakat mengalami karies gigi, namun mereka menunda untuk melakukan perawatan, seperti penambalan gigi. Masyarakat umumnya belum termotivasi untuk melakukan penambalan gigi berkaries. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan dari 15 orang masyarakat yang memiliki karies dalam kategori kurang baik 66,6% dan kategori baik 33,3% berdasarkan wawancara maka diperoleh informasi dari 15 orang belum melakukan penambalan dikarnakan takut akan nantinya sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi masyarakat dengan penambalan gigi di Desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal. Jenis penelitian bersifat Analitik. Desain yang digunakan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara random sampling. Lokasi penelitian desa Lamkunyet.Jumlah responden 86 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi instrinsik nilai p = 0.00 (<0,05) artinya ada hubungan antara motivasi instrinsik masyarakat mengenai penambalan gigi. Motivasi ekstrinsik nilai p = 0,048 (<0,05) artinya ada hubungan antara motivasi ekstrinsik dengan penambalan gigi di desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal. Disimpulkan ada hubungan antara motivasi instrinsik masyarakat dengan penambalan gigi di desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal. Ada hubungan antara motivasi ekstrinsik dengan penambalan gigi di desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal, disarankan kepada masyarakat yang belum atau sudah pernah melakukan penambalan agar meningkatkan motivasinya untuk melakukan penambalan gigi berkaries guna mempertahankan dari kerusakan yang lebih lanjut.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKAN IBU DENGAN TERJADINYA RAMPAN KARIES DI TK ABA COT BAK’U KECAMATAN LEMBAH SABIL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Cut Ratna Keumala
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.013 KB)

Abstract

Karies rampan merupakan penyakit multifaktoral yang saling berinteraksi antara lain dari makanan dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan kesehatan seperti mengemut makanan dan pemberian makanan melalui botol. Wawancara peneliti pada 10 orang tua murid TK Aba Cot Bak‘U bahwa 6 orang ibu menyatakan anaknya masih menggunakan botol susu menjelang tidur. Hasil pemeriksaan yang dilakukan peneliti pada 10 orang murid TK Aba Cot Bak’U setiap anak mengalami rampan karies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dan tindakan ibu dengan terjadinya rampan karies pada di TK Cot Bak’u Kecamatan Lembah Sabil Kabupate Aceh Barat Daya. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada tanggal 27 April sampai 5 Mei 2018 di TK Aba Cot Bak’U Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya. Populasi pada penelitian ini adalah murid TK Aba Cot Bak’U dan ibu sebagai responden berjumlah 40 orang sampel. Pemeriksaan dilakukan dengan kuesioner dan wawancara pada ibu anak TK Aba Cot Bak’U. Analisa data yang dilakukan adalah univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variable dan bivariate menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang rampan karies berada dalam kategori kurang baik 65%, sikap ibu dalam kategori kurang baik 57,5%, dan tindakan ibu dalam kategori kurang baik 67,5%,. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan terjadinya rampan karies dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dengan terjadinya rampan karies di TK Cot Bak’U. Disarankan kepada ibu agar lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak dengan cara menggosok gigi minimal 2 kali sehari sesudah makan dan sebelum tidur untuk mencegah terjadinya rampan karies
PENGARUH PENGGUNAAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG BAKING SODA DAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG FLUOR TERHADAP PH SALIVA PADA MURID KELAS V SDN 24 BANDA ACEH Cut Ratna Keumala
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.332 KB)

Abstract

Menjaga kebersihan rongga mulut akan dapat mencegah terjadinya proses karies. Banyak cara untuk menjaga kerbersihan rongga mulut, salah satu caranya adalah dengan menggosok gigi dengan pasta gigi. Banyak jenis pasta gigi yang beredar dipasaran yang memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda. Banyak bahan yang dapat menstimulasi sekresi saliva, salah satu bahan tersebut ialah baking soda yang sangat membantu kapasitas penyangga dari saliva, selain itu komponen pasta gigi lain yang juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri rongga mulut adalah fluor yang dapat menghambat proses demineralisasi email sehingga dapat menghambat proses karies. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan pasta gigi yang mengandung baking soda dan pasta gigi yang mengandung fluor terhadap pH saliva pada murid Kelas V SDN 24 Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh murid Kelas V SDN 24 Kota Banda Aceh berjumlah 60 anak, kemudian dibagi menjadi dua kelompok, kelompok I (kelas Va) menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda yang berjumlah 30 anak dan kelompok II (kelas Vb) menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor yang berjumlah 30 anak Analisis hasil data (kuantitatif) dalam penelitian ini menggunakan; paired samples T-test dan independent T-test.
HUBUNGAN MOTIVASI MASYARAKAT DENGAN PENAMBALAN GIGI DIDESA LAMKUNYET KECAMATAN DARUL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR Cut Ratna Keumala
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak masyarakat mengalami karies gigi, namun mereka menunda untuk melakukan perawatan, seperti penambalan gigi. Masyarakat umumnya belum termotivasi untuk melakukan penambalan gigi berkaries. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan dari 15 orang masyarakat yang memiliki karies dalam kategori kurang baik 66,6% dan kategori baik 33,3% berdasarkan wawancara maka diperoleh informasi dari 15 orang belum melakukan penambalan dikarnakan takut akan nantinya sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi masyarakat dengan penambalan gigi di Desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal. Jenis penelitian bersifat Analitik. Desain yang digunakan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara random sampling. Lokasi penelitian desa Lamkunyet.Jumlah responden 86 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi instrinsik nilai p = 0.00 (<0,05) artinya ada hubungan antara motivasi instrinsik masyarakat mengenai penambalan gigi. Motivasi ekstrinsik nilai p = 0,048 (<0,05) artinya ada hubungan antara motivasi ekstrinsik dengan penambalan gigi di desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal. Disimpulkan ada hubungan antara motivasi instrinsik masyarakat dengan penambalan gigi di desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal. Ada hubungan antara motivasi ekstrinsik dengan penambalan gigi di desa Lamkunyet Kecamatan Darul Kamal, disarankan kepada masyarakat yang belum atau sudah pernah melakukan penambalan agar meningkatkan motivasinya untuk melakukan penambalan gigi berkaries guna mempertahankan dari kerusakan yang lebih lanjut.